Perkuat Pengawasan dan Koordinasi Tiga Pilar: Jaga Kepercayaan Publik di Dapur SPPG Program Makan Bergizi Gratis

JEMBER, 3 April 2026 – Pemerintah Kabupaten Jember terus memperketat pengawasan dan koordinasi antarpihak dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui dapur Satuan Pengolahan Pangan Gizi (SPPG). Langkah ini dilakukan untuk menjamin kualitas gizi, keamanan pangan, kebersihan, serta menjaga kepercayaan masyarakat, khususnya wali murid dan siswa di berbagai wilayah.
Rangkaian kegiatan pengawasan yang dilaksanakan pada awal April 2026 menunjukkan komitmen nyata pemerintah kelurahan, kecamatan, TNI/Polri, puskesmas, satgas MBG, serta pihak sekolah. Mulai dari pertemuan rutin di Kelurahan Antirogo, inspeksi kesehatan lingkungan oleh UPTD Puskesmas Balung, respons cepat atas aduan masyarakat di Kecamatan Arjasa, hingga pemantauan langsung Satgas MBG di SMPN 2 Ledokombo, semua menggarisbawahi pentingnya penerapan Standar Operasional Prosedur (SOP) secara konsisten.
Koordinasi Tiga Pilar dan Pengawasan Rutin di Kelurahan Antirogo
Pada Rabu, 1 April 2026, Lurah Antirogo Teguh Tri Laksono, SE, MM, memimpin pertemuan di Pendopo Kelurahan Antirogo bersama Tiga Pilar, Kepala SD Negeri Antirogo 02 beserta Ibu Irma, serta perwakilan SPPG Jember Sumbersari Antirogo (JSA). SPPG JSA melayani 2.847 siswa dari 16 sekolah, sehingga setiap detail proses pengolahan makanan harus memenuhi standar kesehatan, kebersihan, dan keamanan pangan.
Kepala SPPG Agung Novan Hidayat, S.Sos, menyatakan bahwa pihaknya selalu berpegang teguh pada SOP untuk mengantisipasi permasalahan. Pengawasan rutin menjadi pondasi utama menjaga kualitas pelayanan. Bhabinsa Sumbersari Serka Yasin menekankan agar pengawasan menu diperketat, mulai dari pemeriksaan bahan baku, proses pengolahan, hingga penyajian sesuai standar gizi.
Lurah Teguh Tri Laksono menyoroti kesiapan operasional penyiapan makanan dan buah agar tidak ada hal kecil yang mengurangi kepercayaan wali murid. Camat Sumbersari Deni Hadiatullah, S.IP, MM, mengajak seluruh SPPG di wilayahnya untuk memperkuat koordinasi antar pengelola agar permasalahan dapat diselesaikan cepat dan persepsi terhadap menu seragam. Babinkamtibmas Sumbersari Dodit menambahkan pentingnya menjaga keamanan dan kebersihan agar tidak muncul permasalahan seperti di daerah lain.
Inspeksi Kesehatan Lingkungan dan Edukasi Higiene oleh Puskesmas Balung
Dukungan pengawasan juga datang dari UPTD Puskesmas Balung yang secara rutin melakukan Inspeksi Kesehatan Lingkungan. Kegiatan ini mencakup pemeriksaan langsung terhadap proses pengolahan makanan, distribusi, hingga makanan siap konsumsi berdasarkan standar dan baku mutu yang berlaku. Penjamah makanan diberikan edukasi agar pengolahan sesuai SOP keamanan pangan, sehingga keracunan dapat dicegah.
Penanggung jawab gizi UPTD Puskesmas Balung melakukan pemantauan dan pembinaan standar gizi seimbang. Edukasi juga diberikan kepada penjamah makanan, pengawas lapangan, serta ahli gizi SPPG untuk menyamakan persepsi tentang makanan yang sehat, aman, bersih, dan sesuai SOP. Penjamah makanan diimbau menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), seperti mencuci tangan dengan air bersih dan sabun, tidak merokok, membuang sampah pada tempatnya, serta menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) lengkap saat bekerja.
Respons Cepat Aduan Masyarakat di Kecamatan Arjasa
Di Kecamatan Arjasa, Pemerintah Kecamatan merespons cepat aduan masyarakat melalui kanal Wadul Guse terkait variasi menu yang dianggap monoton, kualitas bahan baku, dan teknis distribusi di Dapur MBG Biting serta SMAN Arjasa. Sekretaris Kecamatan Arjasa Satriyo, S.Pd., menyatakan langsung membentuk tim untuk sidak lapangan guna memastikan SOP berjalan.
Inspeksi mencakup rantai pasok bahan makanan, penyimpanan, serta sanitasi dapur. Meski pemenuhan gizi sudah terpenuhi, ditemukan kendala pada kreativitas penyajian yang memicu kejenuhan siswa. Satriyo menegaskan akan berkoordinasi dengan penyedia layanan dan melibatkan ahli gizi untuk menyusun variasi menu baru yang mempertimbangkan selera anak-anak. Kecamatan berkomitmen meningkatkan frekuensi monitoring dan evaluasi mendadak agar rekomendasi perbaikan diimplementasikan.
Satgas MBG Pantau Langsung di SMPN 2 Ledokombo
Pada Kamis, 2 April 2026, Satgas MBG melakukan peninjauan langsung di SMPN 2 Ledokombo. Kegiatan mencakup pemeriksaan komposisi menu harian seimbang, proses distribusi di kelas, serta evaluasi dampak terhadap antusiasme belajar siswa. Camat Ledokombo Nino Eka Putra, S.STP, M.Si, menekankan bahwa program ini menjadi fondasi kesehatan fisik siswa untuk mencegah stunting dan menyiapkan sumber daya manusia unggul.
Kepala SMPN 2 Ledokombo Dwi Kristianingsih menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah kecamatan dan Satgas MBG. Program ini dinilai membantu siswa belajar dalam kondisi fisik prima serta menciptakan budaya hidup sehat di lingkungan sekolah.
Sinergi antara pemerintah daerah, TNI/Polri, puskesmas, sekolah, dan pengelola SPPG menunjukkan bahwa pengawasan Program MBG bukan lagi bersifat top-down semata, melainkan kolaborasi aktif semua pihak. Dengan pengawasan yang konsisten, koordinasi yang erat, serta respons cepat terhadap masukan masyarakat, dapur SPPG di Jember diharapkan terus menjadi teladan dalam menghadirkan makanan bergizi yang aman, bersih, dan terpercaya bagi generasi muda menuju Jember Maju.



