DTPHP Jember Perkuat Pengawasan Pupuk Bersubsidi: Monitoring Kios hingga Pembinaan Kelompok Tani untuk Distribusi Tepat Sasaran

JEMBER, 16 Maret 2026 – Pemerintah Kabupaten Jember melalui Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (DTPHP) terus memperkuat pengawasan serta pembinaan distribusi pupuk bersubsidi. Langkah ini bertujuan memastikan pupuk benar-benar sampai ke tangan petani yang berhak, dengan harga sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah serta data yang akurat sesuai sistem elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (e-RDKK).
Kegiatan monitoring dan evaluasi (monev) serta pembinaan yang digelar secara intensif ini dipimpin langsung oleh Kepala DTPHP Kabupaten Jember, Drs. Moh. Djamil, M.Si., bersama tim teknis. Upaya tersebut mencakup peninjauan langsung ke kios pupuk bersubsidi di Kecamatan Semboro pada Sabtu, 14 Maret 2026, pembinaan kios di Kecamatan Wuluhan, serta pembinaan pengurus Kelompok Tani (Poktan) di Aula DTPHP. Semua kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Jember untuk meningkatkan tata kelola pupuk bersubsidi agar lebih tertib, transparan, dan akuntabel.
Monitoring Langsung di Kecamatan Semboro
Pada 14 Maret 2026, tim DTPHP meninjau dua kios pupuk bersubsidi di Kecamatan Semboro, yaitu Kios Tani Makmur di Dusun Krajan, Desa Rejoagung, dan Kios Karya Tani di Dusun Beteng, Desa Sidomekar. Tim tidak hanya memeriksa administrasi penyaluran pupuk, tetapi juga mencocokkan data petani dalam sistem e-RDKK dengan kondisi lapangan, memverifikasi stok pupuk, serta memastikan harga yang dipasang sesuai HET.
Drs. Moh. Djamil, M.Si., menyatakan bahwa pengawasan di tingkat kios sangat penting karena kios menjadi titik temu langsung antara program pemerintah dan petani. “Kami ingin memastikan distribusi pupuk berjalan sesuai aturan, transparan, dan tepat sasaran. Kios memiliki peran penting karena menjadi penghubung langsung antara program pemerintah dan petani,” ujarnya. Tim juga memberikan pembinaan kepada pengelola kios agar selalu memasang daftar harga secara terbuka dan menjaga pencatatan penyaluran pupuk dengan baik.
Pembinaan Kios Pupuk di Wuluhan
Sebelumnya, DTPHP juga melaksanakan pembinaan kios pupuk bersubsidi di Kecamatan Wuluhan. Kegiatan ini menekankan kewajiban setiap kios untuk memasang informasi harga pupuk sesuai HET secara terbuka, melakukan pengecekan kesesuaian data e-RDKK, serta melaksanakan stok opname untuk memastikan ketersediaan pupuk.
“Kami melakukan pembinaan agar penyaluran pupuk bersubsidi di tingkat kios dapat berjalan dengan tertib, transparan, dan sesuai dengan aturan yang berlaku,” jelas Drs. Moh. Djamil, M.Si. Menurutnya, informasi harga yang jelas akan memudahkan petani mengetahui harga resmi sehingga terhindar dari kesalahpahaman saat menebus pupuk.
Penguatan Peran Kelompok Tani
Selain pengawasan kios, DTPHP juga menggelar pembinaan pengurus Kelompok Tani di Aula DTPHP Kabupaten Jember. Kegiatan ini bertujuan memperkuat koordinasi antara petani, kelompok tani, dan kios pupuk agar distribusi pupuk berjalan lebih tertib. Kelompok tani didorong tidak hanya sebagai penghubung administrasi, tetapi juga aktif mengawasi agar anggotanya mendapatkan pupuk sesuai harga resmi.
“Kelompok tani bukan hanya sebagai penghubung administrasi, tetapi juga harus ikut mengawasi agar anggotanya mendapatkan pupuk sesuai dengan harga eceran tertinggi yang telah ditetapkan pemerintah,” ujar Djamil. Para pengurus Poktan diberi kesempatan menyampaikan kendala yang dihadapi, sehingga pembinaan ini menjadi wadah untuk meningkatkan pemahaman aturan dan komunikasi di tingkat petani.
Upaya ini sejalan dengan arahan Bupati Jember Muhammad Fawait yang menekankan pengawasan ketat distribusi pupuk bersubsidi agar benar-benar dirasakan petani. Pemerintah daerah juga membuka kanal pengaduan bagi masyarakat yang menemukan persoalan terkait pupuk.
Dengan pengawasan dan pembinaan yang terus dilakukan, DTPHP Kabupaten Jember berharap sistem distribusi pupuk semakin tertib dan transparan. Koordinasi yang baik antara kios, kelompok tani, dan pemerintah diharapkan dapat memenuhi kebutuhan pupuk petani secara tepat sasaran, sehingga sektor pertanian Jember tetap kuat sebagai salah satu lumbung pangan di Jawa Timur.



