Kolaborasi BBIB Singosari dan DKP3 Jember Lahirkan Inseminator Handal untuk Dukung Ketahanan Pangan Nasional

Jember, 23 Februari 2026 – Dinas Ketahanan Pangan, Peternakan, dan Perikanan (DKP3) Kabupaten Jember berhasil menyelenggarakan program magang bagi 17 peserta Bimbingan Teknis (Bimtek) Inseminasi Buatan (IB) dari Balai Besar Inseminasi Buatan (BBIB) Singosari Angkatan 1 Tahun 2026. Kegiatan yang berlangsung dari 5 hingga 9 Februari 2026 ini bertujuan meningkatkan keterampilan teknis inseminator sebagai upaya strategis memperkuat populasi dan produktivitas ternak di berbagai daerah di Indonesia.

Acara penerimaan peserta digelar pada Kamis, 5 Februari 2026, di Aula DKP3 Kabupaten Jember. Sebanyak 17 inseminator yang berasal dari berbagai wilayah Indonesia langsung diterjunkan ke tujuh Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) di Kabupaten Jember. Penempatan ini menjadikan Puskeswan sebagai garda terdepan pelayanan peternakan sekaligus tempat praktik langsung bagi para peserta selama masa magang yang relatif singkat tersebut.

Optimalisasi Waktu Magang untuk Praktik Lapangan Intensif

Dalam sambutannya saat penerimaan, Sekretaris DKP3 Kabupaten Jember menekankan pentingnya memanfaatkan waktu lima hari secara maksimal sebagai laboratorium praktik. Para peserta diminta proaktif menyerap ilmu teknis serta pengalaman lapangan di bawah bimbingan dokter hewan dan paramedik veteriner Puskeswan. Bekal praktis yang diperoleh diharapkan menjadi modal utama bagi mereka untuk meningkatkan kualitas genetik ternak di daerah asal masing-masing secara berkelanjutan.

Selama periode 5–9 Februari 2026, para peserta mendapatkan pendampingan intensif di lapangan. Fokus utama kegiatan adalah pembentukan keterampilan teknis matang dalam pelaksanaan inseminasi buatan, termasuk penanganan berbagai dinamika dan tantangan nyata yang muncul saat berinteraksi dengan ternak serta peternak di tingkat desa.

Peran Strategis Inseminator dalam Ketahanan Pangan Nasional

Kepala Bidang Peternakan DKP3 Kabupaten Jember, drh. Elok Kristanti, menegaskan bahwa inseminator merupakan tulang punggung utama dalam ekosistem peternakan nasional. Keberhasilan reproduksi ternak sangat bergantung pada teknik inseminasi yang tepat, yang pada akhirnya berdampak langsung terhadap peningkatan populasi ternak, produktivitas, serta ketahanan pangan dan kesejahteraan peternak.

Selain keahlian teknis, drh. Elok Kristanti juga menyoroti perlunya mentalitas kuat untuk menghadapi situasi lapangan yang sering tidak terduga. Pengalaman magang di Jember diharapkan mampu membentuk karakter petugas yang profesional, tangguh, dan siap mengatasi kendala teknis maupun nonteknis di wilayah tugas mereka.

Pengalaman Peserta dan Apresiasi atas Kolaborasi Antarinstansi

Para peserta mengaku memperoleh pengalaman berharga selama praktik lapangan. Salah satu perwakilan menyatakan bahwa interaksi langsung dengan karakter hewan yang beragam serta dinamika bersama peternak memberikan gambaran realistis tentang tantangan profesi. Dukungan penuh dari tim pendamping Puskeswan sangat membantu dalam menemukan solusi atas berbagai kendala yang dihadapi.

Perwakilan BBIB Singosari menyampaikan apresiasi tinggi kepada DKP3 Kabupaten Jember beserta seluruh tim Puskeswan atas keberhasilan kolaborasi ini. Program magang dinilai efektif dalam mentransfer pengetahuan praktis kepada peserta. Rangkaian kegiatan ditutup pada Senin, 9 Februari 2026, dengan pelepasan resmi di Aula DKP3 Jember serta sesi foto bersama sebagai simbol suksesnya koordinasi lintas instansi.

Melalui program ini, Kabupaten Jember menunjukkan komitmennya sebagai mitra strategis dalam pengembangan sumber daya manusia sektor peternakan nasional. Diharapkan, 17 inseminator tersebut dapat menjadi agen perubahan yang kompeten di daerah masing-masing, turut mendorong transformasi peternakan Indonesia menuju arah yang lebih produktif dan berkelanjutan.

Related Articles

Back to top button