Pemerintah Kabupaten Jember Gelar Serangkaian Gerakan Pangan Murah (GPM) Jelang Idul Fitri 2026 untuk Stabilkan Harga dan Pasokan Pangan

Jember, 26 Februari 2026 – Pemerintah Kabupaten Jember melalui Dinas Ketahanan Pangan, Peternakan dan Perikanan terus menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) di berbagai wilayah sebagai upaya strategis menjaga stabilitas pasokan serta harga bahan pangan pokok menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Puasa dan Idul Fitri 2026. Kegiatan ini menjadi langkah nyata dalam pengendalian inflasi daerah sekaligus meringankan beban ekonomi masyarakat di tengah potensi peningkatan permintaan bahan pangan pada periode Ramadan dan Lebaran.

Gerakan Pangan Murah pertama dilaksanakan pada Rabu, 25 Februari 2026, di Balai Desa Wringinagung, Kecamatan Jombang, Kabupaten Jember. Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 08.00 WIB tersebut disambut antusiasme tinggi oleh warga setempat. Masyarakat memadati lokasi sejak pagi untuk memperoleh berbagai komoditas strategis dengan harga di bawah pasaran. Program serupa kemudian dilanjutkan di lokasi lain, termasuk di Desa Kraton, Kecamatan Kencong, pada 26 Februari 2026, menunjukkan komitmen pemerintah daerah untuk menjangkau lebih banyak wilayah di Kabupaten Jember.

Komoditas Strategis Dijual dengan Harga Terjangkau

Berbagai bahan pangan pokok disediakan dalam kegiatan ini dengan harga yang jauh lebih rendah dibandingkan harga pasar umum. Di antaranya minyak goreng dijual seharga Rp15.000 per liter, telur ayam ras Rp27.000 per kilogram, gula produksi PG Semboro Rp14.000 per kilogram, serta beras SPHP dari Perum BULOG seharga Rp55.000 per kemasan. Selain itu, tersedia pula daging ayam, bawang merah, bawang putih, produk perikanan, serta hasil peternakan lainnya.

Harga-harga tersebut menjadi daya tarik utama bagi masyarakat, sehingga transaksi berlangsung lancar, tertib, dan kondusif sepanjang pelaksanaan kegiatan. Antusiasme warga terlihat jelas, dengan banyak penduduk memanfaatkan kesempatan ini untuk memenuhi kebutuhan stok menjelang bulan suci Ramadan.

Sinergi Pemerintah, BUMN, Pelaku Usaha, dan Masyarakat

Kegiatan Gerakan Pangan Murah ini melibatkan kerja sama erat antara pemerintah daerah dengan berbagai pihak. Di Desa Wringinagung, misalnya, turut serta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Kabupaten Jember (DTPHP), Prima Freshmart, Stand Sayur Balap, Cimory, PT Sasa Inti, GarudaFood, Juragan Telur, serta UMKM setempat. Sementara di Desa Kraton, partisipasi mencakup Perum BULOG, Rajawali Nusantara Indonesia (RNI), serta UMKM Desa Kraton.

Kolaborasi ini tidak hanya memastikan ketersediaan pasokan yang aman, tetapi juga memperkuat sinergi antara pemerintah, BUMN, pelaku usaha, kelompok tani, dan masyarakat dalam menjaga ketahanan pangan daerah. Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Peternakan dan Perikanan Kabupaten Jember menyampaikan bahwa program ini bertujuan membantu masyarakat memperoleh bahan pangan dengan harga lebih terjangkau sekaligus menjaga stabilitas harga di pasaran.

Komitmen Pengendalian Inflasi dan Dukungan Daya Beli

Gerakan Pangan Murah merupakan salah satu instrumen pengendalian inflasi daerah yang terus digalakkan Pemerintah Kabupaten Jember. Momentum HBKN Puasa dan Idul Fitri sering kali memicu lonjakan permintaan, yang berpotensi menaikkan harga bahan pokok. Melalui operasi pasar dan GPM di sejumlah titik, pemerintah daerah berupaya meminimalkan dampak tersebut.

Dengan pelaksanaan program ini di berbagai kecamatan, diharapkan masyarakat dapat menyambut bulan suci Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri 2026 dengan lebih tenang. Stabilitas harga dan pasokan pangan yang terjaga akan turut mendukung daya beli masyarakat serta meningkatkan kesejahteraan secara keseluruhan di Kabupaten Jember. Pemerintah daerah berkomitmen melanjutkan langkah-langkah serupa untuk memastikan ketahanan pangan tetap terjaga sepanjang tahun.

Related Articles

Back to top button