Pemerintah Jember Kuatkan Perlindungan Anak dan Kesiapsiagaan Bencana Lewat Edukasi di Sekolah pada Bunga Desaku Ke-7 Kencong

Kencong, 24 November 2025 – Dalam rangkaian Program Bunga Desaku ke-7 di Kecamatan Kencong, Pemerintah Kabupaten Jember melalui dinas terkait secara masif memperkuat perlindungan anak dan kesadaran kebencanaan di kalangan pelajar. Dua kegiatan edukasi yang berlangsung di sekolah-sekolah setempat menjadi bukti nyata bahwa program “Bupati Ngantor di Desa” tidak hanya mendekatkan birokrasi, tetapi juga membawa layanan preventif dan pemberdayaan langsung ke tengah masyarakat, khususnya generasi muda.
DP3AKB Sosialisasikan Sekolah Ramah Anak di SDN Kraton 1
Pada Jumat, 21 November 2025, Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Jember menggelar sosialisasi Sekolah Ramah Anak (SRA) di SDN Kraton 1, Desa Kraton, Kecamatan Kencong. Kegiatan yang diikuti seluruh siswa kelas 1 hingga 6 ini dipimpin langsung Kabid Perlindungan Anak, Sugeng Riyadi, S.E., bersama tim UPTD PPA.
Dalam sesinya, anak-anak diajarkan empat hak dasar anak (hak hidup, tumbuh kembang, perlindungan, dan partisipasi), prinsip sekolah tanpa diskriminasi, serta cara mencegah dan menangani bullying. Materi krusial lainnya adalah edukasi body safety: mengenali bagian tubuh pribadi yang tidak boleh disentuh orang lain serta keberanian mengatakan “tidak” bila merasa tidak nyaman.
“Kunci tumbuh kembang anak yang optimal adalah lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan menyenangkan. Sekolah Ramah Anak bukan sekadar slogan, melainkan komitmen bersama,” tegas Sugeng Riyadi.
Acara ditutup dengan senam bersama dan permainan edukatif yang membuat suasana tetap ceria sekaligus memperkuat pemahaman siswa tentang saling menghargai.
BPBD Edukasi 854 Siswa SMPN 1 Kencong Soal Tanggap Bencana
Sehari berselang, Sabtu 22 November 2025, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember memberikan edukasi kebencanaan kepada 854 siswa SMP Negeri 1 Kencong. Kegiatan yang merupakan bagian dari Apel Siswa dalam Program Bunga Desaku ini menghadirkan instruktur M. Agus Shofarudin, S.Pd., sebagai narasumber.
Materi mencakup jenis-jenis bencana, teknik penyelamatan diri, serta peran pelajar sebagai agen kesiapsiagaan di sekolah dan rumah. Untuk menjaga antusiasme, BPBD menggelar kuis interaktif berhadiah alat tulis dan makanan tambahan bergizi.
Para guru menyambut baik metode penyampaian yang komunikatif dan sesuai usia remaja. Pihak sekolah berharap kegiatan serupa dapat rutin digelar mengingat posisi strategis pelajar sebagai kelompok rentan sekaligus potensial menjadi motor perubahan kesadaran bencana di lingkungan keluarga.
Sinergi Nyata dalam Satu Program
Kedua kegiatan tersebut menunjukkan bagaimana Program Bunga Desaku mampu mengintegrasikan berbagai dinas untuk memberikan layanan preventif secara langsung di tingkat desa dan sekolah. Dalam waktu hanya dua hari, ratusan anak di Kencong mendapat bekal penting: merasa aman di sekolah, berani melawan bullying dan kekerasan seksual, serta siap menghadapi bencana.
Keberhasilan ini semakin mengukuhkan Bunga Desaku sebagai model pendekatan pemerintahan yang tidak hanya hadir secara fisik, tetapi juga membawa solusi konkret bagi isu-isu krusial perlindungan anak dan pengurangan risiko bencana, demi terwujudnya generasi Jember yang lebih tangguh, aman, dan sejahtera.



