Pemerintah Kabupaten Jember Intensif Lakukan Monitoring dan Evaluasi Program Kampung KB di Berbagai Kecamatan

Jember, 15 November 2025 – Sepanjang awal November 2025, sejumlah kecamatan di Kabupaten Jember secara serentak melaksanakan kegiatan monitoring, evaluasi, dan penguatan program Kampung Keluarga Berkualitas (Kampung KB). Kegiatan yang melibatkan Pokja Kampung KB, kader lapangan, serta unsur pemerintah kecamatan ini menunjukkan komitmen kuat pemerintah daerah dalam memastikan program kependudukan, keluarga berencana, dan pembangunan keluarga berjalan efektif serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Kegiatan serupa digelar di Kecamatan Patrang, Sumbersari, Ajung, dan Rambipuji pada rentang 5–6 November 2025. Meskipun lokasi dan penyelenggara berbeda, semua pertemuan memiliki fokus yang sama: mengevaluasi capaian program, mengidentifikasi kendala, serta merumuskan langkah penguatan ke depan.
Patrang Tekankan Koordinasi dan Solusi Permasalahan Lapangan
Di Pendopo Kecamatan Patrang pada 5 November 2025, Sekretaris Camat Achmad Sudawi memimpin evaluasi Pokja Kampung KB. Ia menegaskan bahwa kerja tim yang solid menjadi kunci keberhasilan program. Beberapa permasalahan yang mencuat antara lain rendahnya kesadaran masyarakat terhadap program KB serta keterbatasan akses informasi dan pelayanan kesehatan. Pihak kecamatan berkomitmen meningkatkan intensitas sosialisasi dan dukungan kepada masyarakat.
Sumbersari Beri Apresiasi kepada Kelurahan Kranjingan
Satu hari setelahnya, 6 November 2025, Kelurahan Kranjingan menjadi salah satu yang mendapat penilaian positif dalam monitoring Pokja Kampung KB Kecamatan Sumbersari. Koordinator Penyuluh KB setempat menyatakan pelaksanaan program di Kranjingan telah berjalan baik dan konsisten. Namun, kelurahan ini tetap didorong untuk memaksimalkan pengunggahan dokumen Rencana Kerja Masyarakat (RKM) ke sistem digital, mengingat pada 2026 pengunggahan RKM 100 persen akan menjadi kewajiban bagi seluruh kelurahan.
Ajung Gelar Monev Komprehensif Berbasis RKM 2025
Di Kecamatan Ajung, Camat Muhammad Sifak Beni Kurniawan secara langsung memimpin kegiatan Monitoring dan Evaluasi Capaian Kegiatan Kampung KB berbasis RKM Tahun 2025 pada 5 November 2025. Hasil evaluasi menunjukkan sebagian besar target kegiatan telah tercapai sesuai jadwal, termasuk kelas ibu hamil, posyandu remaja, pelatihan wirausaha keluarga, dan edukasi kesehatan reproduksi. Kendala yang masih dijumpai antara lain keterbatasan sumber daya dan perlunya peningkatan partisipasi masyarakat. Sejumlah langkah strategis disepakati, di antaranya penguatan kapasitas kader, optimalisasi lintas sektor, pemanfaatan teknologi informasi, serta inovasi sosialisasi.
Rambipuji Perkuat Kelembagaan dan Sinergi Antar-Desa
Masih pada 6 November 2025, Kecamatan Rambipuji menggelar kegiatan koordinasi dan penguatan program Kampung KB di Pendopo Kecamatan. Camat Roni Herman Baza menekankan bahwa Kampung KB merupakan gerakan sosial yang harus didukung kolaborasi lintas sektor. Narasumber dari DP3AKB Kabupaten Jember, Hadi Ihdiny, menyampaikan materi penguatan kelembagaan serta pentingnya peran kader dalam layanan KB, pendidikan keluarga, dan pemberdayaan ekonomi. Kegiatan berlangsung interaktif dengan melibatkan perwakilan dari seluruh desa di Rambipuji.
Komitmen Bersama Wujudkan Keluarga Berkualitas
Rangkaian kegiatan di empat kecamatan tersebut mencerminkan keseriusan Pemerintah Kabupaten Jember dalam mengawal program Kampung KB. Melalui monitoring rutin, evaluasi berbasis data, serta penguatan koordinasi antar-stakeholder, diharapkan program ini mampu mengatasi permasalahan kependudukan, meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap keluarga berencana, dan pada akhirnya mewujudkan keluarga yang sehat, sejahtera, mandiri, dan berkualitas di seluruh wilayah Kabupaten Jember.
Ke depan, sinergi antara pemerintah kecamatan, kelurahan/desa, Pokja Kampung KB, kader lapangan, dan masyarakat menjadi kunci utama keberhasilan program strategis nasional ini.



