DPRKPCK Jember Percepat Peningkatan Infrastruktur Air Bersih di Wilayah Pedesaan

Jember, 15 November 2025 – Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Cipta Karya (DPRKPCK) Kabupaten Jember terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan akses air bersih bagi masyarakat pedesaan. Melalui serangkaian proyek penggantian pipa dan pembangunan sarana penangkap air, layanan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di sejumlah desa mengalami peningkatan signifikan, baik dari segi debit, kualitas, maupun cakupan penerima manfaat.
Pada November 2025, tim DPRKPCK melakukan monitoring langsung terhadap dua proyek strategis, yaitu pembangunan penangkap air dan penggantian 290 lonjor pipa di Dusun Gendir, Desa Klungkung, Kecamatan Sukorambi, serta pemasangan pipa baru di jalur distribusi utama Desa Sumber Bulus, Kecamatan Ledokombo.
Perbaikan Jaringan di Klungkung: Dari Aliran Lemah hingga Kualitas Air Bersih
Di Dusun Gendir, Desa Klungkung, warga selama ini mengandalkan pipa swadaya masyarakat yang sering bocor dan bertekanan rendah. Akibatnya, air kerap keruh, terutama saat musim hujan, dan hanya sekitar 70 rumah yang dapat menikmati aliran secara rutin.
Melalui proyek yang dimonitor pada Senin, 10 November 2025, DPRKPCK membangun penangkap air langsung di sumber mata air untuk meningkatkan tekanan aliran. Selain itu, 290 lonjor pipa lama diganti dengan pipa berstandar SNI yang lebih kuat, tahan tekanan tinggi, dan awet terhadap perubahan cuaca.
“Dengan penangkap air baru, aliran menjadi lebih stabil dan dapat menjangkau wilayah bawah dengan lebih cepat,” jelas tim DPRKPCK. Setelah proyek rampung, jumlah rumah yang memperoleh air bersih diperkirakan melonjak menjadi sekitar 200 rumah.
Peningkatan Kapasitas di Sumber Bulus: Menuju 1.000 Sambungan Rumah
Di Desa Sumber Bulus, Kecamatan Ledokombo, kebutuhan air bersih yang terus bertambah mendorong DPRKPCK memperbesar ukuran pipa distribusi utama. Monitoring dilakukan pada Kamis, 13 November 2025, untuk memastikan pemasangan pipa berstandar SNI berjalan sesuai spesifikasi teknis, termasuk kedalaman galian dan kekuatan sambungan.
Sebelum ada program SPAM, warga harus berjalan hingga 200 meter untuk mengambil air dari sumber alami, dan pengguna sambungan rumah (SR) terpaksa membagi waktu karena debit terbatas. Saat ini tercatat 700 SR aktif, dan setelah perbesaran pipa selesai —ditargetkan sebelum akhir November 2025— jumlahnya diproyeksikan mencapai 1.000 SR atau lebih.
“Penambahan kapasitas ini kami lakukan agar debit air meningkat dan layanan SPAM bisa menjangkau lebih banyak rumah,” ungkap tim pelaksana proyek.
Komitmen Pemerintah Daerah terhadap Keberlanjutan Layanan Air Bersih
Kedua proyek tersebut mencerminkan respons cepat DPRKPCK terhadap aspirasi masyarakat yang terus disampaikan sejak pertengahan tahun 2025. Penggunaan pipa berstandar SNI menjadi prioritas untuk menjamin ketahanan infrastruktur dalam jangka panjang, sekaligus mengurangi risiko kebocoran dan kerusakan akibat cuaca ekstrem.
Dengan langkah-langkah ini, Pemerintah Kabupaten Jember melalui DPRKPCK terus berupaya memastikan akses air bersih yang merata, berkualitas, dan berkelanjutan bagi warga pedesaan, sekaligus mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat di wilayah Sukorambi dan Ledokombo.



