Pertemuan Tokoh Tani dan Pelatihan Integrated Farming System Perkuat Inovasi Pertanian Terpadu serta Ketahanan Pangan Berkelanjutan di Jember

Jember, 13 November 2025 — Pemerintah Kabupaten Jember terus mendorong inovasi di sektor pertanian dan peternakan sebagai upaya memperkuat ketahanan pangan berkelanjutan. Melalui serangkaian kegiatan pelatihan teknologi tepat guna dan diskusi lintas sektor, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) serta instansi terkait berfokus pada pemberdayaan masyarakat desa, pengelolaan sumber daya lokal, dan kolaborasi antarpihak untuk meningkatkan kesejahteraan warga.

Pelatihan Integrated Farming System

Desa Curahlele, Kecamatan Balung, menjadi lokasi pelaksanaan pelatihan Pemanfaatan Teknologi Tepat Guna berbasis Integrated Farming System. Kegiatan yang digelar di Aula Balai Desa Curahlele pada 5 November 2025 ini diikuti oleh 20 peserta, meliputi pengurus BUMDesa, ibu-ibu PKK, inovator desa, serta perangkat desa setempat. Pelatihan ini dibuka secara resmi oleh Kepala Bidang Sarana dan Prasarana DPMD Kabupaten Jember, dengan tujuan utama meningkatkan kemampuan masyarakat dalam mengembangkan sistem pertanian terpadu yang ramah lingkungan.

Dua sesi materi utama disampaikan disertai praktik langsung di lapangan. Pertama, Purwoto dari Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Kabupaten Jember memaparkan pengolahan limbah ternak menjadi pupuk organik. Peserta diajak mempraktikkan pembuatan pupuk dari kotoran ternak, yang menekankan manfaat limbah sebagai sumber daya ekonomi baru sekaligus mendukung keberlanjutan lingkungan. Kedua, Budi Utomo, dosen dari Politeknik Negeri Jember (Polije), menyajikan pelatihan pengolahan susu sapi menjadi kevir serta proses pasteurisasi untuk menetralkan bakteri dalam susu segar. Inisiatif DPMD ini mendapat apresiasi peserta, yang menilai materi sangat relevan dengan profesi mayoritas warga di bidang pertanian dan peternakan. Penerapan Integrated Farming System diharapkan menjadikan Desa Curahlele sebagai model kemandirian desa melalui inovasi teknologi tepat guna.

Pertemuan Tokoh Tani untuk Sinergi Ketahanan Pangan

Desa Keting, Kecamatan Jombang, menggelar diskusi kelompok tani yang dihadiri Bupati Jember Muhammad Fawait, Ketua TP PKK Kabupaten Jember, Plh Sekda Jupriono, Ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Jember, TP3D, kepala OPD, serta kepala desa se-Kecamatan Jombang. Acara ini di gelar pada tanggal 9 November dan dibuka dengan lagu Indonesia Raya pada pukul 12.30 WIB.

Dua narasumber utama hadir: Yosi dan Nyoman Ari Wibowo dari TP3D. Yosi menyampaikan kajian pola pangan Kabupaten Jember, menekankan bahwa ketahanan pangan meliputi ketersediaan, akses, serta pangan sehat, aman, dan bergizi di tingkat rumah tangga. Faktor ekonomi seperti pendapatan rumah tangga dan non-ekonomi seperti budaya masyarakat turut memengaruhi, di mana budaya makan terbentuk dari pengamatan sehari-hari, terutama pada anak-anak. Politeknik Negeri Jember sedang mengembangkan film kartun edukatif tentang budaya makan ikan untuk menanamkan kesadaran dini. Yosi juga menyoroti peran perguruan tinggi dalam pemberdayaan, bukan hanya tanggung jawab pemerintah daerah. Peserta mengharapkan pendampingan pengelolaan sampah organik untuk meningkatkan produktivitas dan ketahanan pangan rumah tangga.

Bupati Muhammad Fawait dalam sambutannya menekankan sinergi pemerintah, masyarakat, dan akademisi. Ia mengajak memanfaatkan saluran wadul guse untuk keluhan masyarakat, serta memastikan bantuan pusat segera digelontorkan dengan data pemetaan yang jelas. Program Universal Health Coverage (UHC) disebut sebagai fasilitas kesehatan gratis bagi seluruh warga Jember. Di sektor pertanian, Bupati mengingatkan prestasi Jember sebagai juara produksi padi nasional di masa lalu, namun kini beberapa kelompok tani tidak aktif. Ia mendorong remajaan kelompok tani dengan melibatkan anak muda berbasis teknologi, agar Kecamatan Jombang menjadi contoh perubahan positif melalui gotong royong dan inovasi.

Dampak dan Harapan ke Depan

Kedua kegiatan ini saling melengkapi dalam memperkuat pondasi ketahanan pangan Jember. Pelatihan di Curahlele memberikan keterampilan praktis pengelolaan limbah dan pengolahan produk peternakan, sementara diskusi di Keting membangun strategi lintas sektoral termasuk pemberdayaan akademisi dan remajaan kelompok tani. Upaya ini tidak hanya menambah nilai ekonomi lokal, tetapi juga menumbuhkan kesadaran pengelolaan sumber daya alam secara bijak, Ke depan, kolaborasi berkelanjutan diharapkan mempercepat pencapaian ketahanan pangan yang inklusif dan berkelanjutan di seluruh wilayah Jember.

Related Articles

Back to top button