Dari Kekeringan ke Aliran Lancar: DPRKPCK Jember Percepat Infrastruktur Air Bersih di Sukowiryo dan Karangpring

Jember, 7 November 2025 – Upaya Pemerintah Kabupaten Jember dalam menyediakan akses air bersih bagi masyarakat di wilayah rawan kekeringan terus menunjukkan kemajuan signifikan. Melalui Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Cipta Karya (DPRKPCK), dua proyek utama sedang dikerjakan di Desa Sukowiryo, Kecamatan Jelbuk, dan Desa Karangpring, Kecamatan Sukorambi. Proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) ini mencakup pembangunan sumur baru dan perbaikan jaringan pipa, guna mengatasi ketergantungan warga pada sumber air jauh serta memastikan aliran air yang stabil dan layak konsumsi.

Latar Belakang Masalah Akses Air Bersih

Masyarakat di kedua desa tersebut telah lama menghadapi tantangan kekeringan berkepanjangan, terutama pada musim kemarau. Di Desa Sukowiryo, warga harus menempuh jarak jauh ke sungai untuk mandi atau mengambil air minum dari Desa Biting menggunakan jerigen, seperti diungkapkan Takmir Masjid Baitul Amin, Pak Mar. Sementara di Desa Karangpring, jaringan air swadaya masyarakat dengan pipa tipis dan berkualitas rendah sering pecah, menyebabkan air bercampur lumpur dan aliran tidak stabil. Pengurus kelompok air setempat harus memeriksa saluran setiap tiga hari sekali. Kondisi ini mendorong aspirasi warga yang disampaikan melalui pemerintah desa kepada DPRKPCK Jember, yang kemudian menetapkan kedua lokasi sebagai prioritas penanganan.

Progres Pembangunan SPAM di Desa Sukowiryo

Proyek SPAM di Desa Sukowiryo dimulai dengan pengeboran sumur air tanah sedalam 100 meter di belakang Masjid Baitul Amin, sejak 22 Oktober 2025, dan ditargetkan selesai akhir November 2025. Kegiatan ini mencakup pemasangan daya listrik baru, pembangunan instalasi pipa distribusi, serta penyediaan tandon air untuk sistem terpadu. Sebelum pelaksanaan, warga menggelar doa bersama di masjid sebagai bentuk syukur dan harapan kelancaran proses.

Pada 29 Oktober 2025, DPRKPCK Jember bersama pengawas lapangan dan takmir masjid melakukan monitoring untuk memastikan kesesuaian standar teknis dan jadwal. Setelah rampung, fasilitas akan diserahkan kepada masyarakat untuk dikelola bersama takmir Masjid Baitul Amin dan pemerintah desa, termasuk perawatan dan penyaluran air ke rumah-rumah warga sekitar. Proyek ini diharapkan menghilangkan ketergantungan pada sumber air jauh, sehingga meningkatkan kualitas hidup sehari-hari.

Perbaikan Jaringan Distribusi di Desa Karangpring

Di Desa Karangpring, fokus perbaikan tertuju pada penggantian pipa lama dengan 295 lonjor pipa berstandar SNI yang lebih kuat, tahan tekanan, dan menjaga kebersihan air. Monitoring oleh tim DPRKPCK Jember dilakukan pada 30 Oktober 2025 di tengah proses pergantian, meski medan perbukitan yang terjal dan berbatu menyulitkan akses. Warga setempat, Asmari, menyatakan bahwa jaringan lama hanya melayani sekitar 125 rumah tangga, dan setelah perbaikan diperkirakan mencapai 250 rumah tangga dengan aliran lebih stabil.

Selain aspek teknis, DPRKPCK memberikan pendampingan kepada kelompok pengelola air masyarakat mengenai manajemen distribusi, pengelolaan dana perawatan, dan tata kelola administrasi. Tim teknis menekankan pentingnya legalitas formal bagi kelompok tersebut, karena air merupakan milik negara dan pengelolaannya harus sesuai aturan hukum untuk keberlanjutan jangka panjang.

Dampak dan Komitmen Ke Depan

Kedua proyek ini mencerminkan komitmen DPRKPCK Jember dalam memastikan akses air bersih merata di pelosok kabupaten, dengan pendekatan yang melibatkan masyarakat dalam pengelolaan berkelanjutan. Rampungnya infrastruktur di Sukowiryo dan Karangpring diharapkan tidak hanya menyelesaikan masalah kekeringan saat ini, tetapi juga menjadi model bagi wilayah lain di Jember untuk mewujudkan penyediaan air bersih yang layak dan andal.

Related Articles

Back to top button