Sekolah Rakyat Hadir di Jember, Gus Fawait dan Gus Ipul Tegaskan Komitmen Pemerataan Pendidikan

Komitmen terhadap pemerataan pendidikan dan keadilan sosial kembali ditegaskan oleh Bupati Jember, Gus Fawait. Kali ini, ia bersinergi dengan Menteri Sosial Republik Indonesia, Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, untuk menyosialisasikan Program Sekolah Rakyat—gagasan dari Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.
Program ini dirancang khusus untuk menjangkau kelompok masyarakat yang selama ini terpinggirkan dari sistem pendidikan formal. Tujuannya bukan hanya menyediakan akses belajar, tetapi juga memutus rantai kemiskinan antargenerasi melalui pendidikan yang inklusif dan relevan dengan realitas kehidupan.
Di Jember, Sekolah Rakyat akan dibangun di kawasan Jember Sport Garden (JSG), memanfaatkan lahan seluas 9 hektare. Kawasan ini akan dikembangkan sebagai pusat pembelajaran terbuka yang menyasar kelompok Desil 1 dan Desil 2—kelompok ekonomi terbawah yang paling rentan terhadap berbagai tekanan sosial dan ekonomi.
“Sekolah Rakyat adalah bukti nyata kehadiran negara. Kami ingin memastikan tidak ada warga Jember yang tertinggal hanya karena keterbatasan ekonomi,” ujar Gus Fawait.
Dengan pendekatan berbasis komunitas, kurikulum yang fleksibel, dan materi pembelajaran yang langsung menyentuh kehidupan sehari-hari, Sekolah Rakyat diharapkan menjadi titik balik perubahan. Bukan sekadar mencerdaskan, tapi juga memberdayakan.
Menteri Sosial, Gus Ipul, menyambut hangat inisiatif ini. Ia menyebut Sekolah Rakyat sebagai gerakan sosial yang sejalan dengan visi besar pemerintah dalam membangun Indonesia dari pinggiran.
“Ini bukan sekadar sekolah, tapi gerakan untuk memulihkan hak-hak rakyat atas pendidikan. Dari sinilah kita mulai membangun masa depan yang lebih adil dan berdaya,” ungkapnya.
Pembangunan Sekolah Rakyat di Jember tak hanya bicara soal gedung. Lebih dari itu, ini adalah simbol hadirnya harapan baru bagi mereka yang selama ini merasa tak tersentuh oleh sistem. Sebuah pesan bahwa pendidikan bukan hak istimewa, melainkan hak semua orang.
Lewat program ini, Jember menegaskan peran sebagai pelopor gerakan perubahan. Dari pendidikan lahir kemandirian. Dari rakyat dibangun masa depan.



