Pelatihan Digital Farming di Jember: Dorong Petani Milenial Menuju Pertanian Modern

Pelatihan Digital Farming di Jember: Dorong Petani Milenial Menuju Pertanian Modern

Ambulu, Jember – Dalam upaya mempercepat transformasi pertanian menuju era digital, Bank Indonesia (BI) Jember bekerja sama dengan Universitas Jember (UNEJ) dan Ansa School menggelar pelatihan digital farming untuk klaster pangan tahun 2025. Kegiatan ini berlangsung pada hari Rabu, 21 Mei 2025, di Kelompok Tani Suka Maju Terus, Desa Sumberejo, Kecamatan Ambulu, Kabupaten Jember. Pelatihan ini dihadiri oleh perwakilan Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Kabupaten Jember serta sejumlah petani milenial yang menjadi peserta utama.

Digital farming, atau pertanian digital, merupakan penerapan teknologi digital untuk meningkatkan efisiensi, produktivitas, dan keberlanjutan di sektor pertanian. Seiring perkembangan teknologi, digital farming kini menjadi kebutuhan mendesak untuk menjawab tantangan pertanian modern. Teknologi ini mencakup precision farming dengan penggunaan sensor, GPS, dan drone untuk memantau kondisi tanaman dan tanah; sistem informasi pertanian berbasis aplikasi dan platform online; pemanfaatan Internet of Things (IoT) untuk memonitor lingkungan dan tanaman; serta analisis data untuk memprediksi hasil panen dan mendeteksi potensi masalah. Pendekatan ini memungkinkan petani untuk meningkatkan hasil panen, menekan biaya produksi, dan mendukung keberlanjutan lingkungan.

Pelatihan yang berlangsung selama satu hari ini resmi dibuka oleh Niken Sih Wigati, Manajer Fungsi Pelaksana Pengembangan UMKM, Keuangan Inklusi, dan Syariah Bank Indonesia Jember. Dalam sambutannya, Niken menegaskan komitmen BI untuk mendukung modernisasi pertanian melalui pendekatan digital.

Peserta pelatihan, yang sebagian besar adalah petani milenial, mendapatkan materi komprehensif tentang konsep dan aplikasi digital farming. Selain sesi teori, mereka juga diberikan kesempatan untuk mempraktikkan teknologi tersebut secara langsung di lahan pertanian. Pendekatan ini memungkinkan peserta untuk memahami secara nyata bagaimana teknologi seperti sensor, aplikasi pertanian, dan analisis data dapat diterapkan dalam aktivitas sehari-hari. Kegiatan ini dirancang untuk memberikan pengalaman langsung yang relevan dengan kebutuhan petani di lapangan.

Pasca-pelatihan, Niken Sih Wigati menyampaikan bahwa akan ada program pendampingan untuk budidaya tanam padi dengan pendekatan digital farming, mulai dari tahap awal hingga panen. Pendampingan ini bertujuan untuk memastikan petani dapat mengimplementasikan teknologi secara optimal dan berkelanjutan.

Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam mendukung transformasi pertanian di Kabupaten Jember, khususnya dalam menghadapi tantangan produktivitas dan efisiensi di era modern. Dengan melibatkan petani milenial, pelatihan ini juga diharapkan dapat meningkatkan minat generasi muda terhadap sektor pertanian yang kini didukung teknologi canggih. Ke depannya, kolaborasi antara BI Jember, UNEJ, Ansa School, dan dinas terkait diharapkan terus mendorong inovasi pertanian digital untuk mendukung ketahanan pangan dan kesejahteraan petani di Indonesia.

Related Articles

Back to top button