FGD BRIN-UNEJ-BPP Ajung Bahas Solusi Angkutan Pedesaan Guna Percepat Swasembada Pangan

FGD BRIN-UNEJ-BPP Ajung Bahas Solusi Angkutan Pedesaan Guna Percepat Swasembada Pangan

Ajung, Jember – Pada hari Rabu, 21 Mei 2025, pukul 09.00 WIB, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melalui Pusat Riset Kesejahteraan, Sosial, Desa, dan Konektivitas berkolaborasi dengan Universitas Jember (UNEJ) dan Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Ajung menggelar Focus Group Discussion (FGD) di dua lokasi, yaitu Balai Desa Klompangan dan Balai Desa Ajung, Kecamatan Ajung, Kabupaten Jember. Kegiatan ini bertujuan untuk mengoptimalkan kinerja angkutan pedesaan guna mendukung program swasembada pangan nasional.

FGD ini dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan, termasuk Peneliti Senior BRIN, Kepala Desa Klompangan dan Ajung, Penyuluh Pertanian, serta perwakilan Kelompok Tani (Poktan) setempat. Diskusi berlangsung secara interaktif, dengan para petani berpartisipasi aktif menyampaikan pandangan, keluhan, dan saran terkait tantangan di sektor pertanian. Masukan dari peserta FGD ini diharapkan menjadi bahan berharga bagi BRIN untuk merumuskan kebijakan pertanian yang lebih tepat sasaran dan berorientasi pada kebutuhan riil petani di lapangan.

Salah satu isu utama yang mengemuka dalam diskusi adalah peran krusial angkutan pedesaan dalam mendukung efisiensi usaha tani. Meskipun sering luput dari perhatian, sistem angkutan pedesaan memiliki dampak signifikan terhadap biaya produksi pertanian. Kondisi jalan usaha tani yang kurang memadai kerap menghambat mobilisasi alat mesin pertanian, seperti traktor atau mesin panen, yang pada akhirnya meningkatkan biaya operasional petani. Selain itu, petani juga mengeluhkan ketidakpastian harga panen yang tidak sebanding dengan kenaikan biaya usaha tani. Hal ini menyebabkan keuntungan petani sering kali tidak memadai, yang pada gilirannya memengaruhi minat generasi muda untuk terjun ke sektor pertanian. Banyak di antara mereka yang menganggap profesi petani kurang bergengsi dan tidak menjanjikan secara finansial.

Untuk mendalami permasalahan tersebut, kegiatan FGD dilanjutkan dengan sesi wawancara personal bersama para petani. Sesi ini bertujuan untuk menggali lebih dalam kondisi riil yang dihadapi petani di lapangan, termasuk tantangan operasional sehari-hari dan hambatan dalam mencapai produktivitas optimal. Data dan masukan dari wawancara ini akan menjadi bagian dari analisis BRIN untuk mengembangkan solusi yang lebih kontekstual dan efektif.

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan pemerintah dalam mendukung swasembada pangan, sebagaimana diperkuat oleh kebijakan seperti Instruksi Presiden (Inpres) No. 3 Tahun 2025 yang menekankan peran strategis penyuluh pertanian dan optimalisasi lahan. Kolaborasi antara BRIN, UNEJ, dan BPP Ajung menunjukkan komitmen lintas sektor untuk mengatasi tantangan di bidang pertanian, khususnya dalam hal konektivitas dan distribusi yang menjadi tulang punggung produktivitas petani.

Related Articles

Back to top button