Tim URC DPUPR Jember Gerak Cepat Normalisasi Drainase di Panti dan Tanggul Cegah Genangan hingga Banjir

JEMBER, 3 April 2026 – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Jember melalui Tim Unit Reaksi Cepat (URC) kembali menunjukkan respons cepat dalam menangani permasalahan infrastruktur drainase yang berpotensi memicu genangan air hingga banjir. Dalam kurun waktu 1–3 April 2026, tim tersebut melaksanakan normalisasi dan pembersihan saluran drainase di dua wilayah rawan, yaitu Jalan A. Yani Desa Serut Kecamatan Panti serta beberapa titik di Kecamatan Tanggul, khususnya Desa Tanggul Kulon.
Respons Cepat Tim URC di Panti
Langkah antisipatif ini diambil menyusul laporan warga mengenai penyumbatan saluran akibat penumpukan sedimentasi, lumpur, serta sampah dan material lainnya. Di Jalan A. Yani Desa Serut, Tim URC DPUPR melakukan pengerukan dan pembersihan menyeluruh untuk mengembalikan fungsi drainase secara optimal. Kegiatan ini tidak hanya bertujuan mengatasi permasalahan saat ini, tetapi juga sebagai langkah preventif agar air hujan dapat mengalir lancar tanpa menyebabkan genangan di badan jalan maupun permukiman warga.
Normalisasi Drainase Jelang Haul Habib Sholeh di Tanggul
Sementara itu, di wilayah Tanggul Kulon, kegiatan difokuskan pada ruas Jalan Raya Sudirman dan sekitar area makam Habib Sholeh dengan radius sekitar 500 meter. Pembersihan dilakukan pada 2 dan 3 April 2026 sebagai persiapan H-2 pelaksanaan Haul Habib Sholeh Tanggul. Tim URC membersihkan endapan pasir, lumpur, serta sampah rumah tangga yang menyumbat saluran irigasi dan drainase, sehingga aliran air diharapkan kembali lancar dan meminimalisir risiko banjir menjelang acara keagamaan yang dipadati peziarah dari berbagai daerah.
Kondisi drainase yang mengalami pendangkalan dan penyumbatan kerap menyebabkan air meluap ke badan jalan setiap kali hujan deras turun. Material yang ditemukan meliputi sedimentasi pasir, endapan tanah, limbah lemak, dan sampah padat yang dibuang langsung ke saluran. Hal ini membuat saluran tidak mampu menampung debit air secara maksimal, sehingga mengganggu aktivitas masyarakat dan akses menuju kawasan permukiman maupun area makam.
Apresiasi Warga atas Respons Cepat Pemerintah Daerah
Kepala Dusun Krajan Desa Serut, Sugiyono, menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya atas gerak cepat yang dilakukan DPUPR. Menurutnya, kondisi drainase sebelum normalisasi memang memprihatinkan dan sering menjadi penyebab utama genangan air di lingkungan sekitar. Di Tanggul Kulon, warga Huda dan Ahmad Sodiq juga menyatakan apresiasi serupa. Huda berharap setelah dibersihkan wilayah tersebut tidak lagi banjir saat hujan, terlebih menjelang Haul Habib Sholeh. Ahmad Sodiq menambahkan bahwa banjir biasanya disebabkan oleh saluran yang dangkal akibat material dari arah timur.
Imbauan DPUPR: Jaga Kebersihan Saluran Drainase
Koordinator Tim URC Tanggul, Ahmad Husairi, yang juga menjabat Ketua Tim URC DPUPR Kabupaten Jember, menegaskan bahwa pembersihan dilakukan karena wilayah tersebut terpantau rawan luapan air. Ia menyampaikan imbauan kepada masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan, khususnya ke dalam saluran drainase atau irigasi, karena kebiasaan tersebut menjadi penyebab utama penyumbatan dan pendangkalan.
Dinas PUPR Kabupaten Jember menegaskan komitmennya untuk terus melakukan pemeliharaan infrastruktur secara berkala dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Melalui sinergi antara pemerintah dan warga dalam menjaga kebersihan lingkungan, diharapkan fungsi saluran drainase dapat berjalan optimal.
Dengan normalisasi drainase yang telah dilakukan di Panti dan Tanggul, diharapkan masyarakat Jember dapat terhindar dari dampak genangan dan banjir. Langkah responsif Tim URC DPUPR ini menjadi bukti nyata komitmen pemerintah daerah dalam mewujudkan lingkungan yang aman, nyaman, dan bebas ancaman banjir di Kabupaten Jember.



