Stop Nikah Dini, Lanjut Kuliah: Pemkab Jember Gencarkan Edukasi Cegah Pernikahan Dini dan 8.000 Kuota Beasiswa

Jember, 12 November 2025 – Pemerintah Kabupaten Jember melalui Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) bersama Dinas Pendidikan dan Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3AKB) menyelenggarakan Sosialisasi Pencegahan Pernikahan Dini dan Stunting bagi ratusan pengurus Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) SMA/SMK/MA se-Kabupaten Jember. Kegiatan yang berlangsung pada Selasa, 11 November 2025, di Aula Dinas Pendidikan dan Aula Dispora Jember ini melibatkan 350 pelajar dari 175 sekolah, menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk membangun generasi emas yang sehat, berpendidikan tinggi, dan bebas dari risiko pernikahan dini serta stunting.

Inisiatif Bupati untuk Generasi Berkualitas

Kegiatan ini merupakan amanah langsung Bupati Jember, Muhammad Fawait, yang diwujudkan melalui koordinasi lintas OPD. Bupati menekankan pentingnya melibatkan pengurus OSIS sebagai kelompok yang memiliki pengaruh besar terhadap teman sebaya. “Generasi muda adalah aset pembangunan jangka panjang. Ketika mereka menikah terlalu dini atau mengalami stunting sejak lahir, kita sedang menghadapi ancaman pemiskinan struktural. Karena itu, edukasi seperti ini adalah gerakan bersama untuk menyelamatkan masa depan Jember,”” ujar Kepala Dispora Jember, Dr. Drs. Edy Budi Susilo, M.Si., mewakili Bupati.

Kepala Dinas Pendidikan Jember, Drs. Hadi Mulyono, M.Si., menambahkan bahwa pernikahan dini menjadi salah satu faktor utama penyebab stunting karena kurangnya kematangan fisik, psikologis, dan ekonomi calon orang tua. “Regenerasi bangsa harus diisi oleh generasi yang matang intelektual. Karena itu, teruslah belajar, berkarier, dan berprestasi. Jangan keburu menikah,” pesannya.

8.000 Kuota Beasiswa Jadi Solusi Konkret

Sebagai bentuk dukungan nyata, Pemkab Jember melalui Dinas Pendidikan menyediakan 8.000 kuota beasiswa bagi mahasiswa ber-KTP Jember, khususnya dari keluarga kurang mampu. “Pesannya jangan keburu menikah. Gapailah cita-citanya dengan sekolah setinggi mungkin, dan Pemkab Jember menyiapkan beasiswanya,” tegas Hadi Mulyono.

Dampak Pernikahan Dini dan Pentingnya 1.000 Hari Pertama Kehidupan

Kepala Bidang Keluarga Berencana DP3AKB Jember, Diana Ruspita Malasari, S.KM., memaparkan bahwa pernikahan dini meningkatkan risiko gangguan kesehatan reproduksi, ketidaksiapan ekonomi, serta gagalnya pemenuhan gizi pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). “Stunting bukan hanya masalah tinggi badan, tetapi juga menurunkan kemampuan kognitif dan produktivitas di masa depan,” jelasnya.

Sementara itu, Tim Pengarah Percepatan Pembangunan Daerah, Nyoman Ari Wibowo, S.Pt., menekankan pentingnya motivasi dan perencanaan hidup. “Pernikahan adalah babak panjang kehidupan, bukan pelarian dari masalah. Generasi Jember harus berani menunda pernikahan hingga siap lahir dan batin,” tandasnya.

Pengurus OSIS Jadi Duta Perubahan

Para peserta tidak hanya menerima materi, tetapi juga dilatih menjadi duta anti-pernikahan dini dan stunting di sekolah masing-masing. Melalui sesi diskusi interaktif, simulasi, dan refleksi, mereka diajak memahami faktor pemicu pernikahan usia anak serta strategi pencegahannya.

Kepala Bidang Kepemudaan Dispora, Habib Salim, S.Si., menyatakan bahwa 350 pengurus OSIS yang hadir akan menjadi penggerak kampanye hidup sehat, literasi kesehatan reproduksi, dan keluarga berencana di lingkungan sekolah.

Menuju Generasi Emas 2045

Pemkab Jember menegaskan bahwa pencegahan pernikahan dini dan stunting adalah investasi jangka panjang bagi masa depan daerah. Dengan motivasi yang kuat, akses pendidikan yang terjamin, serta kesadaran kolektif generasi muda, Jember bertekad melahirkan sumber daya manusia yang unggul, sehat, dan berdaya saing.

“Generasi emas tidak lahir begitu saja. Ia dimulai dari keluarga yang siap, dari remaja yang berani bermimpi besar, dan dari sekolah yang menjadi pusat perubahan,” tutup Edy Budi Susilo.

Dengan langkah konkret ini, Kabupaten Jember terus bergerak menuju visi Jember Baru Jember Maju, di mana setiap anak lahir pada waktu yang tepat, tumbuh sehat, dan mampu mewujudkan cita-cita tertinggi bagi bangsa.

Related Articles

Back to top button