Semangat Kepedulian di Bulan Ramadan: Donor Darah di Berbagai Kecamatan Jember Tuai Antusiasme Tinggi

JEMBER, 14 Maret 2026 – Di tengah ibadah puasa Ramadan 1447 H, semangat kepedulian sosial masyarakat Kabupaten Jember tidak surut. Berbagai kegiatan donor darah yang digelar Unit Donor Darah (UDD) Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Jember bersama pemerintah desa dan kecamatan berhasil mengumpulkan ratusan kantong darah dari warga yang rela menyumbangkan darahnya setelah salat tarawih.

Kegiatan ini menjadi bukti bahwa bulan suci tidak menghalangi niat berbagi, bahkan justru menjadi momentum untuk memperkuat solidaritas kemanusiaan. Tradisi “Lumbung Darah” di beberapa wilayah terus dijaga, sementara di kecamatan-kecamatan lain antusiasme warga semakin terlihat meski cuaca tidak selalu mendukung.

Tanggul Kulon Kembali Perkuat Predikat “Kampung Donor”

Desa Tanggul Kulon, Kecamatan Tanggul, kembali menunjukkan konsistensinya sebagai salah satu lumbung darah utama di Kabupaten Jember. Pada Selasa malam, 10 Maret 2026, setelah salat tarawih, kegiatan donor darah di Balai Desa Tanggul Kulon yang diselenggarakan Pemdes setempat bersama UDD PMI Jember diikuti 65 pendaftar. Setelah melalui skrining kesehatan ketat, 42 orang berhasil mendonorkan darah, sementara 23 orang lainnya tertunda karena faktor medis.

Kepala Desa Tanggul Kulon, Arifin Wahyuono, mengapresiasi warga yang rela menyumbang darah dan menyatakan harapannya agar kegiatan rutin ini terus berlanjut karena satu tetes darah sangat berharga bagi yang membutuhkan. Salah seorang warga, Rofik, bahkan telah lebih dari 50 kali mendonorkan darah dan turut mengajak keluarganya berpartisipasi.

Ketua PMI Kabupaten Jember, Zainollah, menegaskan bahwa kontribusi Tanggul Kulon sangat membantu menjaga stok darah di wilayah Jember bagian barat, terutama pada masa krusial seperti Ramadan. Camat Tanggul, Fariqul Mashudi, menambahkan bahwa donor darah juga bermanfaat bagi pendonor sendiri, seperti melancarkan peredaran darah dan menjaga kesehatan tubuh.

Berbagai Kecamatan Gelar Donor Darah Rutin

Tidak hanya di Tanggul, antusiasme serupa terlihat di beberapa wilayah lain. Di Desa Panca Karya, Kecamatan Ajung, pada 10 Maret 2026, donor darah di Masjid Baitul Gufron berhasil mengumpulkan 42 kantong darah dari puluhan peserta. Dari 50 pendaftar, delapan orang tidak lolos skrining karena berbagai alasan medis, termasuk kadar hemoglobin di luar batas normal dan tekanan darah tinggi.

Petugas PMI, Huda Khoiril Mustakim, menyatakan bahwa kegiatan tahunan ini selalu mendapat respons positif, bahkan banyak warga yang menantikannya setiap Ramadan. Camat Ajung, Muhammad Sifak Beni Kurniawan, menyebut donor darah sebagai bentuk kepedulian sosial yang mulia karena setetes darah dapat menyelamatkan nyawa.

Di Kecamatan Mayang, pada Rabu, 11 Maret 2026, kegiatan di Pendopo Kecamatan Mayang melibatkan beragam unsur masyarakat, termasuk TNI, Polri, ASN, serta warga umum. Dari 37 pendaftar, 26 orang berhasil mendonorkan darah. Kegiatan ini berjalan lancar berkat kerja sama PMI, Puskesmas Mayang, dan Pemerintah Kecamatan Mayang.

Sementara itu, meski gerimis mengguyur, Pendopo Kecamatan Sumberjambe pada 11 Maret 2026 tetap ramai dikunjungi warga dari berbagai desa. Kegiatan rutin ini didukung penuh oleh pihak kecamatan, dengan Kepala Seksi Pemerintahan Hor Yakin menekankan manfaatnya bagi stok darah PMI dan semangat kepedulian sosial. Warga seperti Suheni dan Sarif menyatakan rela datang meski cuaca tidak bersahabat karena ingin berbagi dan menjaga kesehatan.

Di Kecamatan Semboro, dua berita terkait kegiatan di Masjid Darussalam Desa Sidomekar pada Jumat, 13 Maret 2026, mencatat sekitar 30 pendonor. Sinergi antara PMI, Pemerintah Kecamatan Semboro, dan takmir masjid memungkinkan warga beribadah sekaligus berpartisipasi. Pegawai kecamatan seperti Ahmad Fahzumi dan warga seperti Dewi menyampaikan bahwa Ramadan menjadi waktu yang tepat untuk meningkatkan kepedulian melalui donor darah.

Komitmen Bersama Jaga Ketersediaan Stok Darah

Semua kegiatan donor darah tersebut dilaksanakan dengan standar medis ketat, termasuk pemeriksaan tekanan darah, hemoglobin, dan riwayat kesehatan, serta penyediaan makanan ringan pasca-donor untuk pemulihan pendonor. PMI Jember terus mendorong partisipasi sukarela agar stok darah tetap terjaga, terutama di bulan Ramadan ketika kebutuhan transfusi sering meningkat.

Kegiatan-kegiatan ini sejalan dengan komitmen Pemerintah Kabupaten Jember dalam memperkuat gerakan kemanusiaan dan partisipasi masyarakat. Dengan konsistensi seperti yang ditunjukkan warga Tanggul Kulon serta antusiasme di berbagai kecamatan, diharapkan kesadaran donor darah semakin meluas sehingga kebutuhan darah di fasilitas kesehatan Kabupaten Jember dapat terpenuhi secara berkelanjutan.

Related Articles

Back to top button