Pemerintah Jember Perkuat Sinergi Petani melalui Bunga Desaku Ke-6 di Kecamatan Panti

Jember, 2 November 2025 – Pemerintah Kabupaten Jember menunjukkan komitmen kuat dalam mendukung ketahanan pangan dan kesejahteraan petani melalui pelaksanaan Bunga Desaku ke-6 di Kecamatan Panti. Kegiatan ini, yang berlangsung pada 26-27 Oktober 2025, menjadi wadah dialog strategis antara pemerintah daerah dan masyarakat tani, sekaligus menyediakan pelayanan publik terintegrasi. Hadir langsung Bupati Jember, H. Muhammad Fawait, S.E., M.M., acara ini diikuti oleh ribuan warga, kelompok tani, serta perwakilan berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD), menekankan tema utama peningkatan sinergi pembangunan pertanian untuk mewujudkan Jember sebagai lumbung pangan Jawa Timur.
Dialog Petani dan Pemimpin: Memperkuat Ketahanan Pangan
Rangkaian acara dimulai pada Minggu, 26 Oktober 2025, dengan Apel Kebangsaan di Lapangan Argopuro, Kecamatan Panti, diikuti pelayanan on the spot dari berbagai OPD. Selanjutnya, pada Senin, 27 Oktober 2025, Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) Kabupaten Jember menggelar Temu Kelompok Tani se-Kecamatan Panti sebagai puncak kegiatan. Acara ini dihadiri oleh seluruh kelompok tani, petugas penyuluh pertanian (PPL), Camat Panti, serta jajaran kepala OPD terkait.
Dalam arahannya, Bupati Muhammad Fawait menegaskan bahwa tahun 2025 menjadi momentum krusial untuk intensifikasi pertanian melalui program digitalisasi 1.000 hektare lahan, pengadaan alat dan mesin pertanian (alsintan), serta penguatan jaringan irigasi. Ia juga menyoroti dukungan dana pusat sebesar Rp40 miliar untuk memperbaiki infrastruktur pertanian dan ketahanan pangan. Beliau menyampaikan bahwa tahun 2025 merupakan periode dengan jumlah data bantuan pertanian paling besar dalam sejarah Kabupaten Jember, yang menunjukkan komitmen nyata pemerintah dalam mendukung sektor pertanian sebagai pilar utama perekonomian daerah.
Plt. Kepala Dinas TPHP, Ir. Muhammad Sigit Budi Ismohartono, M.T., menambahkan bahwa kegiatan Bunga Desa dan Gus’e Menyapa merupakan wujud kedekatan pemimpin dengan rakyat. Beliau optimis bahwa dengan sinergi ini, Jember mampu mencapai target produksi padi satu juta ton gabah pada 2026, menjadikannya lumbung pangan terbesar di Jawa Timur.
Reformasi Distribusi Pupuk dan Validasi Data Pertanian
Salah satu isu utama yang dibahas adalah perbaikan distribusi pupuk subsidi, yang kini mengalami penurunan harga hingga 20 persen. Bupati menjamin tidak akan ada lagi kelangkaan pupuk di Jember, dengan Dinas TPHP terus menyempurnakan sistem distribusi untuk menghindari penyelewengan. “Urusan data pupuk jangan sampai tidak turun. Semua harus terkoordinasi dengan baik agar petani benar-benar merasakan manfaat dari program pemerintah,” ujar Bupati.
Untuk memastikan ketepatan sasaran, petani diwajibkan membawa KTP asli saat menebus pupuk subsidi. Selain itu, pemerintah menekankan validasi dan pembaruan data pertanian, termasuk data irigasi, kebutuhan petani, serta penerima bantuan. Langkah ini bertujuan memperkuat komunikasi antara pemerintah dan kelompok tani, sehingga kebijakan pertanian dapat diterima secara merata dan transparan.
Pelayanan Terintegrasi Dorong Kemudahan Akses Masyarakat
Mendukung tema utama acara, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jember menghadirkan pelayanan on the spot pada 26 Oktober 2025. Masyarakat dapat berkonsultasi perizinan, mendaftar Nomor Induk Berusaha (NIB), serta mengakses aplikasi Jelita tanpa harus ke kantor dinas. Kehadiran ini mendapat sambutan hangat dari warga, diharapkan mendorong iklim investasi di tingkat desa melalui kolaborasi lintas sektor.
Tidak hanya DPMPTSP, OPD lain seperti Dinas TPHP turut membuka pelayanan bagi petani. Selain itu, Dinas Sosial (Dinsos), Dinas Kesehatan (Dinkes), Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), dan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) juga hadir, memudahkan masyarakat mengakses berbagai layanan dalam satu lokasi. Keberadaan pelayanan terintegrasi ini memperkuat komitmen pemerintah dalam mendekatkan birokrasi kepada rakyat, khususnya di sektor pertanian.
Kegiatan Bunga Desaku ke-6 di Kecamatan Panti tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga bukti nyata upaya Pemerintah Kabupaten Jember membangun Jember yang maju, mandiri, dan berdaya saing. Dengan fokus pada sinergi petani-pemerintah, diharapkan ketahanan pangan daerah semakin kokoh, membuka peluang kesejahteraan berkelanjutan bagi masyarakat.



