Komitmen Pelayanan Publik: Pemkab Jember Tindaklanjuti Berbagai Aduan Warga via Wadul Gus’e Sepanjang Maret 2026

JEMBER, 26 Maret 2026 – Pemerintah Kabupaten Jember terus menunjukkan respons cepat dan responsif terhadap keluhan masyarakat melalui kanal pengaduan Wadul Gus’e. Sepanjang Maret 2026, berbagai aduan warga mengenai masalah kebersihan lingkungan, kerusakan infrastruktur jalan, serta drainase dan irigasi langsung ditindaklanjuti oleh dinas terkait dan perangkat daerah setempat. Langkah ini menjadi bukti nyata komitmen Pemerintah Kabupaten Jember dalam menjaga kenyamanan dan keselamatan warga serta mendukung pembangunan yang berkelanjutan.
Penanganan Sampah Liar dan TPS yang Meluber
Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (DPRKPLH) Kabupaten Jember bergerak cepat menangani aduan sampah liar yang masuk melalui Wadul Gus’e. Pada Senin, 9 Maret 2026, tumpukan sampah di Jalan Cendrawasih, tepatnya di area jembatan pinggir jalan raya, langsung ditindaklanjuti. Tim Reaksi Cepat (TRC) kebersihan diterjunkan bersama satu armada truk pengangkut sampah untuk membersihkan limbah rumah tangga dan jenis sampah lainnya yang mengganggu pemandangan serta menimbulkan bau tidak sedap. Proses pembersihan berlangsung tertib hingga tidak ada sisa sampah yang tertinggal, sehingga area tersebut kembali bersih dan nyaman dilalui masyarakat.
Di Kelurahan Tegal Besar, Kecamatan Kaliwates, aduan serupa tentang sampah berserakan di tepi jalan juga mendapat respons kilat. DPRKPLH berkoordinasi dengan kecamatan dan kelurahan untuk melakukan pembersihan darurat sekaligus merancang solusi jangka panjang. Lurah Tegal Besar, Maria Hardajanti, menyatakan pihaknya menyiapkan tim kebersihan keliling yang akan mengumpulkan sampah secara rutin. Selain itu, kelurahan akan menerapkan pemilahan sampah organik dan anorganik untuk dimanfaatkan ulang melalui konsep ekonomi sirkular, termasuk penyaluran ke bank sampah.
Sementara itu, di Tempat Penampungan Sementara (TPS) Bedengan, Desa Tegal Sari, Kecamatan Ambulu, keluhan warga tentang sampah yang kerap meluber hingga pinggir jalan juga masuk melalui Wadul Gus’e. Korwil Ambulu, Hamid, menyampaikan bahwa pihaknya telah berkali-kali memberikan imbauan agar masyarakat membuang sampah di dalam bangunan TPS sesuai aturan yang terpasang. Meski demikian, pelanggaran masih terjadi, termasuk dari pihak luar seperti dapur umum, sekolah, dan pondok pesantren yang membuang sampah di luar area. Hamid menegaskan pentingnya kesadaran bersama agar sampah tidak berserakan dan membahayakan pengguna jalan.
Percepatan Perbaikan Infrastruktur Jalan dan Drainase
Menjelang Hari Raya Idul Fitri 2026, Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air (PU BMSDA) Kabupaten Jember menggencarkan Program Tambal Jalan Lubang (TJL) melalui 10 tim Unit Reaksi Cepat (URC) yang merespons aduan via Wadul Gus’e. Perbaikan dilakukan di berbagai titik, termasuk Jalan Tawang Mangu dan Jalan Danau Toba di Kelurahan Tegalgede, Kecamatan Sumbersari. Camat Sumbersari Deni Hadiatullah, S.IP., MM., mendukung penuh program ini karena mobilitas warga dipastikan meningkat menjelang hari raya. Data Dinas PU BMSDA mencatat bahwa sepanjang 2025 telah diperbaiki 253 ruas jalan rusak dengan total panjang sekitar 89 kilometer, sehingga 79,96 persen jalan kabupaten kini dalam kondisi baik.
Di Kelurahan Bintoro, Kecamatan Patrang, aduan jalan ambruk sepanjang sekitar 10 meter dengan kedalaman 1 meter yang terjadi pada Sabtu, 7 Maret 2026, langsung ditindaklanjuti. Perbaikan dimulai pada Rabu, 11 Maret 2026, menggunakan ekskavator setelah survei lapangan dilakukan pada Senin, 9 Maret. Ruas jalan tersebut merupakan akses penting menuju SMAN 5 Jember, sekolah luar biasa (SLB), serta fasilitas umum lainnya. Perangkat Kelurahan Bintoro, Hartono S., mengapresiasi respons cepat pemerintah daerah berkat Wadul Gus’e.
Tak hanya jalan, kerusakan drainase di wilayah yang sama juga ditangani dalam waktu dua hari setelah laporan masuk. Bupati Jember Muhammad Fawait, S.E., M.Sc., yang akrab disapa Gus Fawait, langsung menginstruksikan Kepala Dinas PU BMSDA Drs. Murdiyanto, M.Si., untuk mengerahkan tim teknis beserta alat berat. Staf Kelurahan Bintoro, Harto, menyatakan perbaikan ini sangat membantu kelancaran mobilitas dan aktivitas ekonomi warga. Salah seorang warga, Minto, mengungkapkan rasa terima kasih karena akses jalan kembali lancar.
Di Desa Kemuning Lor, Kecamatan Arjasa, aduan buruknya kondisi drainase dan irigasi yang sering mengakibatkan genangan air serta banjir saat hujan deras juga mendapat tindak lanjut cepat. Pada Selasa, 17 Maret 2026, pihak kecamatan bersama perangkat desa dan warga melakukan peninjauan langsung. Sekretaris Desa Kemuning Lor, Abdul Wafi, menyoroti bahwa selain faktor teknis, penumpukan sampah di saluran drainase turut memperparah masalah. Kegiatan ini diharapkan dapat mengoptimalkan sistem drainase dan irigasi serta mengurangi risiko banjir.
Kolaborasi Masyarakat dan Pemerintah
Berbagai penanganan cepat tersebut menegaskan bahwa Wadul Gus’e telah menjadi saluran komunikasi efektif antara masyarakat dan pemerintah daerah. Warga di berbagai wilayah, termasuk Bintoro dan Tegal Besar, menyambut baik langkah responsif ini karena keluhan mereka ditindaklanjuti hanya dalam hitungan hari.
Pemerintah Kabupaten Jember melalui dinas terkait juga terus mengimbau masyarakat untuk turut menjaga kebersihan dan infrastruktur dengan tidak membuang sampah sembarangan serta mematuhi aturan di TPS yang telah disediakan. Dengan kolaborasi aktif antara warga yang melaporkan permasalahan dan pemerintah yang cepat merespons, diharapkan berbagai persoalan lingkungan dan infrastruktur di Kabupaten Jember dapat diatasi secara optimal, mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, nyaman, serta mendukung pertumbuhan daerah yang berkelanjutan.



