Kerja Tim dan Koordinasi yang Solid, Kunci Sukses Program Gus’e Menyapa di Kabupaten Jember

Jember, 11 November 2025 – Program “Gus’e Menyapa” yang digagas Bupati Jember Muhammad Fawait, SE., M.Sc., terus berjalan dengan baik berkat kerja sama tim yang solid dan koordinasi matang antarinstansi serta elemen masyarakat. Program ini dirancang untuk mendekatkan pelayanan pemerintah kepada masyarakat melalui kunjungan langsung Bupati beserta jajaran ke berbagai kecamatan, tanpa menginap seperti pada program sebelumnya “Bunga Desaku”.
Dalam satu hari, Bupati bersama rombongan OPD (Organisasi Perangkat Daerah) menyapa warga di sejumlah titik dalam satu kecamatan. Keberhasilan agenda yang padat ini tidak lepas dari perencanaan yang cermat, mulai dari penentuan lokasi, penyusunan rundown, hingga penyesuaian jadwal di lapangan.
Koordinasi Intensif Sebelum Pelaksanaan
Beberapa hari sebelum kegiatan dilaksanakan, tim kecil yang terdiri dari Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Bagian Tata Pemerintahan, Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokopim), serta OPD terkait selalu menggelar rapat koordinasi (rakor). Rakor tersebut membahas titik-titik kunjungan, urutan kegiatan, hingga lokasi istirahat dan makan (Ishoma).
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Adi Wijaya, menjelaskan, “Kami selalu menggelar rakor untuk menentukan titik kunjungan dan lokasi yang sesuai, termasuk rundown acara, seperti yang baru saja dilaksanakan di Kecamatan Sukowono.”
Penyesuaian Jadwal di Tengah Agenda Padat
Kepala Bagian Prokopim, Nuryadi, S.STP., MM., menambahkan bahwa jadwal Bupati sering kali bersamaan dengan peringatan hari besar nasional atau kegiatan mendadak. Hal ini menuntut pembagian tim yang cermat agar semua agenda tetap terlaksana tepat waktu.
“Ketika kegiatan Bupati padat dalam satu hari, kami harus membagi tim dan terus menyesuaikan jadwal. Misalnya, pada Hari Pahlawan baru-baru ini, pagi mengikuti upacara nasional, siang hingga sore langsung melanjutkan Gus’e Menyapa,” ujar Nuryadi.
Ia juga mengakui tantangan di lapangan, seperti permintaan foto bersama masyarakat, wawancara doorstop wartawan, hingga agenda tambahan yang tidak terjadwal, seperti peresmian auditorium pesantren. “Semua harus tetap dilayani sambil kami susun ulang waktu agar tidak mengganggu agenda berikutnya,” tambahnya.
Sinergi dengan Pemerintah Kecamatan dan Desa
Persiapan Gus’e Menyapa juga melibatkan pemerintah kecamatan dan desa setempat. Pada 6 November 2025, rapat koordinasi khusus digelar di Kecamatan Jombang. Rakor tersebut dihadiri Camat Jombang Farisa Jamal Taslim, S.STP., M.M., para kepala desa, tokoh masyarakat, serta tim Event Organizer (EO) pelaksana program.
Camat Jombang menyambut baik inisiatif ini dan menilai Gus’e Menyapa sebagai ruang dialog yang hangat antara pemimpin dan masyarakat. “Harapannya kegiatan ini menjadi inspirasi bagi daerah lain,” ujar Farisa.
Perwakilan EO menegaskan bahwa program ini tidak hanya sekadar menyapa, tetapi juga mendengar aspirasi masyarakat secara terbuka. Para kepala desa dan tokoh masyarakat yang hadir menyatakan kesiapan penuh untuk menyukseskan kegiatan di wilayah masing-masing.
Kolaborasi Menjadi Kunci Keberhasilan
Melalui koordinasi yang intensif baik di tingkat kabupaten maupun kecamatan, program Gus’e Menyapa terus menunjukkan hasil yang positif. Sinergi antara pemerintah kabupaten, kecamatan, desa, dan masyarakat menjadi fondasi utama keberhasilan agenda yang bertujuan mempererat hubungan emosional serta menyerap aspirasi warga secara langsung.
Dengan kerja tim yang selaras dan rundown yang terus disesuaikan secara fleksibel, Gus’e Menyapa diharapkan tetap menjadi wadah efektif bagi Bupati Jember untuk terus “menyapa, mendengar, dan melayani” masyarakat hingga ke pelosok kabupaten.



