Kader Posyandu Jember Diperkuat: Siap Deteksi Dini Penyakit dan Promosi Kesehatan Masyarakat

Jember, 1 November 2025 – Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) di Kabupaten Jember terus memperkuat peran kader Posyandu sebagai ujung tombak pencegahan dan pengendalian penyakit di tingkat masyarakat. Melalui kegiatan pelatihan rutin dan pertemuan pembinaan, kader dari berbagai kelurahan dan desa dibekali pengetahuan terkini untuk mendeteksi dini penyakit serta mempromosikan perilaku hidup sehat. Inisiatif ini mencakup penyegaran materi pencegahan penyakit menular hingga penguatan pencatatan data kesehatan anak, yang dilaksanakan pada akhir Oktober 2025 di wilayah Mangli dan Kecamatan Panti.
Kegiatan ini menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam membangun sistem kesehatan berbasis komunitas, di mana kader Posyandu berfungsi sebagai jembatan antara warga dan fasilitas kesehatan profesional.
Pelatihan Kader Baru di Puskesmas Mangli: Fokus Pencegahan Hepatitis B dan Sanitasi
Puskesmas Mangli menggelar pemberdayaan kader Posyandu baru dari Kelurahan Mangli pada Rabu, 29 Oktober 2025, pukul 08.30 WIB, di Aula Puskesmas setempat. Acara yang berlangsung selama dua hari ini merupakan bagian dari agenda tahunan, setelah sebelumnya melibatkan kader dari Kelurahan Sempusari. Tujuannya adalah menyegarkan pengetahuan kader mengenai pencegahan dan pengendalian penyakit umum di wilayah tersebut.
Kegiatan dimulai dengan registrasi, sesi pembukaan, dan penyampaian dua materi interaktif. Materi pertama tentang Hepatitis B disampaikan oleh Bapak Nanda dari Tim Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2PM), menekankan deteksi dini dan pencegahan. Selanjutnya, Ibu Iin dari Tim Kesehatan Lingkungan (Kesling) membahas Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) serta Dampak Ekonomi Sanitasi (DESADESI), dengan fokus pada Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) sebagai upaya mencegah penyakit menular.
Ibu Fullie, penanggung jawab Program P2PM Puskesmas Mangli, menjelaskan bahwa pelatihan ini rutin dilakukan untuk me-refresh pengetahuan kader, terutama karena adanya rotasi di Posyandu. “Kegiatan hari ini adalah kegiatan pemberdayaan kader masyarakat yang rutin kami lakukan setiap tahunnya untuk me-refreshing, terutama pengetahuan kader tentang penyakit-penyakit yang ada di wilayah,” ujarnya. Ia berharap kader dapat mengarahkan warga dengan keluhan kesehatan ke puskesmas jika diidentifikasi gejala penyakit terkait.
Salah satu kader, Ibu Vira, menyatakan manfaat pelatihan tersebut. “Kadang kami lupa beberapa rincian pencegahan penyakit tertentu. Dengan adanya review materi ini, kami jadi lebih percaya diri saat harus menjawab pertanyaan warga di Posyandu nanti,” katanya. Diskusi aktif selama sesi menunjukkan antusiasme tinggi, memastikan pengetahuan dapat diterapkan langsung di tingkat Rukun Tetangga (RT).
Pertemuan Kader se-Kecamatan Panti: Pembinaan dan Silaturahmi di Balai Desa Serut
Di Kecamatan Panti, pertemuan kader Posyandu se-kecamatan digelar pada Senin, 27 Oktober 2025, mulai pukul 08.00 pagi di Balai Desa Serut, sebagai rangkaian acara Bunga Desaku. Kader dari berbagai desa hadir mengenakan seragam pink, membawa buku catatan dan laporan kegiatan, menciptakan suasana ramai dan penuh semangat.
Acara dibuka dengan doa dan sambutan Kepala Desa Serut, yang memuji dedikasi kader sebagai garda terdepan kesehatan masyarakat. “Posyandu adalah garda terdepan kesehatan masyarakat. Tanpa ibu-ibu kader, kami tak mungkin bisa menjaga tumbuh kembang anak-anak dan kesejahteraan warga,” ucapnya.
Ibu Bidan Koordinator Kecamatan Panti memimpin sesi pembinaan, mengingatkan pentingnya pencatatan data balita, pengukuran berat badan, dan pemberian vitamin A. “Setiap angka di buku posyandu bukan sekadar catatan, tapi cermin kesehatan masa depan anak-anak kita,” katanya. Diskusi interaktif menyusul, di mana kader berbagi pengalaman menghadapi tantangan lapangan, seperti anak yang takut ditimbang atau sulitnya mengajak ibu muda hadir.
Bu Rini, kader dari Desa Kemuning, menekankan peran lebih dari sekadar pencatatan. “Kami bukan hanya mencatat dan menimbang, tapi juga mendengarkan dan menguatkan,” ungkapnya. Pertemuan juga menjadi ajang silaturahmi, dengan percakapan ringan yang mempererat kebersamaan. Bu Yuli, kader senior, menyatakan kegembiraannya: “Selain menambah ilmu, rasanya seperti recharge semangat”.
Dampak Pemberdayaan: Membangun Masyarakat Sehat dari Akar Rumput
Melalui kegiatan di Mangli dan Panti, kader Posyandu tidak hanya diperbarui pengetahuannya tentang pencegahan penyakit seperti Hepatitis B, sanitasi, dan kesehatan balita, tetapi juga dikuatkan semangatnya sebagai penghubung masyarakat dengan layanan kesehatan. Rotasi kader diatasi dengan pelatihan rutin, sementara diskusi interaktif memastikan aplikasi praktis di lapangan.
Inisiatif ini menjamin akses informasi kesehatan yang merata hingga tingkat desa, mendukung terwujudnya masyarakat Jember yang lebih sehat. Ke depan, pemberdayaan serupa diharapkan terus berlanjut untuk memperkuat sistem kesehatan berbasis komunitas.



