Inovasi Jember Bersinar di Inotek Award 2025: “Okke Masse” Tunjukkan Potensi Besar

Jember, 21 Agustus 2025 – Kabupaten Jember kembali menorehkan prestasi membanggakan dalam ajang Penganugerahan Inovasi Daerah dan Inovasi Teknologi (Inotek Award) Provinsi Jawa Timur Tahun 2025. Tiga inovasi unggulan asal Jember, yaitu “Okke Masse” dari Dinas Perikanan, “MallDesa” dari Desa Sidomulyo Kecamatan Silo, dan “Festival Kaki Gunung Watu Pecah” dari Sanggar Seni Kartika Budaya Kecamatan Ambulu, berhasil lolos Seleksi Tahap II yang digelar pada 10–11 Juni 2025. Inovasi-inovasi ini menunjukkan komitmen Jember dalam mengintegrasikan pembangunan sektor perikanan, ekonomi desa, dan pelestarian budaya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Sebagai bagian dari proses penilaian, Tim Juri Inotek Award melakukan validasi lapangan pada 13–14 Agustus 2025. Kunjungan ini bertujuan untuk memastikan bahwa implementasi nyata di lapangan sesuai dengan materi presentasi yang telah disampaikan.

Validasi Lapangan “Okke Masse”: Wujudkan Ketahanan Pangan dan Kemandirian Ekonomi

Inovasi “Okke Masse” (One Kolam One Keluarga Masyarakat Sejahtera) menjadi salah satu sorotan utama dalam validasi lapangan yang berlangsung di Desa Kertonegoro, Kecamatan Jenggawah, pada 13 Agustus 2025. Program ini, yang digagas Dinas Perikanan Kabupaten Jember, mengusung konsep sederhana namun strategis: setiap keluarga penerima manfaat mendapatkan satu kolam ikan untuk budidaya mandiri. Tujuannya adalah meningkatkan ketahanan pangan melalui konsumsi ikan sebagai sumber protein hewani, sekaligus membuka peluang pendapatan tambahan dari hasil panen.

Tim juri, yang terdiri dari Wiwit Kuniawati, S.AP., M.M., dari Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Timur, dan Dr. Erna Setijaningrum, S.IP., M.Si., dari Universitas Airlangga, meninjau langsung lokasi kolam ikan dan berdialog dengan penerima manfaat. Mereka mengevaluasi proses budidaya, dampak program terhadap kesejahteraan keluarga, serta kontribusinya dalam menurunkan angka stunting melalui pemenuhan gizi anak-anak. “Okke Masse” dinilai memiliki potensi besar untuk menjadi model praktik baik dalam pemberdayaan masyarakat desa, sekaligus mendukung misi pengentasan kemiskinan di Jember.

Kegiatan validasi ini dihadiri oleh Kepala Dinas Perikanan, Sekretaris Bappeda, Camat Jenggawah, serta pejabat dari Bappeda dan Dinas Perikanan, menunjukkan dukungan kuat dari pemerintah daerah terhadap keberlanjutan program ini.

Festival Kaki Gunung Watu Pecah: Mendorong Ekonomi Kreatif Berbasis Budaya

Pada 14 Agustus 2025, Tim Juri Inotek Award melanjutkan validasi lapangan di Kecamatan Ambulu untuk menilai “Festival Kaki Gunung Watu Pecah”. Inovasi ini, yang termasuk dalam kategori Inovasi Sosial Budaya dan Kependudukan, merupakan inisiatif Sanggar Seni Kartika Budaya yang memadukan potensi wisata alam dengan kearifan lokal. Festival ini tidak hanya bertujuan melestarikan tradisi budaya, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif melalui keterlibatan pelaku UMKM dan kesenian lokal.

Dr. Abdul Hafidz, S.Pd., M.Pd., Wakil Dekan II Fakultas Vokasi Universitas Negeri Surabaya, memimpin tim juri dalam peninjauan ini. Mereka mengevaluasi pelaksanaan festival, manfaatnya bagi masyarakat, serta potensi pengembangannya di masa depan. Kehadiran Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro, pejabat Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, Muspika Kecamatan Ambulu, serta tokoh masyarakat setempat memperkuat dukungan terhadap inovasi ini.

Festival ini telah berhasil mengangkat citra Ambulu sebagai destinasi wisata budaya, sekaligus memberikan dampak ekonomi bagi pelaku UMKM dan seniman lokal. Keberhasilannya menjadi contoh bagaimana inovasi budaya dapat menjadi katalis bagi pembangunan daerah.

Prestasi Jember di Inotek Award 2025

“Okke Masse”—berhasil masuk enam besar Inotek Award 2025, menegaskan posisi Jember sebagai daerah yang kreatif dan inovatif. Berdasarkan surat Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi Jawa Timur Nomor 200/2455/206.1/2025, capaian ini merupakan hasil seleksi ketat yang dilakukan pada Juni 2025. Validasi lapangan menjadi tahap krusial untuk memastikan bahwa inovasi-inovasi ini tidak hanya visioner, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

“Okke Masse” menonjol dalam kategori inovasi daerah karena pendekatannya yang terfokus pada ketahanan pangan dan pemberdayaan ekonomi. Sementara itu, “Festival Kaki Gunung Watu Pecah” unggul dalam kategori inovasi sosial budaya karena kemampuannya mengintegrasikan pelestarian budaya dengan pengembangan ekonomi kreatif. “MallDesa” menunjukkan potensi besar dalam memperkuat ekonomi desa melalui platform perdagangan lokal.

Menuju Masa Depan yang Lebih Sejahtera

Keberhasilan ketiga inovasi ini mencerminkan komitmen Kabupaten Jember untuk terus berinovasi demi kesejahteraan masyarakat. Dengan dukungan pemerintah daerah, akademisi, dan berbagai pemangku kepentingan, Jember berpeluang besar membawa pulang penghargaan Inotek Award 2025. Lebih dari sekadar penghargaan, “Okke Masse” dan “Festival Kaki Gunung Watu Pecah” diharapkan menjadi model praktik baik yang dapat direplikasi di daerah lain, sekaligus memperkuat citra Jember sebagai daerah yang inovatif dan berdaya saing tinggi.

Pemerintah Kabupaten Jember optimistis bahwa inovasi-inovasi ini akan terus berkembang, memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, dan mendukung visi pembangunan berkelanjutan di Jawa Timur.

Related Articles

Back to top button