Gerak Cepat Dinas Sosial Jember Evakuasi dan Reunifikasi Lansia Terlantar

Jember, 25 November 2025 – Dinas Sosial Kabupaten Jember melalui Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Liposos menunjukkan respons cepat dalam menangani kasus lansia terlantar. Dalam dua insiden terbaru pada November 2025, tim Liposos berhasil melakukan evakuasi dan reunifikasi, memastikan lansia mendapatkan perawatan layak dan dukungan keluarga. Upaya ini melibatkan kolaborasi dengan pemerintah desa, puskesmas, dan masyarakat, menekankan pentingnya sinergi dalam melindungi warga rentan di wilayah tersebut.

Kasus-kasus ini mencerminkan komitmen negara untuk hadir bagi lansia yang membutuhkan, baik melalui penempatan di shelter maupun pengembalian ke lingkungan keluarga. Tindak lanjut ini tidak hanya menyelesaikan masalah sementara, tetapi juga memastikan kelanjutan bantuan sosial dan kesehatan.

Respons Cepat terhadap Lansia Terlantar di Balung Kulon

Pada Senin, 24 November 2025, Tim UPTD Liposos Dinas Sosial Kabupaten Jember menerima laporan resmi dari Kepala Desa Balung Kulon mengenai seorang lansia bernama Sudarmi (65) yang hidup sebatang kara. Sudarmi, warga Desa Balung Kulon, Kecamatan Balung, ditemukan dalam kondisi membutuhkan penanganan segera setelah mengalami kesulitan berjalan akibat terjatuh satu minggu sebelumnya.

Tim Liposos segera melakukan asesmen cepat dan berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk Kepala Desa Balung Kulon, Kasi PMKS Kecamatan Balung, keluarga penampung, serta tim Ambulans Desa. Berdasarkan informasi lapangan, Sudarmi telah hidup tanpa pendamping keluarga inti selama bertahun-tahun. Ia sempat memiliki anak angkat yang kini tinggal di Kabupaten Lumajang, namun anak tersebut tidak lagi menerima keberadaannya dan bahkan mengusirnya, sehingga Sudarmi kembali ke desa asalnya dan sempat berjualan di sekitar SDN Balung Kulon 2.

Pemerintah Desa Balung Kulon menyatakan bahwa Sudarmi telah menjadi penerima bantuan sehari-hari, termasuk program dari pemerintah pusat seperti PKH, Sembako, Kesra, dan PBI untuk layanan kesehatan. Keluarga penampung menjelaskan bahwa mereka telah merawat Sudarmi dengan baik, menggunakan seluruh bantuan untuk kebutuhannya. Namun, dengan kondisi Sudarmi yang semakin memburuk dan keluarga yang juga merawat bayi, mereka merasa tidak mampu memberikan perawatan optimal.

Melihat situasi tersebut, Tim Liposos melalui Kepala Desa memfasilitasi evakuasi Sudarmi ke Shelter UPTD Liposos untuk mendapatkan perawatan lebih layak, termasuk pendampingan kesehatan dan pemenuhan kebutuhan dasar. Koordinasi lanjutan untuk bantuan sosial akan dilakukan oleh pemerintah desa dan pendamping sosial PKH. Febri A dari Tim Liposos menyatakan bahwa respons cepat dan kolaboratif diperlukan untuk memastikan penanganan manusiawi, dengan evakuasi ke shelter sebagai langkah terbaik ketika keluarga tidak lagi mampu merawat.

Kisah Haru Reunifikasi Lansia di Sumbersari

Sebelumnya, pada 17 November 2025, warga Kelurahan Sumbersari, Kecamatan Sumbersari, menemukan seorang lansia bernama Darmi atau Antima (60) tergeletak di teras rumah dalam keadaan sakit dan tidak berdaya. Puskesmas Sumbersari segera mengevakuasinya dan merujuk ke UPTD Liposos untuk perawatan dan asesmen lebih lanjut. Saat itu, identitas dan keberadaan keluarga Antima masih belum jelas.

Titik terang muncul pada 19 November 2025, ketika Liposos menerima kunjungan edukasi dari siswa-siswi SD Al Lukman Sumbersari. Salah satu siswa bernama Rere secara tidak terduga mengenali Antima sebagai bibi dari keluarganya. Temuan ini langsung ditindaklanjuti oleh Liposos dengan menghubungi keluarga terkait.

Kepala UPTD Liposos, Roni Efendi, S.Stp, mengapresiasi peran tak terduga dari anak tersebut, yang memungkinkan penemuan keluarga dan pengembalian Antima ke lingkungan aman. Ponakan Antima segera datang untuk memastikan kondisinya dan menyatakan keinginan merawatnya kembali. Koordinasi dilakukan dengan keluarga, ketua RT, dan warga sekitar.

Pada Kamis, 20 November 2025, pukul 10.00 WIB, tim Liposos yang dipimpin Agus Widodo, S.I.P, bersama Sugiarto dan relawan BSB (Ce Maya), mengantarkan Antima ke rumah ponakannya. Kedatangan ini disambut hangat oleh keluarga, yang menjelaskan bahwa suami dan anak kandung Antima telah meninggal dunia, sehingga keluarga besar menjadi penopang utama.

Sinergi dan Komitmen Berkelanjutan

Kedua kasus ini menegaskan komitmen UPTD Liposos Jember dalam memberikan layanan kemanusiaan bagi lansia terlantar, melalui sinergi dengan pemerintah desa, masyarakat, dan pendamping sosial. Kolaborasi ini tidak hanya menyelesaikan masalah mendesak, tetapi juga menjadi pengingat akan pentingnya kepedulian kolektif untuk menyelamatkan dan meningkatkan kesejahteraan warga rentan di masa depan.

Related Articles

Back to top button