DPMPTSP Kabupaten Jember Perkuat Ekosistem Investasi melalui Sinergi Komoditas, Pariwisata, dan Infrastruktur Menuju Pertumbuhan Berkelanjutan

Jember, 23 Februari 2026 – Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Jember terus menunjukkan komitmen kuat dalam mendorong peningkatan investasi daerah melalui pendekatan terintegrasi dan kolaboratif. Pada awal Februari 2026, DPMPTSP menggelar serangkaian Forum Group Discussion (FGD) strategis yang melibatkan perangkat daerah, pelaku usaha, asosiasi pengusaha, serta mitra terkait, guna menyusun dan memperkuat strategi promosi penanaman modal berbasis potensi lokal.
FGD Rumpun Investasi Sektor Komoditas Tahun 2026
Pada Selasa, 10 Februari 2026, DPMPTSP Kabupaten Jember menyelenggarakan FGD Rumpun Investasi Sektor Komoditas Tahun 2026 sebagai bagian dari Program Promosi Penanaman Modal. Forum ini diikuti jajaran perangkat daerah anggota rumpun investasi serta pelaku usaha sektor komoditas yang telah beroperasi di Jember.
Melalui pemaparan materi dan diskusi interaktif bersama narasumber dari unsur perencana pembangunan daerah Pemkab Jember serta Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jember, dibahas sejumlah isu strategis, antara lain pemetaan potensi sektor komoditas unggulan daerah, penguatan narasi promosi investasi berbasis data, serta upaya peningkatan kepastian dan kemudahan perizinan bagi investor.
Hasil diskusi mengonfirmasi bahwa strategi rencana aksi rumpun investasi yang disusun Tim Substansi Penanaman Modal DPMPTSP pada akhir Desember 2025 tetap relevan untuk tahun 2026. Forum ini juga menegaskan peluang perbaikan berkelanjutan yang perlu diselesaikan secara kolaboratif bersama pelaku usaha, asosiasi, dan mitra strategis. Aspek-aspek dasar penanaman modal yang ditekankan mencakup regulasi pengelolaan rencana tata ruang wilayah, data potensi daerah sebagai basis informasi pertumbuhan, infrastruktur seperti pengaktifan Bandara Notohadinegoro dan rencana pembangunan tol menuju Jember, inovasi layanan perizinan melalui Aplikasi Jelita (Jember Layanan Izin Terpadu), serta penguatan branding dan narasi investasi daerah.
Sinergi Investasi dan Pariwisata untuk Percepatan Realisasi Modal
DPMPTSP menegaskan komitmen memperkuat ekosistem investasi melalui sinergi lintas sektor, termasuk kolaborasi dengan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Jember serta pelaku usaha sektor pariwisata. Kegiatan ini melibatkan perangkat daerah rumpun investasi dan organisasi pengusaha terkait.
Kepala DPMPTSP Kabupaten Jember, Isnaini Dwi Susanti, S.H., M.Si., menyampaikan bahwa Jember memiliki potensi sumber daya yang lengkap dan kompetitif. Pada sektor pertanian, komoditas unggulan seperti tembakau cerutu, kopi, dan edamame didukung lahan vulkanik subur serta keberadaan Pusat Penelitian Kopi dan Kakao (Puslitkoka), yang menjadi fondasi pengembangan agroindustri dan hilirisasi. Sementara di sektor pariwisata, Jember memiliki garis pantai selatan sepanjang sekitar 170 kilometer menghadap Samudera Hindia, kawasan Pegunungan Argopuro, destinasi unggulan seperti Pantai Papuma–Watu Ulo, Pantai Bandealit, dan Kawasan Rembangan, serta event berskala internasional Jember Fashion Carnaval (JFC) yang memperkuat citra #JemberMiniatureOfIndonesia.
Meski potensi melimpah, tantangan utama meliputi peningkatan konektivitas dan infrastruktur, kepastian tata ruang, percepatan layanan perizinan, serta penguatan branding daerah. Berdasarkan hasil FGD, dirumuskan empat strategi utama: penguatan regulasi dan digitalisasi perizinan yang transparan serta ramah investasi; penguatan kemitraan lokal melalui konsep “Jember First” yang mendorong kolaborasi investor dengan UMKM daerah; peningkatan promosi melalui pameran, business matching, dan selling mission; serta penyusunan kalender event investasi dan pariwisata terintegrasi.
Pengembangan pariwisata berkelanjutan juga ditekankan melalui konsep green tourism di kawasan Pantai Bandealit, Taman Nasional Meru Betiri, dan integrasi destinasi Watu Ulo–Tanjung Papuma, dengan melibatkan UMKM serta Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) sambil menjaga kelestarian lingkungan. Posisi strategis Jember yang berdekatan dengan kawasan Bromo–Tengger–Semeru dan akses menuju Kawah Ijen menjadi nilai tambah dalam jejaring destinasi wisata regional.
Momentum Capaian Investasi 2025 sebagai Fondasi ke Depan
Capaian realisasi investasi tahun 2025 menjadi landasan optimisme. Berdasarkan data Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) yang direkap DPMPTSP dari Portal Satu Data Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, total realisasi investasi mencapai Rp 2,57 triliun, dengan Penanaman Modal Asing (PMA) Rp 1,83 triliun (47 pelaku usaha) dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) Rp 749,1 miliar (410 pelaku usaha). Investasi tersebut menyerap 9.888 tenaga kerja Indonesia.
Sektor perumahan, kawasan industri, dan perkantoran mendominasi kontribusi tertinggi, diikuti industri makanan serta kimia dan farmasi. Keberagaman sektor ini menunjukkan iklim investasi yang semakin kompetitif dan inklusif.
Melalui upaya berkelanjutan ini, DPMPTSP Kabupaten Jember menegaskan bahwa investasi bukan sekadar masuknya modal, melainkan pembangunan ekosistem inklusif dan berkelanjutan yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat. Strategi “Jemput Bola Investasi dan Ramah Investasi” terus dijalankan menuju visi Jember Baru, Jember Maju.



