Dorong UMKM Naik Kelas, Pemkab Jember Sinergikan Standar Keamanan Pangan dan Inovasi Produk

JEMBER, 14 Mei 2026 – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember melalui instansi terkait terus menunjukkan komitmennya dalam memberdayakan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sektor pangan. Hal ini dibuktikan melalui penyelenggaraan serangkaian Bimbingan Teknis (Bimtek) dan Penyuluhan Keamanan Pangan yang digelar serentak pada tanggal 12 hingga 13 Mei 2026. Melalui kolaborasi sasaran program dari Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes PPKB) serta Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah, dan Perdagangan (Diskopumdag), langkah strategis ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas produksi, menjamin keamanan pangan, memenuhi legalitas usaha, hingga mendorong inovasi pelaku UMKM agar mampu bersaing di pasar yang lebih dinamis.
Fasilitasi Legalitas PIRT Melalui Penyuluhan Keamanan Pangan
Fokus peningkatan mutu standar produk dilakukan oleh Dinkes PPKB Kabupaten Jember dengan menyelenggarakan Penyuluhan Keamanan Pangan bagi 100 pelaku usaha pangan industri rumah tangga (PIRT). Bertempat di Aston Jember Hotel & Conference Center, kegiatan edukasi ini menjadi langkah krusial sebagai pemenuhan persyaratan penerbitan Sertifikat Produksi Pangan Industri Rumah Tangga (SPP-IRT).
Kepala Dinkes PPKB Kabupaten Jember, Muhammad Zamroni, saat membuka acara menekankan bahwa pemahaman keamanan pangan mutlak diperlukan agar produk aman dikonsumsi masyarakat dan kompetitif di pasaran. Disampaikan pula harapan agar seluruh peserta dapat mengikuti post test pada akhir sesi dan dinyatakan lulus, sehingga persyaratan penerbitan izin PIRT dapat terpenuhi dengan baik.
Selama dua hari pelaksanaan, para peserta dibekali dengan materi komprehensif dari berbagai pemangku kepentingan. Pada hari pertama, Selasa (12/5/2026), pemaparan materi diisi oleh perwakilan Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Pengawas Farmasi dan Makanan BPOM, Mia Riswani, mengupas tuntas mengenai Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik (CPPOB), yang meliputi standar kebersihan, proses produksi, dan pengendalian mutu. Selanjutnya, materi mengenai ketentuan penggunaan Bahan Tambahan Pangan secara aman disampaikan oleh Diana Pristawiti Novira.
Berlanjut pada hari kedua, Rabu (13/5/2026), pelatihan difokuskan pada aspek administratif dan teknis pengolahan. Peserta mendapatkan pemahaman mengenai kelengkapan Dokumen Produksi Pangan Industri Rumah Tangga dari Fasilitator Nasional Keamanan Pangan, Yosie Ermawan, S.H., M.H. Selain itu, jajaran Penyuluh Keamanan Pangan Dinkes PPKB Jember, Sri Endahwati, S.KM dan Faiz Alin Nur Rosyid, A.Md, turut melengkapi kegiatan dengan materi Teknologi Proses Pangan untuk menjaga mutu produk, serta pentingnya kelengkapan informasi pada Label Pangan, seperti komposisi dan izin edar.
Edukasi yang diberikan terbukti memberikan wawasan baru bagi pelaku usaha dalam menyelesaikan persoalan produksi. Jefri Rasio, salah seorang peserta perwakilan mahasiswa Politeknik Negeri Jember, menuturkan bahwa melalui pelatihan ini diketahui solusi atas penggunaan bahan tambahan pangan yang tidak diperbolehkan. Bahan yang dilarang oleh BPOM dan Dinkes tersebut dapat diganti dengan STPTP, yang diyakini akan membantu proses inovasi produk seperti ‘Duri Crackers’ dengan mutu dan kualitas yang senantiasa terjaga.
Peningkatan Kualitas dan Nilai Jual Inovasi Olahan Bakso
Pada waktu yang bersamaan, upaya penguatan kapasitas UMKM juga diwujudkan oleh Diskopumdag Kabupaten Jember bekerja sama dengan Dinas Koperasi Provinsi Jawa Timur. Bertempat di PLUT KUMKM, sebuah Bimtek Peningkatan Kualitas Produk digelar untuk mendorong para pelaku usaha agar mampu naik kelas.
Kepala Diskopumdag Jember, Sartini, menyampaikan bahwa kegiatan inisiasi dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur ini diterima dengan sangat baik oleh para pelaku usaha di Kabupaten Jember. Kegiatan ini dinilai sangat membantu UMKM dalam meningkatkan kualitas barang dagang dan sistem pemasaran yang ada. Antusiasme peserta pun terlihat tinggi, terbukti dari kehadiran sejak pukul 09.00 WIB untuk registrasi serta keaktifan mereka dalam sesi tanya jawab selama praktik berlangsung.
Berbeda dengan edukasi administratif, bimtek ini difokuskan pada praktik pembuatan olahan makanan yang memiliki nilai jual tinggi, yakni inovasi olahan bakso. Komoditas ini dipilih karena dinilai memiliki pasar yang sangat luas, digemari hampir seluruh lapisan masyarakat, serta menawarkan banyak peluang inovasi yang berpotensi menjadi produk unggulan daerah.
Para peserta tidak hanya mendapatkan pemahaman teoritis, namun juga dilatih mempraktikkan langsung cara meningkatkan kualitas rasa, tekstur, hingga tampilan produk. Sebagai bentuk dukungan nyata bagi pengembangan usaha sektor makanan olahan, pembukaan acara ini juga diwarnai dengan penandatanganan berita acara serah terima barang sekaligus penyerahan simbolis bahan praktik dan produk percontohan kepada para peserta.
Secara keseluruhan, rangkaian kegiatan yang diusung oleh instansi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Jember ini diharapkan mampu membawa transformasi bagi pelaku UMKM. Pemerintah menargetkan agar para pelaku usaha tidak lagi semata-mata berfokus pada kuantitas produksi, tetapi mulai mengedepankan aspek branding, pemasaran, legalitas, keamanan pangan, dan inovasi produk. Peningkatan kualitas dan pemahaman standar pangan yang komprehensif ini diyakini menjadi langkah penting dalam memperkuat sektor UMKM sebagai tulang punggung penggerak ekonomi daerah.



