DKP3 Jember Perkuat Perlindungan Ternak Ayam Petelur dari Ancaman Avian Influenza Sambil Optimalkan Produksi Telur

Jember, 23 Februari 2026 – Dinas Ketahanan Pangan, Peternakan, dan Perikanan (DKP3) Kabupaten Jember terus menunjukkan komitmen kuat dalam menjaga kesehatan ternak dan keberlanjutan usaha peternakan rakyat. Pada Kamis, 19 Februari 2026, tim gabungan Bidang Peternakan bersama UPTD Laboratorium Kesehatan Hewan, Kesehatan Masyarakat Veteriner, dan Klinik Hewan melaksanakan kegiatan monitoring, evaluasi, serta screening Avian Influenza (AI) di kandang penerima bantuan ayam petelur di Desa Suco, Kecamatan Mumbulsari. Kegiatan ini bertujuan memastikan mutu pakan bantuan tetap optimal, mendeteksi dini potensi wabah penyakit menular strategis, serta mendukung peningkatan produksi telur sebagai sumber protein hewani masyarakat.
Pengawasan Mutu Pakan dan Kondisi Kesehatan Ternak
Tim teknis yang terdiri dari Ir. Purwoto, S.Pt., Tri Wahyu Birawandi, Hairul Anwar, A.Md., Norma Amalia Islami, S.Tr.Pt., Amelia Rahmawati Santoso, S.Pt., Zerlina Arisanti, S.Pt., serta drh. Prilia Nur Syafittri melakukan pengawasan ketat terhadap 40 peternak penerima manfaat. Hasil monitoring menunjukkan bahwa pakan bantuan dalam kondisi berkualitas tinggi, tidak berjamur, dan layak konsumsi. Manajemen penyimpanan pakan oleh peternak dinilai sangat baik, sehingga nutrisi pakan tetap terjaga. Hal ini berdampak positif pada kondisi ayam yang aktif, memiliki nafsu makan tinggi, serta menunjukkan performa produksi telur yang stabil dan meningkat dengan rata-rata persentase produksi mencapai 65-70%.
Hasil Screening Avian Influenza: Negatif dan Aman
Fokus utama kegiatan adalah pelaksanaan screening Avian Influenza melalui pengambilan sampel usap kloaka dan/atau trakea pada ayam petelur yang mewakili populasi kandang. Pemeriksaan menggunakan rapid test antigen menunjukkan hasil negatif untuk seluruh sampel, tanpa adanya indikasi klinis infeksi. Kondisi ini mengkonfirmasi bahwa ternak di Desa Suco berada dalam status aman dari potensi wabah pada saat pemeriksaan dilakukan.
Peternak setempat juga dinilai telah menerapkan prinsip biosecurity dan sanitasi kandang secara memadai, serta memiliki kesadaran tinggi untuk berkoordinasi dan melaporkan dini apabila terjadi gangguan kesehatan ternak. Tim memberikan edukasi mengenai kewaspadaan terhadap gejala Avian Influenza, termasuk peningkatan kematian mendadak, penurunan produksi telur signifikan, perubahan warna jengger menjadi kebiruan, gangguan pernapasan, serta pentingnya penerapan biosekuriti ketat seperti pembatasan lalu lintas, desinfeksi rutin, penggunaan alat pelindung diri, dan pengelolaan limbah yang baik.
Upaya Pencegahan dan Penguatan Ekonomi Peternak
Avian Influenza, khususnya subtipe H5N1 yang bersifat highly pathogenic, merupakan ancaman serius karena dapat menyebabkan kerugian ekonomi besar, penurunan produksi drastis, hingga risiko zoonosis yang membahayakan kesehatan manusia. Melalui screening rutin ini, DKP3 Jember berupaya mendeteksi dini kemungkinan keberadaan virus, terutama pada peternakan yang belum mendapat vaksinasi AI, sekaligus memetakan situasi penyakit di wilayah kabupaten sebagai bagian dari sistem surveilans.
Ke depan, dinas merencanakan evaluasi lebih lanjut serta koordinasi dengan pemerintah desa setempat untuk mengupayakan penampungan hasil produksi telur secara kolektif melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Langkah ini diharapkan dapat mengoptimalkan rantai pemasaran, meningkatkan nilai ekonomi bagi peternak, serta mendukung keberlanjutan usaha peternakan ayam petelur di Desa Suco.
Komitmen Berkelanjutan DKP3 Jember
Dengan sinergi lintas unit kerja dan partisipasi aktif peternak, DKP3 Kabupaten Jember berkomitmen melanjutkan kegiatan surveilans, pembinaan teknis, serta edukasi berkelanjutan. Upaya ini tidak hanya melindungi ternak dari ancaman wabah, tetapi juga menjaga ketahanan pangan daerah, stabilitas ekonomi peternak, serta keamanan produk asal hewan bagi masyarakat luas. Melalui pendekatan preventif dan terpadu, Kabupaten Jember diharapkan tetap bebas dari kejadian Avian Influenza sambil terus meningkatkan produktivitas sektor peternakan secara berkelanjutan.



