Diskominfo Jember Sosialisasikan SP4N Lapor, UHC, dan Wadul Guse di Lima Kecamatan

JEMBER – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Jember menggelar kegiatan Sosialisasi dan Bimbingan Teknis (Bimtek) terkait Sistem Pengelolaan Pengaduan Pelayanan Publik Nasional (SP4N) Lapor, Wadul Guse, dan Universal Health Coverage (UHC) Prioritas di Warung Gizi Sukowono, Kecamatan Sukowono, pada Selasa (5/8/2025). Acara ini diikuti oleh sekretaris kecamatan (sekcam) dan operator Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) dari enam kecamatan, yaitu Sukowono, Kalisat, Arjasa, Jelbuk, Sumberjambe, dan Ledokombo.
Kegiatan yang berlangsung dari pukul 09.00 hingga 12.00 WIB ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan optimalisasi pelayanan publik berbasis digital di tingkat kecamatan, sekaligus memperkuat kapasitas sumber daya manusia (SDM) dalam menjawab kebutuhan masyarakat.
Meningkatkan Kapasitas Pelayanan Publik Berbasis Digital
Dalam sambutan pembukaan, perwakilan Diskominfo Jember menekankan pentingnya keterbukaan informasi di era digital. Mereka menyatakan bahwa implementasi keterbukaan informasi publik menjadi sangat penting saat ini. Melalui bimtek ini, mereka berharap dapat memperkuat kapasitas sumber daya manusia (SDM) di tingkat kecamatan agar lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Bimtek ini menghadirkan pemaparan mendalam mengenai tiga program utama. Pertama, Program UHC Prioritas, yang menjamin akses layanan kesehatan gratis bagi seluruh penduduk Jember melalui kerja sama antara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember dan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. Program ini didukung penuh oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), memastikan seluruh warga secara otomatis terdaftar sebagai peserta. Bagi masyarakat yang belum memiliki BPJS, Pemkab memfasilitasi melalui skema bantuan iuran daerah.
Kedua, Program Wadul Guse, sebuah layanan pengaduan masyarakat berbasis digital yang dapat diakses 24 jam melalui WhatsApp, media sosial, dan email. Layanan ini dirancang untuk mempermudah komunikasi antara masyarakat dan pemerintah, sekaligus menjadi alat evaluasi kinerja Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Narasumber dari Diskominfo menjelaskan bahwa Wadul Guse hadir untuk menjembatani aspirasi masyarakat dan memastikan keluhan ditangani dengan cepat.
Ketiga, SP4N Lapor, sebuah platform nasional yang terintegrasi untuk menampung aspirasi dan pengaduan masyarakat secara terbuka, mudah, dan tuntas. Sistem ini memungkinkan pelaporan yang transparan dan memastikan setiap aduan ditindaklanjuti hingga selesai.
Respons Positif dari Peserta
Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari para peserta. Salah seorang operator PPID dari Kecamatan Sumberjambe menyampaikan bahwa pelatihan ini sangat membantu dalam memahami prosedur dan aplikasi layanan publik digital. Ia menyatakan kesiapannya untuk mendukung kelancaran program ini di wilayah masing-masing. Para peserta juga mengapresiasi pendekatan praktis yang diberikan, termasuk panduan teknis dalam pengoperasian aplikasi dan penanganan pengaduan.
Menuju Pelayanan Publik yang Lebih Mudah dan Transparan
Diskominfo Jember berharap bimtek ini dapat memperkuat implementasi pelayanan publik berbasis digital di tingkat kecamatan. Dengan meningkatnya pemahaman para sekcam dan operator PPID, diharapkan keterbukaan informasi, penanganan pengaduan, dan akses layanan kesehatan dapat lebih mudah dijangkau masyarakat. Perwakilan Diskominfo menyatakan bahwa ke depannya, mereka akan memperluas cakupan program ini hingga ke tingkat desa untuk memastikan manfaatnya dirasakan secara menyeluruh.
Langkah ini menunjukkan komitmen Pemkab Jember dalam mewujudkan pelayanan publik yang responsif, transparan, dan inklusif. Dengan adanya SP4N Lapor, Wadul Guse, dan UHC Prioritas, masyarakat Jember kini memiliki akses yang lebih baik untuk menyampaikan aspirasi, memperoleh layanan kesehatan, dan berpartisipasi dalam pembangunan daerah. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan untuk menjadikan Jember sebagai kabupaten yang modern dan berorientasi pada kebutuhan warganya.



