Diskominfo Jember Jadi Rujukan, Pemkab Nunukan Pelajari Keterbukaan Informasi dan Pembentukan KIM

Jember, 4 Juli 2025 – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Jember menerima kunjungan kerja dari Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian (Diskominfotik) Kabupaten Nunukan pada 30 Juni hingga 1 Juli 2025. Kunjungan ini bertujuan untuk melakukan studi banding terkait penyelenggaraan layanan Keterbukaan Informasi Publik (KIP) dan pembentukan Komunitas Informasi Masyarakat (KIM), sebagai langkah awal bagi Pemkab Nunukan untuk membentuk lima KIM di wilayahnya.
Studi Banding untuk Penguatan Layanan Informasi Publik
Rombongan dari Diskominfotik Nunukan, yang dipimpin oleh Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) Mursan Sakka, S.IP, M.AP, bersama Pranata Humas Ahli Muda Asa Zumara, S.S., M.I.Kom, disambut langsung oleh Sekretaris Diskominfo Jember, Adi Kusnandar Z.A.H, dan Kepala Bidang Aspirasi dan Layanan Informasi Publik, Rachmat Agung Purnama, beserta sejumlah staf. Kunjungan ini menjadi ajang bagi Pemkab Nunukan untuk mempelajari praktik terbaik dalam pengelolaan informasi publik dan pembentukan KIM yang telah diterapkan di Jember.
Adi Kusnandar menyambut baik inisiatif ini dan mempersilakan tim Diskominfo Jember untuk memaparkan teknis pelaksanaan program KIP dan KIM. Dalam paparannya, Rachmat Agung menjelaskan bahwa implementasi Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik di Jember didukung oleh penguatan regulasi, seperti Peraturan Daerah dan Peraturan Bupati, serta kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk organisasi perangkat daerah (OPD), badan usaha milik daerah (BUMD), kecamatan, kelurahan, hingga pemerintah desa.
Pemkab Jember telah mengembangkan empat kanal pengelolaan informasi publik, yaitu SP4N Lapor, Portal PPID Kabupaten, Portal PPID Desa, dan Wadul Gus’e. Kanal Wadul Gus’e, yang diinisiasi langsung oleh Bupati Jember, Gus Fawait, menjadi sorotan karena kecepatan dan efisiensinya dalam menangani pengaduan masyarakat. Agung menegaskan bahwa keberadaan empat kanal ini mempermudah akses masyarakat terhadap informasi publik.
Keberhasilan Pembinaan KIM di Jember
Dalam hal pembentukan KIM, Diskominfo Jember telah membina sekitar 88 KIM, meskipun hanya beberapa yang aktif. Salah satunya, KIM Tirto Gumitir di Desa Sidomulyo, Kecamatan Silo, berhasil meraih Juara 1 dalam kategori KIM Paling Transformatif pada Festival KIM Nasional 2024 di Makassar. Agung menjelaskan bahwa pembentukan KIM memerlukan tahapan yang jelas, termasuk regulasi berupa Peraturan Bupati dan kerja sama dengan berbagai pihak seperti Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD), kecamatan, kelurahan, dan desa.

Kunjungan Lapangan ke KIM Tirto Gumitir dan Kelurahan Tegal Gede
Untuk memberikan gambaran nyata, Diskominfo Jember mengajak rombongan mengunjungi KIM Tirto Gumitir di Desa Sidomulyo. Di sana, rombongan berdiskusi dengan pengurus KIM, perangkat desa, dan pengelola PPID Desa mengenai proses pembentukan KIM, pengelolaan informasi publik, hingga pengembangan ekonomi masyarakat melalui inisiatif seperti Kafe Gapuro. Rombongan juga mengunjungi Sentra Kopi Ketakasih, sebuah UMKM lokal yang memproduksi kopi khas Sidomulyo, sebagai bagian dari pemberdayaan ekonomi berbasis komunitas.
Perjalanan dilanjutkan ke Kelurahan Tegal Gede, Kecamatan Sumbersari, di mana rombongan disambut oleh Ketua KIM Reng Tegal Gede dan Lurah setempat. Diskusi di lokasi ini berfokus pada strategi komunikasi di tingkat kelurahan dan pelibatan pemuda dalam kegiatan KIM. Sebagai bagian dari dokumentasi, dua perwakilan dari Nunukan, Mursan Sakka dan Asa Zumara, turut berpartisipasi dalam podcast yang diselenggarakan oleh KIM Tegal Gede.
Harapan Kerja Sama Antar-Daerah
Ilham, salah satu staf Diskominfo Jember yang mendampingi kunjungan, menyatakan optimismenya terhadap rencana Pemkab Nunukan membentuk lima KIM. “Jika kelima KIM ini dapat berjalan dengan baik, saya yakin ini bisa menjadi percontohan di Provinsi Kalimantan Utara,” ungkapnya saat diskusi di Desa Sidomulyo.
Kunjungan ini diharapkan dapat memperkuat kerja sama antar-daerah dalam pengelolaan informasi publik dan pemberdayaan masyarakat melalui KIM. Dengan berbagi pengalaman dan praktik terbaik, Pemkab Jember dan Nunukan berkomitmen untuk meningkatkan transparansi informasi dan partisipasi masyarakat dalam pembangunan daerah.



