Dinas Perikanan Jember Giat Optimalkan Potensi Perikanan: Dari Reaktivasi TPI-ICS hingga Restocking Ikan

Jember, 11 November 2025 – Dinas Perikanan Kabupaten Jember terus menunjukkan komitmennya dalam mengoptimalkan potensi sektor perikanan melalui serangkaian kegiatan strategis. Mulai dari forum diskusi pengaktifan sarana perikanan, bimbingan teknis diversifikasi olahan ikan, hingga restocking benih ikan di perairan umum, upaya ini bertujuan meningkatkan nilai ekonomi, mendukung pencegahan stunting, serta menjaga kelestarian ekosistem perairan di wilayah pesisir dan daratan Kabupaten Jember.

Forum Diskusi Pengaktifan TPI dan ICS sebagai Langkah Awal Kebijakan Berkelanjutan

Pada Jumat, 7 November 2025, Dinas Perikanan Kabupaten Jember menyelenggarakan Forum Group Discussion (FGD) bertajuk Pengaktifan Sarana dan Prasarana Perikanan (TPI & ICS) di Aula Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan. Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan, termasuk anggota DPRD Komisi B Wahyu Prayudi Wibowo, perwakilan Bappeda Lulus, Nyoman Aribowo dari TP3D, serta Fajar Wahyu Prianto dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jember. Turut serta Inspektur Kabupaten Jember, Kepala Bakesbangpol, camat wilayah pesisir, kepala desa, serta perwakilan dari HNSI, Forum KUB, dan Laskar Sholawat.

Kepala Dinas Perikanan drh. Sugiyarto dalam sambutannya menekankan bahwa FGD ini merupakan langkah awal untuk menyusun kebijakan pengelolaan aset daerah seperti Tempat Pelelangan Ikan (TPI) dan Integrated Cold Storage (ICS) yang lebih efektif. “Kami ingin menelaah dari segala macam sisi. Kita ingin menginventarisasi permasalahan atau potensi-potensi yang ada terkait dengan TPI dan ICS,” ujarnya.

Diskusi interaktif menghasilkan beberapa poin utama, antara lain pengaktifan TPI dan ICS untuk nilai tambah ekonomi, pengurangan ketergantungan nelayan pada tengkulak melalui hilirisasi, prioritas pembangunan sektor perikanan dengan perencanaan bertahap, penguatan regulasi dan pemberdayaan nelayan serta istri nelayan di TPI, serta sinergi ICS-TPI melalui peningkatan kelembagaan, kapasitas SDM, dan pengelolaan higienitas. FGD ini diharapkan menjadi fondasi kolaborasi antarinstansi, akademisi, dan masyarakat pesisir untuk memperkuat ekonomi kelautan.

Bimbingan Teknis Diversifikasi Olahan Ikan Dorong UMKM dan Pencegahan Stunting

Dua hari sebelumnya, pada 5–6 November 2025, Dinas Perikanan bekerja sama dengan SMK Negeri 3 Jember menggelar Bimbingan Teknis Diversifikasi Olahan Ikan untuk 50 pelaku UMKM, dibagi menjadi dua kelompok masing-masing 25 orang per hari. Materi fokus pada pengolahan ikan menjadi produk bernilai tinggi, seperti Otak-otak Bandeng dan Sate Lilit Ikan, dengan praktik langsung dibimbing guru SMK.

Hari pertama dibuka sambutan Perwakilan TP PKK Pokja 3 Siti Nur Istiqomah yang menyatakan kegiatan ini penting untuk ekonomi keluarga dan pencegahan stunting. Sekretaris Dinas Poerwahjoedi menekankan kebersihan produk. Hari kedua, Perwakilan TP PKK Pokja 3 Maria Hardajanti menyoroti angka stunting tinggi di Jember, sementara drh. Sugiyarto menyatakan pencegahan stunting memerlukan gizi seimbang, kebersihan, dan pola asuh terintegrasi.

Kegiatan juga menampilkan produk UMKM binaan seperti abon, nugget, dan bakso ikan. Kolaborasi ini diharapkan meningkatkan kreativitas UMKM, mendukung gerakan gemar makan ikan, serta menghasilkan produk higienis dan bernilai ekonomi tinggi.

Restocking Ikan Tawes dan Wader Jaga Ekosistem dan Ketahanan Pangan

Pada 10 November 2025, Dinas Perikanan melalui Bidang Perikanan Tangkap dan Sumberdaya Perikanan melaksanakan restocking di Sungai Biting, Desa Biting, Kecamatan Arjasa. Sebanyak 2.000 ekor benih ikan tawes (Barbonymus gonionotus) dan wader (Rasbora sp.) dilepasliarkan bersama perangkat desa dan masyarakat.

Kepala Bidang menjelaskan restocking bertujuan memulihkan stok ikan yang menurun akibat penangkapan berlebih dan faktor lingkungan, sekaligus menjaga keanekaragaman hayati. Sekretaris Desa Biting menyampaikan apresiasi dan harapan kelanjutan program. Upaya ini mendukung ketahanan pangan, pbebasan ekonomi masyarakat pedesaan, serta kesadaran pelestarian habitat tanpa praktik merusak seperti racun atau setrum.

Melalui ketiga kegiatan ini, Dinas Perikanan Kabupaten Jember membangun fondasi kuat untuk sektor perikanan berkelanjutan. Pengaktifan aset, inovasi produk, dan pelestarian sumber daya diharapkan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, meningkatkan kesejahteraan nelayan dan UMKM, serta memperkuat ketahanan pangan daerah di masa depan.

Related Articles

Back to top button