Cegah Bahaya Pohon Tumbang, BPBD Jember Laksanakan Aksi Mitigasi Perempesan Pohon

Jember, 10 November 2025 – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember menggelar kegiatan perempesan pohon tahap keenam di sepanjang Jalan Danau Toba, Kelurahan Tegalgede, Kecamatan Sumbersari, pada Senin (10/11/2025). Kegiatan yang berlangsung dari pukul 08.00 hingga 15.30 WIB ini merupakan bagian dari program mitigasi struktural rutin Pemerintah Kabupaten Jember untuk mencegah potensi pohon tumbang yang dapat membahayakan keselamatan pengguna jalan, infrastruktur, serta masyarakat sekitar, terutama saat cuaca ekstrem seperti hujan deras disertai angin kencang.

Inisiatif ini didasarkan pada Surat BPBD mengenai permintaan data perempesan pohon di wilayah rawan bencana, dengan fokus pada pohon-pohon besar yang cabangnya melewati jaringan kabel listrik PLN atau condong ke arah jalan raya. Melalui sinergi lintas sektor, kegiatan ini berhasil dilaksanakan secara lancar tanpa gangguan signifikan terhadap arus lalu lintas, meskipun sempat ada hambatan kecil akibat kabel listrik melintang rendah yang segera diatasi melalui koordinasi dengan petugas PLN.

Kolaborasi Lintas Instansi sebagai Kunci Keberhasilan Mitigasi

Kegiatan perempesan pohon ini melibatkan kerjasama berbagai pihak, termasuk BPBD Kabupaten Jember, PLN, Dinas Sosial (Dinsos), Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BP2JN), Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman dan Cipta Karya (PRKP & CK), Dinas PU Bina Marga dan Sumber Daya Air (SDA), Dinas Perhubungan (Dishub), Satpol PP, Koramil Sumbersari, Polsek Sumbersari, Pemerintah Kelurahan Tegalgede, Kecamatan Sumbersari, Babinsa dan Babinkantibmas Tegalgede, Sahabat Tagana Tegalgede, Keltana Tegalgede, KIM Reng Tegalgede, serta para RT dan RW setempat.

Pelaksanaan dimulai dengan pemberangkatan tim dari Markas Komando (Mako) BPBD pukul 08.00 WIB, diikuti peninjauan lapangan pada pukul 08.05 WIB untuk menentukan titik sasaran. Proses pemangkasan berlangsung hingga pukul 15.00–15.30 WIB dengan pengawasan ketat, termasuk pengaturan lalu lintas oleh aparat keamanan dan pembersihan potongan batang serta ranting oleh petugas DLH bersama warga. Seluruh tahapan didokumentasikan dengan foto dan timestamp sebagai bahan laporan resmi. Cuaca cerah di pagi hari turut mendukung kelancaran, sementara PLN memastikan keamanan jaringan listrik selama proses berlangsung.

Lurah Tegalgede, Shierley Aisyah, ST, MM, menekankan pentingnya kolaborasi ini. “Kegiatan ini dilakukan sebagai upaya pencegahan potensi pohon tumbang yang dapat membahayakan masyarakat dan infrastruktur, terutama saat cuaca ekstrem,” katanya. Ia juga menyampaikan apresiasi atas gotong royong yang terwujud, yang menjadi bukti nyata dalam menjaga keamanan, kenyamanan, dan keindahan lingkungan.

Respons Positif Masyarakat dan Harapan Keberlanjutan Program

Masyarakat sekitar Jalan Danau Toba menyambut baik kegiatan ini, dengan menyatakan rasa aman yang meningkat setelah pohon-pohon rawan dirapikan. “Kami merasa lebih aman setelah pohon-pohon rawan tumbang ini dirapikan,” ujar salah satu warga. Warga juga mengungkapkan kekhawatiran selama musim penghujan akibat angin kencang dan pohon tua, serta berharap program serupa dilaksanakan secara berkala di lokasi lain dengan karakteristik serupa. Mereka mengharapkan BPBD terus melibatkan masyarakat sebagai bagian dari solusi mitigasi bencana.

Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Jember, Maryani, S.Kom, MM, menegaskan bahwa kegiatan mitigasi seperti ini sangat efektif sebagai langkah preventif. “Kesiapsiagaan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga tanggung jawab bersama seluruh masyarakat. Dengan kerja sama yang baik, kita bisa menciptakan Jember yang tangguh terhadap bencana,” katanya. Ia mengajak masyarakat melapor ke pemerintah kelurahan atau BPBD jika menemukan pohon berpotensi membahayakan.

Komitmen Berkelanjutan untuk Minimalkan Risiko Bencana

Sebagai tahap keenam dari serangkaian kegiatan rutin, perempesan pohon di Jalan Danau Toba menunjukkan komitmen Pemerintah Kabupaten Jember dalam mitigasi bencana berbasis pencegahan. Program serupa akan dilanjutkan secara bertahap di wilayah rawan lainnya untuk meminimalkan risiko pohon tumbang. Sinergi lintas sektor dan partisipasi masyarakat menjadi fondasi utama dalam membangun ketangguhan daerah terhadap ancaman cuaca ekstrem, sekaligus menjaga keselamatan publik dan kelancaran infrastruktur.

Related Articles

Back to top button