Bupati Jember Terima Berbagai Curhatan Warga Wuluhan

JEMBER, Jember Hadir Untuk Rakyat atau J-Hur saat ini diselenggarakan di Kecamatan Wuluhan.
Bertempat di Pendopo KantorKecamatan Wuluhan, Bupati Jember Ir. H. Hendy Siswanto duduk bareng dengan warganya, Jumat (18/03/2022).
Dalam pertemuan tersebut, seperti biasa Bupati Jember Hendy Siswanto menerima berbagai curhatan langsung dari warganya.
Curhatan yang disampaikan warga Kecamatan Wuluhan sangat beragam, di antaranya mengenai lingkungan dan pengelolaan sampah yang kekurangan alat pengurai dan alat pengangkut sampah, insentif perangkat desa minta dinaikkan, perbaikan jalan, bantuan-bantuan sosial, serta harga minyak goreng yang semakin meningkat.
Adi Putra, Ketua RW 23 Desa Dukuhdempok meminta Pemkab Jember membuatkan seragam bagi seluruh RT/RW di Jember.
“Saya minta biar keren nih pak, Ketua RT/RW punya seragam,” ungkap Adi Putra.
Bupati Jember Hendy Siswanto menyetujui untuk membuatkan seragam bagi Ketua RT/RW.
“Saya setuju, pokoknya saya love you full kepada Ketua RT/RW, mungkin biar langsung dijawab bapak Adi Wijaya, Kepala DPMD Jember, supaya terjawab semua termasuk permohonan kenaikan insentif bagi RT/RW, monggo pak Adi,” ujar Bupati Hendy Siswanto mempersilakan Adi Wijaya menjawab.
Kepala DPMD Jember Adi Wijaya menyampaikan, terkait TPSTĀ dia menyampaikan pada 2021 Jember meraih juara 2 terkait lomba Bumdes se-Jawa Timur yang diraih Bumdes Balung Kulon dengan usaha pengolahan sampah. Dia mendorong desa lain untuk menyontoh Desa Balung Kulon.
“Bahkan di Balung Kulon ini mengkonversi sampah dengan emas, jadi dihitung sampah lalu dibarter dengan tabungan emas melibatkan Pegadaian,” terang Adi Wijaya.
Sementara untuk pengajuan seragam bagi RT/RW yang baru saja disetujui oleh Bupati Jember, pihaknya akan menganggarkan untuk hal tersebut dengan menyesuaikan dengan anggaran yang ada.
“Kemudian terkait insentif, sebenarnya sejak bapak Bupati Hendy Siswanto menjabat, atas kebijakan bapak Bupati, ada penambahan sebesar Rp. 100ribu di luar DD, kalau dari DD itu dapat Rp. 200 ribu sehingga total setiap orang Ketua RT maupun RW mendapatkan masing-masing Rp. 300 ribu. Sementara yang Rp. 100ribu dari Pemkab Jember itu menyerap anggaran sebesar Rp. 19 miliar 833juta,” urai Adi Wijaya.
Dengan demikian, meski dianggap kecil hanya ada tambahan insentif Rp. 100 ribu untuk RT/RW, itu akumulasinya besar sebesar hampir Rp. 19M pertahun, sehingga dia akan berhitung kembali apabila ada usulan kenaikan insentif dengan menyesuaikan anggaran yang ada. (ipf)































