Bupati Jember Dorong Sinergi dengan Dokter Spesialis untuk Atasi Stunting, AKI, AKB, dan TBC

Jember, 22 Juli 2025 – Pemerintah Kabupaten Jember mengintensifkan upaya penanganan isu kesehatan masyarakat melalui diskusi strategis yang dipimpin langsung oleh Bupati Muhammad Fawait di Pendapa Wahyawibawagraha pada Senin, 21 Juli 2025. Pertemuan ini melibatkan 17 dokter spesialis anak dari 13 rumah sakit di Jember, bersama perwakilan dari Tim Percepatan Penurunan Stunting Daerah (TP3D), Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB), Dinas Kesehatan (Dinkes), Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), serta Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat. Fokus utama diskusi adalah penanganan empat isu kesehatan prioritas: stunting, Angka Kematian Ibu (AKI), Angka Kematian Bayi (AKB), dan Tuberkulosis (TBC).

Komitmen untuk Kesehatan Ibu dan Anak

Dalam sambutannya, Bupati Fawait menegaskan bahwa kesehatan merupakan fondasi utama pembangunan daerah. “Kesehatan adalah pondasi pembangunan. Kita harus pastikan tidak ada lagi anak Jember yang tumbuh dalam kondisi stunting atau ibu melahirkan dalam risiko tinggi,” tegasnya. Ia menyoroti pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dan tenaga kesehatan, khususnya dokter spesialis anak, untuk mempercepat penurunan angka stunting, AKI, dan AKB, serta meningkatkan penanganan TBC di Jember.

Pertemuan ini menjadi wadah untuk menyatukan langkah strategis dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan yang inklusif dan komprehensif. Bupati Fawait menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Jember berkomitmen untuk mendukung Universal Health Coverage (UHC) dengan mengoptimalkan anggaran daerah. “Salah satu fokus UHC adalah meningkatkan mutu pelayanan ibu dan anak di seluruh wilayah Jember,” ujarnya. Langkah ini mencakup peningkatan efisiensi anggaran untuk memastikan akses layanan kesehatan yang lebih baik bagi masyarakat, terutama kelompok rentan.

Sinergi Lintas Sektor dan Usulan Konkret

Diskusi melibatkan berbagai pandangan dan temuan dari lapangan yang disampaikan oleh para dokter spesialis dan perwakilan organisasi perangkat daerah (OPD). Beberapa usulan konkret yang muncul antara lain pentingnya pendampingan berkelanjutan bagi ibu hamil berisiko tinggi dan bayi, peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) melalui pelatihan intensif bagi bidan, serta pelibatan aktif tokoh masyarakat dalam mendukung program kesehatan. Selain itu, kader posyandu juga diusulkan untuk mendapatkan pelatihan guna meningkatkan kemampuan mereka dalam mengedukasi masyarakat dan mendukung program kesehatan di tingkat lokal.

Seluruh masukan yang disampaikan menjadi perhatian serius bagi OPD terkait. Bupati Fawait menegaskan bahwa usulan-usulan tersebut akan dirumuskan menjadi kebijakan konkret untuk mempercepat penurunan angka stunting, AKI, AKB, dan kasus TBC. “Ini komitmen pemerintah daerah dalam memastikan seluruh lapisan masyarakat Jember, khususnya ibu dan anak, mendapatkan akses pelayanan kesehatan yang komprehensif dan berkualitas,” ungkapnya.

Langkah Menuju Jember Sehat

Pemerintah Kabupaten Jember menunjukkan komitmen kuat untuk menangani isu kesehatan masyarakat melalui pendekatan kolaboratif. Pelibatan dokter spesialis anak, kader posyandu, dan tokoh masyarakat menjadi bagian dari strategi untuk memastikan program kesehatan berjalan efektif di tingkat grassroots. Dengan dukungan anggaran yang diarahkan pada UHC, Pemkab Jember berupaya menciptakan sistem layanan kesehatan yang menjangkau seluruh lapisan masyarakat, terutama ibu hamil, bayi, dan anak-anak.

Ke depan, Pemkab Jember akan terus memperkuat sinergi lintas sektor untuk menurunkan prevalensi stunting, AKI, AKB, dan TBC. Dengan langkah-langkah strategis seperti peningkatan SDM kesehatan, pendampingan intensif, dan edukasi masyarakat, Jember diharapkan dapat menjadi teladan dalam mewujudkan masyarakat yang sehat dan sejahtera, sejalan dengan visi pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045.

Related Articles

Back to top button