BPBD Kabupaten Jember Tangani Serangkaian Bencana Hidrometeorologi: Ambruknya Ruang Kelas Sekolah hingga Kerusakan Rumah Warga

Jember, 28 Februari 2026 – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember terus melakukan penanganan dan koordinasi lintas sektor menyusul serangkaian kejadian bencana hidrometeorologi yang melanda wilayah tersebut sepanjang Februari 2026. Kejadian mencakup ambruknya tiga ruang kelas di SDN Ambulu 04 akibat hujan lebat, angin kencang yang menyebabkan puluhan pohon tumbang serta kerusakan rumah di Kecamatan Bangsalsari dan Umbulsari, serta robohnya rumah warga di Kecamatan Puger. Semua insiden tersebut tidak menimbulkan korban jiwa, namun berdampak signifikan terhadap keselamatan masyarakat dan kelangsungan aktivitas sehari-hari, khususnya proses belajar mengajar serta tempat tinggal warga.

Ambruknya Atap Ruang Kelas SDN Ambulu 04

Pada Senin, 9 Februari 2026 sekitar pukul 09.30 WIB, atap tiga ruang kelas berukuran 8×8 meter di SDN Ambulu 04, Jalan KH. Hasyim Asy’ari No. 13, Dusun Langon, Desa Ambulu, Kecamatan Ambulu, tiba-tiba ambruk. Ruang kelas tersebut digunakan oleh siswa kelas 1 (20 siswa), kelas 2 (25 siswa), dan kelas 3 (26 siswa), sehingga total 71 siswa terdampak. Kejadian ini dipicu oleh hujan intensitas sedang hingga lebat pada Minggu, 8 Februari 2026, yang mempercepat kerusakan struktur bangunan sekolah yang sudah tua, terutama kayu penyangga atap yang lapuk.

Beruntung, saat insiden terjadi para siswa sedang menjalani jam istirahat di luar kelas, sehingga tidak ada korban jiwa maupun luka-luka. BPBD Kabupaten Jember segera melakukan asesmen menyeluruh bersama pihak sekolah, pemerintah desa, TNI, Polri, serta warga setempat. Kegiatan belajar mengajar sementara dialihkan ke ruang UKS, perpustakaan, dan ruang BP. Area terdampak telah diamankan untuk mencegah risiko tambahan, khususnya jika terjadi hujan susulan. Laporan asesmen resmi disampaikan kepada Bupati Jember pada Senin, 23 Februari 2026 pukul 17.00 WIB, dengan tembusan kepada Kepala BNPB, Kalaksa BPBD Provinsi Jawa Timur, serta dinas terkait seperti PUPR, PRKPLH, Pendidikan, dan Camat Ambulu. Prioritas utama adalah rehabilitasi ruang kelas agar proses pendidikan dapat berjalan aman dan nyaman kembali.

Angin Kencang di Bangsalsari dan Umbulsari

Pada Jumat, 20 Februari 2026 sekitar pukul 14.30 WIB, hujan deras disertai angin kencang melanda Kecamatan Bangsalsari dan Umbulsari. Di Dusun Curah Cabe, Desa Gambirono, Bangsalsari, tercatat 16 pohon tumbang yang menghalangi akses jalan, satu rumah milik Umar Hamdan (36) ambruk total, serta enam rumah lain mengalami kerusakan ringan. Empat tiang listrik PLN roboh sehingga menyebabkan pemadaman listrik di wilayah tersebut. Di depan SMK Muhammadiyah 2 Desa Paleran, Umbulsari, pohon tumbang juga menimpa jalan dan membahayakan pengguna jalan.

Tim gabungan BPBD, TNI, Polri, PLN, Tagana, relawan, serta pemerintah desa bergerak cepat sejak pukul 15.00 WIB hingga selesai pukul 20.20 WIB, melakukan pemotongan pohon, pembersihan material, pengamanan jalur, dan perbaikan jaringan listrik. Akses jalan kini telah kembali normal, meskipun perbaikan listrik oleh PLN masih berlangsung. Warga yang rumahnya ambruk mengungsi sementara ke rumah saudara. Pendistribusian bantuan logistik dan penanganan pascabencana direncanakan lebih lanjut.

Rumah Roboh di Puger Kulon

Kejadian terbaru terjadi pada Kamis, 26 Februari 2026 pukul 13.30 WIB di Dusun Krajan I, Desa Puger Kulon, Kecamatan Puger. Rumah milik Didik Kurniawan (36), berukuran 6×5 meter dan dihuni empat jiwa, roboh akibat hujan disertai angin kencang sehari sebelumnya (Rabu, 25 Februari 2026). Kerusakan meliputi atap dan tembok dapur yang ambrol, sehingga penghuni harus mengungsi ke rumah tetangga.

BPBD Kabupaten Jember langsung melakukan asesmen dan kajian kebutuhan pascabencana (Jitupasna). Bantuan logistik yang telah disalurkan mencakup sembako, lauk pauk, tambahan gizi, makanan siap saji, terpal, sandang, tas sekolah, perlengkapan kebersihan, selimut, serta family kit. Puing-puing rumah telah dibersihkan, dan rencana bantuan material berupa 500 buah batu bata serta 15 lonjor usuk akan disalurkan untuk mendukung perbaikan.

Koordinasi dan Rekomendasi Pascabencana

Dalam semua kejadian, BPBD Kabupaten Jember menekankan koordinasi lintas sektor yang melibatkan TNI, Polri, pemerintah desa, PLN, Tagana, relawan, serta masyarakat setempat. Tidak terdapat kendala berarti selama proses penanganan. Masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap cuaca ekstrem, khususnya hujan lebat dan angin kencang, serta memperhatikan kondisi bangunan tua dan pohon rawan tumbang.

Laporan kejadian telah diteruskan kepada dinas terkait untuk penanganan pascabencana lebih lanjut, termasuk rehabilitasi infrastruktur pendidikan dan perbaikan rumah warga. Sinergi antarinstansi diharapkan dapat mempercepat pemulihan, sehingga keselamatan masyarakat dan keberlangsungan aktivitas sehari-hari, termasuk pendidikan anak-anak, dapat segera kembali normal.

Related Articles

Back to top button