Aksi Nyata di Hari Bumi: RNPB LMI dan 20 Komunitas Bersatu Pulihkan Pantai Parayangan

JEMBER – Bukan suara musik atau riuhnya wisatawan, melainkan semangat gotong royong yang terdengar nyaring di Pantai Parayangan, Jember, pada Selasa (23/4/2025). Ratusan relawan dari berbagai komunitas pecinta alam berkumpul bukan untuk bersantai, tetapi untuk satu tujuan mulia: menyelamatkan lingkungan.
Aksi tersebut diinisiasi oleh Relawan Nasional Penanggulangan Bencana (RNPB) dari Lembaga Manajemen Infaq (LMI), dalam rangka memperingati Hari Bumi. Lebih dari 20 komunitas dari seluruh penjuru Jember turut serta dalam gerakan kolaboratif ini, menunjukkan bahwa kepedulian terhadap alam tak lagi sekadar wacana.
Kegiatan dibagi dalam dua sesi utama. Di pagi hari, relawan bersama-sama menanam ratusan bibit mangrove di bibir pantai. Tanaman ini dipilih karena kemampuannya melindungi garis pantai dari abrasi serta menjadi habitat alami bagi berbagai biota laut. Meski sempat terkendala pasangnya air laut, para peserta tetap gigih menancapkan bibit demi bibit ke dalam lumpur, tanpa peduli kaki yang terbenam dan pakaian yang kotor.
Setelah beristirahat sejenak, sesi kedua dilanjutkan dengan aksi bersih-bersih pantai. Dari plastik hingga serpihan kaca, semua dikumpulkan demi mengembalikan wajah Pantai Parayangan yang lama tersembunyi di balik tumpukan sampah. Sedikit demi sedikit, pasir yang sebelumnya kusam kini tampak kembali cerah dan bersih.
Achmad Ramadhani Prakoso, Ketua RNPB LMI, tak kuasa menahan rasa bangganya melihat semangat yang ditunjukkan para peserta.
“Melihat antusiasme luar biasa dari teman-teman komunitas membuat saya percaya bahwa semangat cinta lingkungan itu masih hidup dan tumbuh,” ungkapnya.
Ia juga menyampaikan terima kasih khusus kepada Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS), Dinas Lingkungan Hidup Jember, serta semua komunitas yang terlibat aktif dalam kegiatan ini.
Menjelang senja, seluruh peserta berkumpul di pasir pantai, duduk bersama dalam lingkaran sederhana. Mereka berbagi kisah, tawa, dan harapan sambil menyaksikan matahari tenggelam perlahan di balik cakrawala. Sebuah akhir yang indah untuk sebuah gerakan yang penuh makna mengingatkan bahwa bumi bisa sembuh, selama kita tak lelah untuk peduli.



