Vaksinasi Covid-19, Penyuntikan Dosis Pertama untuk Nakes Selesai

Jember – Hari Kamis, 04 Pebruari 2021, menandai berakhirnya vaksinasi Covid-19 dosis pertama untuk para tenaga kesehatan (Nakes) di Kabupaten Jember.

Data terakhir pukul 17.00, data masuk ke dasbor Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) mencatat 5.133 nakes Jember telah menerima vaksin.

Jumlah itu berarti 67,13 persen dari 7.646. nakes yang telah registrasi ulang.

Data tersebut juga menunjukkan adanya peningkatan jumlah sasaran. Sebelumnya, nakes yang menjadi sasaran sebanyak 7.365 orang meningkat menjadi 7.705.

Sementara, sampai hari terakhir, jumlah kedatangan nakes ke fasilitas pelayanan kesehatan sebanyak 8.451 orang.

Di samping data vaksinasi yang masuk ke dashboard KPCPEN tersebut, Dinas Kesehatan juga melakukan pencatatan yang menunjukkan angka dari 8.451 orang yang hadir di fasyankes, 6.636 nakes telah divaksin atau 86,79 persen, tunda 345 nakes dan batal sebanyak 1.172 nakes.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Jember Gatot Triyono menjelaskan, penyuntikan vaksin dosis pertama telah selesai dengan capaian 99,94 % dari alokasi Vaksin yang diterima.
“Selanjutnya, para nakes akan mendapatkan vaksin dosis kedua. Penyuntikan ini dijadwalkan pada tanggal 10 Pebruari 2021,” terang Gatot di ruang kerjanya.

Gatot menjelaskan, sebelumnya Jember telah dua kali menerima vaksin dari Dinkes Provinsi Jawa Timur. Pertama sebanyak 6.800 dan kedua sebanyak 6.480.

“Dari jumlah yang diterima tersebut, ada tiga botol vaksin yang dinyatakan rusak setelah menemukan tutup seng pada botol rusak. Hal ini sesuai prosedur standar, bahwa apabila kemasannya rusak maka vaksin tidak boleh dipakai,” urainya.

Seperti diketahui, vaksinasi tahap pertama menyasar nakes. Sasaran tahap kedua yaitu TNI, Polri, aparat hukum, dan petugas pelayanan publik lainnya yang meliputi petugas di bandara/ pelabuhan/ stasiun/ terminal, perbankan, PLN, dan PDAM, serta petugas lain yang terlibat secara langsung memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Sasaran tahap ketiga yakni masyarakat rentan dari aspek geospasial, sosial, dan ekonomi. Sasaran tahap keempat yakni masyarakat dan pelaku perekonomian lainnya dengan pendekatan kluster sesuai dengan ketersediaan vaksin.

Vaksin diberikan dalam dua kali penyuntikan. Ada rentang waktu 14 hari dari penyuntikan pertama. Ini sesuai dengan petunjuk teknis yang dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan RI. (*)

Related Articles

Back to top button