Tembus Daerah Tersulit, Forkopimda Jember Salurkan Bantuan

Jember – Bupati Jember Faida bersama Forkopimda Jember melanjutkan kunjungan ke lokasi bencana banjir di Kecamatan Tempurejo. Kali ini mengunjungi tiga dusun yang termasuk daerah paling sulit dijangkau, untuk menyalurkan bantuan.

Pada hari keenam bencana banjir itu, Rabu, 20 Januari 2021, Faida mengunjungi warga terdampak banjir di Bande Alit. Jalur ke daerah ini sebelumnya terputus oleh longsor.

“Jadi, kemarin tahap pertama untuk evakuasi dan pertolongan pertama untuk kegawatdaruratan dan masalah kesehatan, termasuk ibu hamil,” kata Faida kepada awak media.

Bantuan yang disalurkan berupa peralatan dapur dan makan. Perlengkapan yang berasal dari Kementerian Sosial tersebut diberikan kepada masyarakat di dusun paling ujung dan jauh dari dapur umum.

Ada delapan kepala keluarga yang mendapat dukungan peralatan tersebut. Selama ini, mereka mendapatkan bantuan makanan dari dapur umum. Ke depan secara bertahap mereka dapat memenuhi kebutuhannya secara mandiri.

“Dengan harapan, bertahap sudah bisa mandiri karena jarak yang terlalu jauh dari dapur umum,” ucapnya.

Bahan makanan juga diberikan kepada mereka. Salah satunya beras dari Bulog Jember. Suplai air bersih juga dilakukan di daerah tersebut.

Dalam kesempatan itu, Faida menyatakan kunjungannya itu juga untuk memastikan semua warga terdampak banjir sudah terurus dengan baik.

Untuk masalah pelayanan kesehatan di wilayah tersebut, Faida mengaku akan menambah tenaga kesehatan.

Satu orang bidan dan satu orang perawat akan disiagakan di daerah itu untuk mengurus masyarakat setempat.

Pihaknya akan mencari tenaga kesehatan dari daerah setempat yang sudah beradaptasi dengan daerah tersebut maupun lebih cepat beradaptasi.

Faida juga membagikan alat tulis kepada anak-anak yang ada di tiga dusun yang dikunjunginya. “Supaya anak-anak bisa semangat lagi,” ucapnya.

Juga membagikan Al Qur’an di enam musholla dan masjid. Ada sekitar 100 Al Qur’an yang dibagikan untuk mendukung pembelajaran baca tulis Al Qur’an di tempat ibadah tersebut.

Faida menjelaskan, karena daerah tersebut tidak ada sinyal telepon, maka tidak bisa secara cepat mendapatkan informasi kebutuhan-kebutuhan tambahan.

Karena itu, pihaknya menyalurkan bantuan sesuai standar kebutuhan masyarakat. “Jadi kita hitung secara standar kebutuhan secara umum masyarakat,” ungkap Faida. (*)

Related Articles

Back to top button