Silaturahim Akhir Masa Jabatan Bupati dan Wakil Bupati

Jember – Menjelang akhir masa jabatan sebagai Bupati dan Wakil Bupati Jember, Faida dan Abdul Muqit Arief bersama Forkopimda dan tokoh masyarakat Jember menggelar silaturahim di Padepokan Arum Sabil, Minggu, 14 Februari 2021.

Faida dalam kesempatan tersebut menyampaikan ucapan terima kasih kepada Arum Sabil yang telah mengundangnya dalam acara silaturahim saat dirinya sudah bukan siapa-siapa.

“Terima kasih saudara tua saya, Haji Arum Sabil, yang telah mengundang saya, bukan sebagai bupati, tapi sebagai saudara,” kata Faida.

Bagi Faida, membangun persaudaraan lebih berarti dibanding sinergitas yang lain. Bahkan ia mengatakan walaupun langit runtuh, persaudaraan adalah segala-galanya.

Sementara Wabup Abdul Muqit Arief dalam kesempatan yang sama menyampaikan, silturahim menjadi sebuah acara yang kelihatannya sederhana.

Tapi, acara itu memiliki makna besar bagi Jember ke depan. “Alhamdulillah, kita bisa bersilaturahim, semoga kegiatan ini menjadi catatan ibadah,” tutur Muqit Aief.

Muqit Arief mengatakan, hal paling indah saat jadi wabup yaitu bisa mendapat saudara yang lebih banyak.

“Kalau saya tidak diajak beliau (Faida, red) menjadi wakil bupati, mungkin saya tidak kenal Pak La Ode, tidak kenal saudara-saudara, karena memang bukan siapa-siapa, hanya orang kampung, karena memang saya orang kampung,” katanya.

Selain dihadiri Faida dan Muqit, acara tersebut juga dihadiri Kapolres Jember AKBP Arif Rachman Arifin, Dandim 0824 Jember Letkol Inf La Ode Muhammad Nurdin, Rektor IAIN Jember Prof Babun Suharto, dan Owner Dira Grup Ponimin Tohari.

Untuk diketahui, masa pemerintahan Faida dan Abdul Muqit Arief sebagai Bupati dan Wakil Bupati Jember berakhir pada 17 Februari 2021 mendatang. Faida dan Muqit akan digantikan oleh pasangan Hendy Siswanto dan M. Balya Firjaun Barlaman yang merupakan pemenang dalam Pilbup Jember 2020 lalu.

Dalam kesempatan tersebut tuan rumah HM Arum Sabil menyebut silahturahim merupakan inisiasi bersama untuk meneruskan budaya silahturahim pada akhir masa jabatan forkompimda.

“Silahturahim menyatukan. Karena tidak semua orang bersama dalam pikiran untuk tujuan yang baik. Niatnya sama dalam tujuan yang baik, menuju tujuan yang baik, kadang-kadang memiliki pikiran yang berbeda-beda,” ujar HM Arum Sabil.

Sebuah jabatan, lanjutnya, bukanlah suatu batasan atau penghalang untuk merekatkan silahturahim. Harus tetap membangun dan menjaga silaturahim. (*)

Related Articles

Back to top button