SE Bupati Jember Antisipasi Covid-19 pada Natal dan Tahun Baru

Memperhatikan peningkatan laju perkembangan penularan Covid-19, Bupati Jember, dr. Faida, MMR., mengeluarkan surat edaran (SE) tentang antisipasi penyebaran Covid-19 pada perayaan ibadah Natal 2020 dan tahun baru 2021.

SE nomor 2613 tahun 2020 itu mengacu surat edaran Menteri Agama RI tentang panduan penyelenggaraan kegiatan ibadah dan perayaan natal dalam pandemi Covid-19, serta Peraturan Bupati Jember tentang penerapan disiplin dan penegakan hukum protokol kesehatan untuk pencegahan dan pengendalian Covid-19.

“Penyelenggaraan ibadah natal disarankan untuk dilakukan secara daring. Namun, apabila offline, dengan membatasi maksimal 50 persen yang hadir di tempat ibadah, dan meniadakan kegiatan berkunjung,” kata Bupati Faida dalam SE itu.

Surat edaran itu juga terkait larangan untuk menyelenggarakan perayaan tahun baru 2021 yang menimbulkan kerumunan, baik di tempat terbuka maupun tertutup, seperti tempat wisata atau hotel.

Bupati Faida mengatakan meski peta sebaran Covid-19 di Kabupaten Jember telah mengalami penurunan pasca puncak pelaksanaan pilkada, namun saat ini masih tergolong cukup tinggi.

Lebih jauh Bupati Faida menegaskan,  jika masih ditemukan pelanggaran protokol kesehatan terkait perayaan tahun baru, maka tim penegak protokol Covid-19 akan melakukan operasi yustisi.

“Kita lebih banyak mengerahkan untuk pengamanan dan penegak protokol kesehatan Covid-19 di tempat-tempat publik,” katanya kepada wartawan.

Dalam SE itu, pemerintah meminta pengelola tempat wisata mengatur sirkulasi pengunjung secara ketat, dengan memberikan batas 50 persen maksimal pengunjung dan maksimal tutup pukul 21.00 WIB.

Sementara, untuk pengelola pasar modern, tempat hiburan, restoran, dan sejenisnya, diharapkan secara tetap menjalankan protokol kesehatan, membatasi pengunjung hingga maksimal 50 persen dari kapasitas tempat yang disediakan, dengan jam operasional maksimal hingga pukul 22.00 WIB.

Sejalan dengan hal tersebut, Ketua Satuan Tugas Covid-19 di kecamatan/kabupaten diminta untuk tidak mengeluarkan rekomendasi penyelenggaraan acara yang menimbulkan kerumunan.

“Rekomendasi hanya diberikan bagi kegiatan yang tidak menimbulkan kerumunan,” terang Bupati Faida dalam surat edaran tertanggal 18 Desember 2020 itu.

Satgas juga diminta untuk melakukan pemberhentian kegiatan yang berkerumun, serta berkoordinasi dengan pihak terkait untuk penegakan protokol kesehatan.

Juga diminta untuk mengintensifkan kegiatan sosialisasi dan penertiban protokol kesehatan di wilayah masing-masing dengan melibatkan tokoh agama, tokoh masyarakat berbasis komunitas, sekaligus mengevaluasi pelaksanaannya.

Pembatasan melaksanakan kegiatan dalam SE tersebut berlaku sejak ditetapkan hingga sampai dengan 8 Januari 2021. (izza/dahlan/*f2)

 

Unduh Surat Edaran pada tombol di bawah ini :

 

 

Related Articles

Back to top button