Penanganan Bencana Banjir Sudah Baik

Penanganan bencana banjir di Kecamatan Tempurejo berjalan baik. Pelayanan kesehatan melibatkan petugas gabungan lima puskesmas. Produksi dapur umum pun mulai berkurang.

Hal itu diungkap Bupati Jember Faida setelah melakukan kunjungan ke lokasi bencana banjir di Tempurejo, Minggu, 17 Januari 2021.

“Kita lihat di posko bencana di Kecamatan Tempurejo yang melayani tiga desa. Kondisi sudah running, berjalan baik,” terang Faida.

Faida menjelaskan, dapur umum yang semula memproduksi 6.000 porsi makanan per hari mulai menurun menjadi 4000, dan turun lagi 3.000 porsi.

“Artinya, sudah banyak keluarga yang sudah bisa kembali masak sendiri di rumah,” jelasnya. Tim masak bekerja dengan sangat baik. Kualitas makanannya juga cukup baik.

Logistik makanan yang tersedia di gudang, menurut Faida, tersedia cukup. Logistik itu juga berasal dari masyarakat. “Saya lihat tim logistik mengelola dengan sangat baik. Tercatat rapi, tertata rapi,” katanya.

Di Posko pengungsian, masih kata Faida, pada hari pertama sempat ada pengungsi sejumlah 100 orang. Meraka berasal dari beberapa belas keluarga.

Hanya satu malam mereka bertahan di tempat pengungsian. Sebab, secara bertahap sudah dijemput keluarganya dan kembali ke rumah masing-masing. Pemulangan itu dibantu tim gabungan TNI, Polri, BPBD, relawan PMI, dan masyarakat.

“Bergerak bersama-sama, dan akhirnya para pengungsi hanya satu malam saja di pos pengungsian. Hari ini, kita bisa lihat, sudah kosong dan berfungsi sebagai pos kesehatan,” kata Faida.

Penanganan kesehatan juga mencakup pemantauan kondisi kesehatan masyarakat Tempurejo. Dari data yang diterimanya, Faida menyebut ada 88 ibu hamil dengan beberapa diantaranya memilki risiko tinggi. Ada juga 66 lansia dan 54 balita, yang menjadi perhatian khusus untuk penanganan kesehatannya

Faida menerangkan, posko kesehatan merupakan gabungan puskesmas setempat dengan lima puskesmas sekitar untuk menjaga stamina. Mereka bertugas secara bergilir 24 jam menjaga kesehatan masyarakat. Ini juga agar pelayanan kesehatan berjalan baik.

Khusus di wilayah yang sulit di Bande Alit, masih kata Faida, tim datang menggunakan kendaraan khusus bersama relawan Raung. “Kita sudah mempunyai beberapa ambulans dengan spesifikasi 4 x 4 yang bisa diterjunkan ke wilayah khusus di Bande Alit yang sempat terputus,” ungkapnya.

Untuk panggilan-panggilan ke lapangan karena situasi darurat, kata Faida, petugas juga melayani dengan turun ke lapangan. “(Warga) tidak harus datang ke posko kesehatan,” ujarnya.

Lebih jauh Faida mengungkapkan, kondisi darurat banjir telah ditetapkan sejak 14 Januari lalu. Penetapan kondisi itu berlaku 14 hari. “Kita akan evaluasi setiap hari sampai 14 hari. Bisa dihentikan dan bisa dilanjutkan sesuai dengan kondisi,” ucapnya. (*)

Related Articles

Back to top button