Bupati Sampaikan Pesan Dua Menteri

Bupati Jember dr. Hj. Faida, MMR., menyampaikan pesan dua menteri dalam peringatan Hari Otonomi Daerah ke-22 dan Hari Pendidikan Nasional Tahun 2018, Rabu (2/5/2018), di Alun-alun Jember.

Perempuan pertama Bupati Jember menjadi inspektur dalam upacara yang diikuti kalangan pendidikan dan pemerintahan daerah ini. Dua menteri itu yakni Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo serta Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy.

Peringatan Hari Otonomi Daerah mengangkat tema “Mewujudkan” Nawa Cita melalui Penyelenggaraan Otonomi Daerah yang Bersih dan Demokratis”.

“Bangsa kita semakin dewasa menyadari cara utama yang paling efektif mewujudkan”” kesejahteraan rakyat” adalah” melalui” penyelenggaraan”” otonomi daerah yang bersih dan demokratis,” pesan Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo dalam pidato yang dibacakan bupati.

Menteri menekankan” tiga” hal untuk menjadi perhatian bersama. Pertama, integritas dan” etika” profesionalisme bagi para pemimpin dan penyelenggara” pemerintahan daerah merupakan hal yang harus dikedepankan.

Kedua, komitmen” bersama untuk” mewujudkan” tata” kelola” pemerintahan”” yang baik (good governance).

Ketiga, upaya peningkatan kesejahteraan” masyarakat, melalui peningkatan kualitas pelayanan publik, peningkatan pemberdayaan masyarakat, dan peningkatan daya saing perekonomian daerah” harus” terus”” menjadi prioritas utama”” kebijakan”” di”” semua”” level”” pemerintah daerah.

Menteri mengingatkan tuiuan utama penyelenggaraan otonomi daerah untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat melalui peningkatan kualitas, peningkatan daya saing, kreatifitas, dan inovasi yang mengandalkan kekhasan daerah.

Selain itu, penyelenggaraan otonomi daerah yang bersih merupakan bagian yang sangat penting dari sebuah proses demokrasi. Karena hal ini menjadi syarat mutlak bagi pembangunan yang menyeluruh dan berimbang.

Sementara itu, peringatan Hari Pendidikan Nasional Tahun 2018 mengambil tema “Menguatkan Pendidikan, Memajukan Kebudayaan”. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy dalam pidato tertulisnya mengajak untuk menjadikan peringatan kali ini sebagai momentum untuk merenungkan hubungan erat antara pendidikan dan kebudayaan.

“Sebagaimana tercermin dalam ajaran, pemikiran, dan praktik pendidikan yang dilakukan oleh Ki Hadjar Dewantara,” ujarnya.

Peringatan kali ini juga untuk melakukan muhasabah, mesu budi, atau refleksi terhadap usaha-usaha yang telah diperjuangkan di bidang pendidikan.

“Mari kita satukan tekad untuk menguatkan pendidikan dan memajukan kebudayaan dengan disertai niat yang ikhlas serta usaha yang keras tak kenal lelah dalam mengabdi di dunia pendidikan,” Menteri Muhadjir.

Cita-cita pendidikan dan kebudayaan nasional hanya bisa terwujud jika kita bekerja keras dan berdaya jelajah luas. Hanya dengan cara itu, kerja pendidikan dan kebudayaan dapat menjangkau seluruh wilayah Indonesia.

Kepada wartawan usai upacara, bupati menyampaikan peringatan Hardiknas menjadi satu semangat bahwa pendidikan dan kebudayaan adalah sesuatu yang saling” menunjang dan saling menguatkan.

“Karenanya, ini menjadi semangat bagi kita semua, termasuk di Jember tahun ini, selain Jember maju Iptek dan Imtaq, di bidang pariwisata pun kita mencanangkan pariwisata yang berbudaya,” tegasnya. (mutia/izza*f2)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button