Bupati dan Dandim Bantah Berita Ribuan Pengungsi Terlunta-lunta

Di tengah kesedihan bencana banjir yang melanda Jember, masih ada saja pihak yang berbuat tidak patut dengan menyebar berita tidak benar.

Bupati Jember Faida dan Komandan Kodim 0824 Jember Letkol. Inf. Laode M. Nurdin saat meninjau posko kesehatan di Kecamatan Tempurejo, Minggu, 17 Januari 2021, menyampaikan fakta sebenarnya.

Berita yang beredar itu menyebut ada ribuan pengungsi bencana banjir terlunta-lunta.

Dandim Laode M Nurdin menjelaskan, bencana banjir akibat curah hujan yang tinggi melanda tujuh kecamatan. Luasnya wilayah itu tentu saja mencakup ribuan orang yang terdampak.

“Dari tujuh kecamatan terdampak banjir luapan sungai tersebut memang ribuan. Namun mereka tidak sampai mengungsi,” tegas Dandim.

Ia memastikan tidak ada ribuan pengungsi. Mereka yang mengungsi telah didata oleh anggota Koramil masing-masing wilayah terdampak.

“Koramil sejak terjadi sudah turun ke lapangan untuk melakukan pendataan. Hanya yang di Wonoasri ini yang sampai mengungsi. Itu pun tidak seluruhnya. Sebagian besar masih memilih tinggal di rumah masing-masing,” urainya.

Desa Wonoasri di Kecamatan Tempurejo menjadi wilayah yang cukup parah terdampak banjir. Menurut Dandim, saat terjadi banjir ada sekitar 100 orang mengungsi di posko.

Namun, mereka hanya bertahan satu malam saja. Sebab, mereka dijemput oleh keluarga masing-masing yang dibantu aparat TNI, Polri, relawan PMI, dan masyarakat yang peduli.

Mereka yang kembal ke rumah masing-masing pun masih menerima kirima bantuan bahan makanan. TNI bersama unsur lainnya melakukan pendistribusian logistik bantuan tersebut.

Dalam situasi keprihatinan tersebut, Dandim menekankan agar semua pihak saling menguatkan kepedulian. Bukan malah menebar sesuatu yang tidak patut.

“Terkait dengan bencana alam ini, seyogyanya semua pihak prihatin dan ikut membantu. Kalau ada materi, bantu dengan materi. Kalau ada ide atau solusi, bantu dengan solusi. Kalau tidak punya apapun, bantu saja dengan do’a. Sehingga permasalahan yang menimpa saudara kita dapat segera dapat teratasi. Jangan malah dijadikan ajang politisasi,” pungkasnya.

Senada dengan Dandim, Bupati Faida menegaskan berita yang menyebut ada ribuan pengungsi terlunta-lunta tidak benar.

“Saya lihat kemarin itu di posko ada pengungsi jumlahnya 100 orang dan itu hanya satu malam saja. Hari berikutnya sudah kembali ke rumah masing-masing dijemput keluarganya,” katanya.

“Satu hari saja, semua pengungsi sudah kembali ke rumah masing-masing. Di posko dalam keadaan kosong. Jadi kalau ada berita bahwa ada ribuan pengungsi yang terlunta-lunta, itu tidak benar. Saya pastikan itu tidak benar. Semua pengungsi tertangani,” tegasnya. (*)

Related Articles

Back to top button