Berhasil Bikin Lompatan, Ady Setiawan Kembali Jabat Dirut Perumdam Tirta Pandalungan


Jember
– Bupati Jember Faida melantik Direktur Utama Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Pandalungan, Jum’at, 05 Pebruari 2021.

Dirut Perumdam Tirta Pandalungan dijabat kembali oleh Ady Setiawan, karena selama empat tahun berhasil memajukan perusahaan. Penunjukan kembali ini sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 54 Tahun 2017 tentang Badan Usaha Milik Daerah.

Pada Pasal 61 menyebutkan anggota direksi diangkat untuk masa jabatan paling lama lima tahun dan dapat diangkat kembali untuk satu kali masa jabatan apabila memiliki keahlian dan / atau prestasi yang sangat baik melalui rekomendasi Dewan Pengawas.

Ady sebelumnya menjabat dirut pada periode 2017 – 2021, yang berakhir pada 01 Pebruari 2021. Pada periode berikutnya, Ady akan menjabat selama lima tahun mulai 2021 hingga 2026.

Bupati Faida menyampaikan, Perumdam Tirta Pandalungan selama ini telah mampu membuat lompatan keberhasilan. Diantaranya cakupan layanan serta sumbangan untuk pendapatan asli daerah.

“Keberadaan Tirta Pandalungan bukan sekedar distribusi air. Namun lebih dari itu, Tirta Pandalungan bagian dari pemenuhan hak asasi manusia, hak dasar masyarakat terkait akses air bersih,” ungkap bupati terkait perluasan cakupan layanan oleh perusahaan tersebut.

Tentang keberhasilan meningkatkan PAD, bupati menjelaskan bahwa periode Ady sebelumnya telah mampu menyumbang Rp. 1 miliar. Padahal periode sebelum Ady memberikan seumbangan pendapatan sebesar Rp. 600 juta.

“Ke depan, untuk periode 2021 sampai 2026, saya sebagai bupati meminta Perumdam Tirta Pandalungan untuk meningkatkan PAD, menjadi 2,5 miliar rupiah,” ujarnya seraya tersenyum.

Selain melantik Dirut Perumdam Tirta Pandalungan, Bupati Faida juga menyerahkan SK Plt. Dirut Perusahaan Daerah Perkebunan (PDP) Kahyangan kepada Arief Wicaksono. Pengisian dirut secara difinitif menunggu proses yang akan datang.

Dalam kesempatan itu, Bupati Faida juga meresmikan tiga gedung milik Perumdam Tirta Pandalungan. Yakni gedung administrasi Hazora, Instalasi Kota Kecamatan (IKK) Panti, dan reflowing atau pengaliran kembali IKK Balung.

Ady menjelaskan, produksi air minum dalam kemasan Hazora akan dipindah dari kantor pusat di Jalan Trunojoyo ke kompleks kantor administrasi Hazora di Sumber Telas, Kelurahan Kebon Agung, Kaliwates. Gedung produksi telah dibangun sebelumnya.

“Untuk mendekatkan dengan sumber mata air supaya biaya produksinya rendah, kemudian aksesbilitasnya lebih mudah,” ujarnya. Sumber air berada di belakang kantor adminstrasi.

Produksinya 1.000 boks per hari untuk air minum dalam kemasan bentuk gelas. Untuk air minum kemasan galon sudah mencapai 1.500 galon per hari.

Terkait peresmian Instalasi Kota Kecamatan (IKK) Panti, Ady menjelaskan instalasi di Kecamatan Panti itu untuk melayani sambungan rumah yang berada di Desa Suko, Kecamatan Panti, mencapai 800 sambungan rumah pelanggan.

Kapasitas produksinya 40 liter per detik, jumlah pelanggan yang sekarang dilayani sekitar 800 pelanggan. Sumber air berasal dari mata air Suko yang berada di lahan milik Perumdam Tirto Pandalungan.

Sedangkan reflowing atau pengaliran kembali IKK Balung, Ady mengungkapkan bahwa pada tahun 2014 instalasi ini berhenti berproduksi. Padahal tahun itu mampu memproduksi air 20 liter per detik dan bisa untuk melayani sekitar 2.000 pelanggan.

Namun, saat itu hanya mengaliri 20 pelanggan, sehingga tidak bisa secara kontinyu melayani pelanggan karena tidak cukup untuk membayar biaya operasional. Kondisi itu membuat instalasi mangkrak, sampai pada tauhn 2020 kemudian dihidupkan lagi dengan 300 pelanggan.

“Akan kami kembangkan. Akan ada tambahan 500 sehingga menjadi 800, sampai mencapai maksimal 2000 pelanggan,” ujarnya.

Dengan penambahan IKK Panti, berarti telah menambah lima instalasi di kecamatan. Yaitu Panti, Balung, Arjasa, Ajung, dan Silo. Yang dicapai sejak 2017. Digabung dengan IKK sebelumnya, Perumdam Tirta Pandalungan telah memiliki 17 IKK.

Ady juga menjelaskan pelantikan kembali dirinya. Ia mengatakan tiga bulan sebelum akhir masa jabatannya telah membuat laporan akhir masa jabatan. “Bulan September 2020, saya sudah menyerahkan laporan akhir masa jabatan kepada bupati melalui dewan pengawas,” ucapnya.

Dewan pengawas (Dewas) melakukan evaluasi dan penilaian untuk memberikan rekomendasi apakah direksi yang ada layak untuk dilakukan perpanjangan atau diberhentikan.

Pihaknya juga mengundang auditor independen dan auditor BPKP Provinsi jawa Timur untuk menilai kinerja direksi. Hasil audit tersebut memberikan predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP). Kemudian dewas melaporkan kepada  bupati selaku kuasa pemilik modal (KPM), selanjutnya bupati mengambil keputusan.

Sebelum mengambil keputusan, bupati sudah melakukan tahapan wawancara dengan direktur yang akan diangkat kembali dan melakukan kontrak kinerja untuk periode jabatan 2021 – 2026.

“Saya sudah wawancara dan memaparkan program kerja, kemudian menadatangani kontrak kinerja periode 2021 sampai 2026,” katanya. Ady berjanji akan memenuhi target dalam kontrak tersebut. (*)

  1. Pelantikan Dirut Perumdam Tirta Pandalungan Kabupaten Jember Periode 2021 – 2026

Berdasarkan Laporan Akhir Masa Jabatan yang disusun Direksi tanggal 8 September 2020 dan rapat evaluasi Dewan Pengawas serta rapat Tinjauan Manajemen yang dilaksanakan di Pendopo pada tanggal 30 Desember 2020 sekaligus mendengarkan paparan hasil kinerja Perumdam Tirta Pandalungan berdasarkan Audit BPKP Perwakilan Jawa Timur, bahwa sejak tahun 2017 hingga tahun 2020 Penilaian Kinerja yang dilakukan berdasarkan pada Kepmendagri dan BPPSPAM, Penilaian Kinerja Perumdam Tirta Pandalungan terus meningkat dari tahun ke tahun.

Sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 54 Tahun 2017 tentang Badan Usaha Milik Daerah pada Pasal 61 Anggota Direksi diangkat untuk masa jabatan paling lama 5 (lima) tahun dan dapat diangkat kembali untuk 1 (satu) kali masa jabatan apabila memiliki keahlian dan / atau prestasi yang sangat baik melalui rekomendasi Dewan Pengawas.

  1. Pembukaan IKK Panti

Sumber Suko yang sudah dimiliki PDAM selama 8 (delapan) tahun belum dapat dimanfaatkan, namun pada saat ini di tahun 2020 sudah dapat dimanfaatkan untuk memberikan kepada masyarakat di Kecamatan Panti sebanyak 786 Sambungan Rumah diantaranya di desa Badean, Krajan dan Dukuh Mencek.

Berdasarkan hal tersebut, IKK Panti dengan luas Kantor ± 2500 m2 saat ini melayani pelanggan sebanyak 786 yang sumber airnya berasal dari Sumber Suko.

  1. Reflowing IPA Balung

Pengaliran kembali Instalasi Pengolahan Air Balung yang dibangun di tahun 2014 namun sudah tidak beroprasi dikarenakan jumlah pelanggan saat itu hanya 20 Sambungan Rumah, sehingga tidak dapat menutupi beban operasional di Instalasi Pengolahan Air tersebut.

Saat ini dengan pelanggan ± 200 Sambungan Rumah, IPA Balung dengan luas Kantor ± 3000 m2 akan melakukan reflowing IPA untuk melayani pelanggan air minum di wilayah Balung dan sekitarnya.

  1. Gedung Hazora

Telah rampungnya pembangunan gedung hazora tahap kedua yaitu Gedung Administrasi dan Gedung Produksi sebagaimana telah diresmikan pada saat Kongres Air Minum Tahun 2020 yang lalu yang berlokasi di daerah Sumber telas dengan luas kantor ± 1000 m2 ini diharapkan mampu meningkatkan produktivitas dan dapat bersaing dengan produk – produk Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) lainnya.

“Kehadiran IKK ini akan memberikan suatu pembuktian terhadap kepedulian pemerintah kepada masyarakatnya, pemerintah selalu berusaha dengan berbagai upaya agar hak-hak dasar penduduk dapat dinikmatinya yaitu dengan terpenuhinya kebutuhan air bersih,” ucap bupati.

Related Articles

Back to top button