Anggaran untuk Pertanian Meningkat Tajam Sejak 2016

 width=

Bupati Jember, dr. Faida, MMR., melanjutkan penyaluran Kartu Tani untuk masyarakat petani Kecamatan Rambipuji, Balung, dan Puger.

Penyaluran pada Jumat, 20 Desember 2019, ini dipusatkan di Pondok Pesantren Baitul Arqam, Kecamatan Balung, yang diasuh oleh KH. Masykur Abdul Mu”id.

Tampak Komandan Kodim 0824 Jember, Letkol. Inf. Laode M Nurdin, hadir dalam acara yang dikemas dalam Festival Tani dan Ternak Jember 2019 itu.

Pada awal paparannya, bupati menjelaskan langkah Pemerintah Kabupaten Jember dalam menata kelompok tani dengan melakukan verifikasi dan validasi.

Kelompok tani dan gabungan kelompk tani itu kemudian ditetapkan melalui surat keputusan bupati.

Langkah ini diambil agar bantuan yang diberikan oleh pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten tepat sasaran.

Bupati juga menjelaskan Himpunan Petani Pemakai Air (Hippa) memiliki tugas untuk mengatur penggunaan air irigasi, agar hubungan antar petani terjaga dengan baik.

Selanjutnya bupati mengungkapkan bahwa anggaran untuk pertanian mengalami peningkatan yang signifikan dalam masa kepemimpinannya.

Di hadapan petani, bupati menyajikan data anggaran dari tahun 2015. Pada awal menjabat sebagai bupati, anggaran untuk meningkat hampir empat kali lipat. Dan menjadi delapan kali lipat pada tahun 2017.

Data peningkatan anggaran ini sekaligus memberikan jawaban bagi pihak yang menilai anggaran pertanian di Jember terus berkurang.

“Anggaran pertanian tidak hanya berada di Dinas Pertanian. Contohnya di Dinas Pekerjaan Umum,” terang bupati.

Paparan bupati berikutnya terkait dengan bantuan alat mesin pertanian atau alsintan. Bupati menyinggung oknum yang menarik biaya untuk bantuan tersebut sebagai pihak yang tidak sayang kepada petani.

Orang nomor satu di Jember ini pun berpesan bahwa pungli adalah perbuatan yang mengundang dosa. Pemberi maupun penerima telah berbuat dosa. “Yang tahu ada pungli tapi tidak melapor juga dapat dosa,” kata bupati.

Selain bantuan alsintan, bupati menyebut petani bisa mendapatkan fasilitas Kridit Usaha Rakyat (KUR) tanpa jaminan sertifikat tanah. Dana yang diperoleh untuk per orangan ini bisa mencapai Rp. 25 juta, dan akan meningkat pada tahun depan menjadi Rp. 50 juta.

Sementara itu, Dandim Laode M. Nurdin mengatakan siap bersama petani untuk meningkatkan swasembada pangan. “Petani adalah pekerjaan yang luar biasa dan mulia,” tuturnya.

Dandim juga mengajak petani bersyukur atas nikmat berupa bantuan yang diberikan pemerintah dengan menggunakan dan memelihara dengan baik. (mutia/*f2)

 

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button