Wabup: Bupati Telah Fasilitasi Anak Yatim-Piatu

Yatim, bukan hanya karena tidak memiliki ayah atau ibu. Yatim yang sesungguhnya adalah seseorang yang tidak memiliki ilmu pengetahuan.

Hal ini disampaikan Wakil Bupati Jember, Drs. KH. A. Muqit Arief, dalam acara Yatim Bersholawat di Aula PB Soedirman Pemkab Jember, Senin, 30 Desember 2019.

Lebih jauh wabup menjelaskan, Bupati Jember, dr. Faida, MMR., telah memberikan berbagai fasilitas untuk anak yatim – piatu.

“Bupati Faida sangat tidak rela kalau di Jember ini ada anak yatim yang putus sekolah,” ungkap wabup.

“Anak yatim harus menempuh pendidikan sampai ke tingkat perguruan tinggi,” tandas wabup.

Wabup menegaskan, tidak boleh ada anak yatim yang lulus SD lalu tidak melanjutkan ke SMP dan SMA.

“Yang lulus MTs – SMP harus melanjutkan ke SMA, SMK, atau madrasah aliyah,” tutur pengasuh Ponpes Al Fala Silo ini. “Dan sampai ke perguruan tinggi,” imbuhnya.

Meski tidak memiliki ayah atau ibu, tetapi memiliki ilmu pengetahuan, maka akan menghadapi kehidupan di masa depan dengan tegar.

Sebaliknya, meski memiliki ayah dan ibu, tetapi tidak memiliki ilmu pengetahun maka akan menghadapi kehidupan ke depan dengan ketidakpastian.

Wabup juga menjelaskan, bahwa banyak contoh para pemimpin bangsa ini yang dahulunya adalah anak yatim. Namun, dengan ilmu pengetahun yang dimiliki mampu menjadi pemimpin. Seperti almarhum BJ. Habibie.

“Karena itu, pemerintah siap membiayai anak-anak dari aspek pendidikan dan kesehatan,” tegas wabup.

Dalam Yatim Bersholawatn tersebut, selain wabup, Bupati Faida juga hadir di tengah-tengah anak yatim.

Dalam kesempatan itu, bupati memberikan secara simbolis souvenir, alat tulis, tas, dan seragam. Bupati juga menyerahkan Kartu Indonesia Sehat (KIS), dokumen adminduk, dan uang saku. (mutia/*f2)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker