Uang Kuliah Tunggal Ditransfer ke Perguruan Tinggi

This slideshow requires JavaScript.

Pemerintah Kabupaten Jember menerapkan sistem baru dalam penyaluran beasiswa perguruan tinggi. Sistem untuk realisasi 22 Janji Kerja ini berlaku mulai tahun ini.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Jember Dr. H. Edy Budi Susilo, M.Si., Kamis 28 Maret 2019, menjelaskan sistem baru tersebut.

Di sela-sela pelaksanaan wawancara seleksi penerima beasiswa di Pendapa Wahyawibawagraha,  Edy mengungkap bahwa Uang Kuliah Tunggal (UKT) ditransfer langsung ke perguruan tinggi tempat penerima beasiswa.

Sebelumnya, UKT dan uang saku mahasiswa ditransfer ke rekening penerima beasiswa. Sistem ini juga diberlakkan bagi penerima beasiswa di gelombang 1 – 4.

Seleksi penerima beasiswa gelombang kelima berlangsung mulai 26 hingga 30 Maret. Ada sekitar 3.500 calon penerima beasiswa yang mengajukan permohonan kepada bupati.

Lebih jauh dijelaskan, untuk penerima di gelombang 1 sampai 4, mekanisme penyaluran diubah. Perguruan tinggi kini ikut melakukan verifikasi dan validasi.

Perguruan tinggi bersangkutan diberi format untuk pengecekan data yang dibutuhkan. Kemudian dikirim kembali ke kembali ke tim di Dispendik Jember. “Untuk ditransfer biayanya,” terang Edy Budi.

Dengan mekanisme seperti ini, apabila ditemukan sudah tidak aktif kuliah, maka UKT maupun uang saku tidak akan ditransfer.

Seperti diketahui, Pemerintah Kabupaten Jember memberikan beasiswa perguruan tinggi untuk mahasiswa asal Jember yang kuliah di berbagai pergurun tinggi negeri di seluruh Indonesia.

Hingga gelombang keempat, penerima beasiswa telah mencapai lebih 7.000 mahasiswa.

Pemberian beasiswa ini merupakan realisasi dari 22 Janji Kerja Bupati – Wakil Bupati. Dalam program Maju Iptek dan Imtak, di butir kedua disebutkan memberikan beasiswa perguruan tinggi.  (izza/mutia/*f2)

 

 

No Response

Leave a reply "Uang Kuliah Tunggal Ditransfer ke Perguruan Tinggi"