Toleh Kanan Kiri untuk Membantu Sesama

“Semua harus saling memerhatikan, dan ini harus. Khususnya, dalam kondisi Covid-19, semua orang dalam kondisi yang susah. Perlu menoleh kanan dan kiri untuk membantu sesama,” ujar Bupati Jember dr. Faida, MMR.

Kepedulian menjadi topik yang disampaikan oleh Bupati Faida saat menyerahkan bantuan kepada sejumlah warga di Desa Plalangan Kecamatan Kalisat, Jum’at, 04 September 2020.

Perempuan ini mengapresiasi kepedulian warga Jember, karena sukarela melaporkan kondisi tetangganya yang membutuhkan bantuan, memerlukan sentuhan pemerintah.

“Saya menerima banyak laporan dari masyarakat, juga WA dari warga yang melaporkan. Ini adalah bentuk kepedulian kepada tetangga,” terang Bupati di Desa Plalangan Kalisat.

Warga yang peduli itu sama artinya membantu Pemerintah Kabupaten Jember. Membantu untuk memberikan perhatian.

Penyaluran bantuan di Desa Plalangan itu bagian dari perhatian yang diberikan pemerintah, setelah mendapatkan laporan dari masyarakat.

Bupati Faida turun sendiri menyerahkan bantuan itu. Ini juga untuk mencatat keperluan warga yang membutuhkan. “Dengan turun ke lapangan, laporan masyarakat dapat teratasi,” imbuhnya.

Di samping itu, dengan turun ke lapangan, dijumpai hal yang tidak terlaporkan sebelumnya. Seperti warga yang memerlukan bantuan itu ternyata sakit terbaring di tempat tidur. Tidak hanya butuh bantuan materi, tetapi perlu juga dibawa ke rumah sakit untuk berobat lebih lanjut.

Hal lain juga ditemuinya. Ada anggota keluarga dengan kebutuhan khusus yang belum tercatat di kartu kelularga, sehingga tidak terdaftar juga dalam BPJS Kesehatan.

Ada pula lansia dengan rumah yang tidak layak serta lansia yang hidup seorang diri.

Temuan di lapangan itu didata untuk diberikan bantuan yang sesuai.

Untuk bantuan rehab rumah tidak layak huni (RTLH), Bupati Faida menyebut tahun 2020 ada sekitar 5.500 RTLH yang sudah terselesaikan.

Karena kondisi Covid-19, sementara ditunda hingga tahun 2021. Meski demikian, akan dibangun beberapa. Bagi yang sangat parah. “50 – 100 rumah didahulukan dibantu,” ungkapnya.

“Semua ini adalah ikhtiar. Gerakan gotong royong yang sudah menjadi akar budaya bangsa Indonesia. Masyarakat Indonesia senang membantu satu dengan yang lain,” tutup Bupati. (izza/*f2)

Related Articles

Back to top button
Close