Tingkatkan Sinergitas dengan Pondok Pesantren Membangun SDM

This slideshow requires JavaScript.

Bupati Jember dr. Hj. Faida, MMR., menyatakan sebenarnya tugas pemerintah menjadi ringan dengan pendidikan yang diselenggarakan oleh pondok pesantren.

Pondok pesantren di kabupaten dengan sebutan Bumi Pandhalungan ini berjumlah ratusan. Mereka menyelenggarakan pendidikan secara mandiri.

“Sejatinya sangat diringankan oleh adanya pondok-pondok mandiri ini,” kata bupati dalam Kongres Takmir Masjid di Ponpes Roudlatut Tholabah di Desa Paleran, Kecamatan Umbulsari, Minggu 30 Desember 2018.

Hal itu mendorong Bupati Jember Faida untuk meningkatkan sinergisitas. Tidak sekedar menyelenggarakan kongres di pondok pesantren.

“Dalam membangun Jember berarti membangun sumberdaya manusianya. Maka, membantu pondok pesantren adalah membantu upaya tersebut,” terangnya.

Pelaksanaan Kongres Takmir Masjid di Ponpes Roudlatut Tholabah merupakan kongres gelombang kesepuluh atau terakhir.

Bupati mengaku kongres ini telah memenuhi taget untuk mempertemukan dengan hampir seluruh takmir masjid di Kabupaten Jember.

Sementara, pembagian sebagian buku rekening dan asuransi kesehatan menjadi pekerjaan rumah yang perlu segera diselesaikan.

This slideshow requires JavaScript.

Asuransi kesehatan memang diperuntukkan bagi takmir yang belum memilikinya dan mengutamakan takmir yang dalam kondisi ekonomi kurang mampu.

Namun, lanjut bupati, terkait dengan manfaat fasilitas yang diberikan pemerintah daerah, para takmir sudah mengetahui dengan cukup jelas.

Apabila masih adanya takmir masjid yang belum terdata, bupati melanjutkan, akan melakukan verifikasi pada tahun 2019.

Kongres Takmir Masjid bagi bupati merupakan bentuk bupati ngantor di pondok pesantren. Karena itu, bupati mengajak sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD). Tujuannya, agar para pejabat ini mengetahui kondisi dan kebutuhan pesantren.

“Karena acaranya ngantor di pondok pesantren, jadi saya ajak OPD-OPD terkait serta kepala instansi terkait, supaya tahu langsung kondisi pondok pesantren,” ujarnya.

Dengan mengetahui kondisi pondok pesantren, pembangunan maupun kebutuhan pondok pesantren dapat segera diketahui dan direalisasikan.

Sementara itu, pengasuh Ponpes Roudlatut Tholabah KH. Abdul Majid menyampaikan, pertama kalinya ponpes ini dihadiri bupati. “Dan baru kali ini tahu ada bupati yang menyelenggarakan kongres takmir,” tuturnya.

Kiai Abdul Majid berharap bupati dan para pejabat Pemkab Jember bisa kembali ke pesantren untuk bersilaturahim. Tak lupa Kiai Abdul Majid mendoakan bupati supaya terus menjadi pemimpin yang lebih baik lagi. (mutia/izza/*f2)

 

No Response

Leave a reply "Tingkatkan Sinergitas dengan Pondok Pesantren Membangun SDM"