Terima Bantuan, 4 Perempuan Narapidana dapat Tantangan dari Bupati Faida

Pemberdayaan narapidana perempuan di Lapas Kelas II A Jember mendapat dukungan dari Bupati Jember, dr. Faida, MMR.

Perempuan narapidana yang telah terampil menjahit mendapatkan bantuan mesin jahit dan mesin obras. Ada empat perempuan yang beruntung.

“Kami serahkan bantuan kepada perempuan warga binaan yang bisa menjahit, yang sudah dilatih sangat baik,” tutur Bupati Faida.

Bupati Faida berada di Lapas kelas IIA Jember untuk memberikan bantuan kepada warga binaan yang mengikuti program asimilasi. Serta meninjau pelatihan menjahit bagi perempuan warga binaan lapas, Jum’at, 28 Agustus 2020.

Bupati menegaskan, alat-alat itu untuk pribadi penerima bantuan. Sehingga, peralatan itu bisa dibawa pulang ketika bebas dari lapas nantinya.

Bantuan itu tidak berhenti kepada empat perempuan itu. Bupati Faida menyatakan terus mendukung semua perempuan yang memiliki keahlian.

“Tidak menutup kemungkinan, akan ada bantuan tahap berikutnya bagi yang sudah mahir,” imbuh perempuan yang pertama menjadi Bupati Jember ini.

Sebelumnya, saat penyerahan remisi peringatan HUT ke-75 RI, Senin, 17 Agustus 2020, bupati tertarik dengan keahlian perempuan warga binaan lapas, hingga tergerak untuk memberikan bantuan.

Kala itu juga langsung memesan seribu masker kepada perempuan warga binaan yang telah terampil menjahit. Masker itu untuk dibagikan ke masyarakat. “Mengimbangi semangat warga binaan lapas,” imbuhnya.

Hasil kerja warga binaan itu sangat membantu tim gugus tugas Covid-19 Kabupaten Jember. Pemkab Jember pun sudah menerima 1.000 masker yang sudah dipesan itu.

“Beberapa sangat mahir. Satu hari bisa memproduksi seratus masker,” ungkapnya.

Setelah berhasil menyelesaikan orderan itu, perempuan warga binaan mendapat tantangan lagi. Kini lebih banyak : 5.000 masker.

“Untuk memenuhi target kebutuhan masyarakat Jember, maka kami menambah 5.000 orderan masker, yang disanggupi dalam beberapa hari,” tutur Bupati Faida usai meninjau pelatihan menjahit.

Bupati dengan latar belakang dokter ini mengungkap ada perempuan warga binaan yang masih harus menyelesaikan masa tahanan hingga tujuh tahun.

Menurutnya, masa itu merupakan waktu yang sangat berharga. Waktu yang bisa diisi dengan hal yang bermanfaat. Lapas pun menjadi tempat yang produktif untuk bisa membantu ekonomi sendiri dan keluarga.

Perempuan warga binaan juga masih memiliki kesempatan menjadi warga yang bermanfaat dan berprestasi.

“Ikuti tata tertibnya. Jadikan hal ini pelajaran yang berharga. Semua orang punya masa lalu, dan semua punya masa depan,” pesan bupati. (hafid/izza/*f2)

Related Articles

Back to top button