Tegaskan Pembangunan adalah Membangun Sumber Daya Manusia

Bupati Jember dr. Hj.  Faida,  MMR. kembali menegaskan bahwa membangun Jember sejatinya membangun sumber daya manusia.

Hal ini disampaikan oleh Bupati Faida saat upacara penyerahan ijazah Universitas Terbuka (UT) Jember, Kamis 25 Oktober 2018, di Gedung Juang Politeknik.

Bupati Faida mendapat undangan dari Universitas Terbuka Jember untuk menerima penghargaan atas kepeduliannya memberikan beasiswa kepada warga miskin dan berprestasi.

Penghargaan langsung diberikan oleh Direktur Universitas Terbuka Jember Prof. Dr. Mohammad Imam Farisi, M. Pd. Pemberian penghargaan disaksikan oleh wisudawan dan jajaran rektorat Universitas Terbuka Jember.

Menurut bupati, sumber daya manusia menjadi asset terbesar Bangsa Indonesia, lebih dari sumber daya lainnya. “Maka, tidak kalah penting adalah mendukung insan-insan muda yang berkenan melanjutkan pendidikan perguruan tinggi, baik S1, S2, dan S3,” tutur bupati.

Pemerintah telah memberikan 7.700 beasiswa kepada mahasiswa asal Jember di seluruh Indonesia. Sementara mahasiswa UT penerima beasiswa mencapai 846 orang.

Mahasiswa UT penerima beasiswa pada angkatan  pertama sebanyak 210, angkatan kedua 119, angkatan ketiga 350, dan keempat 167.

Dari total 846 penerima beasiswa, terbanyak berasal dari mahasiswa PG Paud dan PGSD, yakni 308 PG Paud  dan 410 PGSD.

Mahasiswa S2 yang kuliah di UT juga mendapat beasiswa dari pemerintah. Jumlah beasiswanya sebesar Rp. 7,5 juta  per orang untuk UKT.

Untuk mahasiswa S1, UKT dibiayai sepenuhnya oleh Pemkab Jember dan setiap bulan mendapat bantuan hidup Rp. 700.000.

Total anggaran yang dikucurkan kepada mahasiswa Universitas Terbuka mencapai  total Rp. 1,7 miliar untuk biaya UKT dan Rp. 3,7 miliar untuk biaya hidup mahasiswa.

Sehingga total l beasiswa yang dikucurkan untuk mahasiswa Universitas Terbuka Jember sebanyak Rp. 5,324 miliar.

Bupati Faida mengapresiasi Universitas Terbuka yang telah melayani mahasiswa-mahasiswa Jember dan sekitarnya sehingga membantu pemerintah dalam meningkatkan kompetensi, terutama guru-guru.

“Saya berharap ini menjadi solusi dan jalan keluar, karena kompetensi adalah salah satu syarat mutu produk pendidikan kita,” jelasnya.

Kepada mahasiswa yang baru lulus, Bupati Faida berpesan agar tidak berkecil hati karena tidak mendapatkan IP maksimal.

Masih ada kepedulian dan kesungguhan pengabdian yang tidak pernah keliru mendapat penilaian terbaik oleh masyarakat.

Bagi mahasiswa yang mendapat prestasi, Bupati Faida mengucapkan selamat. Prestasi adalah modal dasar,  yang harus diikuti dengan kerendahan hati dan kesungguhan pengabdian lebih daripada yang lain.

“Tidak ada orang yang bisa berhasil sendiri, karena keberhasilan sejatinya bersama orang lain,” tutur perempuan pertama Bupati Jember ini. (mutia/izza/*f2)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker