Tambah Penyertaan Modal PDAM, Pemkab Ingin Tingkatkan Pelayanan Air Bersih

Pemerintah Kabupaten Jember berusaha meningkatkan pelayanan penyediaan air bersih, yang dikelola oleh Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM). Upaya ini memerlukan pembangunan infrasturktur dan dana.

“Ada permasalahan yang dihadapi oleh PDAM Kabupaten Jember, yaitu kendala dalam pembangunan fasilitas. Pembangunan fasilitas penyediaan air bersih hanya dapat menggunakan pembiayaan dari pemerintah Kabupaten Jember,” jelas Drs. KH Abdul Muqit Arief, Rabu (4/4/2018).

Untuk mengatasi kendala itu, pemerintah memberikan tambahan penyertaan modal pada PDAM Jember. Karena itu, pemerintah mengajukan Raperda Penyertaan Modal Pemerintah Kabupaten Jember pada Perusahaan Daerah Air Minum Kabupaten Jember kepada DPRD Jember.

Lebih jauh Wabup menjelaskan, tambahan penyertaan modal tersebut akan dilaksanakan dalam lima tahun hingga tahun 2022. Penyertaan modal ini diharapkan dapat menarik anggaran yang berasal dari APBN untuk pembangunan saluran air bersih bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

Pada tahun 2018 ini Pemerintah Kabupaten Jember akan menambah modal sebesar Rp. 7 miliar, dengan target peningkatan kapasitas produksi, yaitu uprating Instalasi Pengolahan Air Pakusari menjadi 30 liter per detik, dan rerating Instalasi Pengolahan Air Wirolegi.

Tahun ini juga menambah jaringan transmisi dan distribusi dengan peremajaan pipa, perluasan jaringan tersier, dan melaksanakan program sambungan baru bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) dan peningkatan kapasitas Hazora menjadi anak perusahaan PDAM menjadi mandiri dan profit.

Diharapkan dana dari APBN sebesar 37,5 miliar didapatkan pada tahun ini juga, yang digunakan untuk MBR sebesar Rp. 2 miliar, perluasan jaringan tersier Pakusari dan IKK Ajung yang masing masing sebesar Rp. 500 juta dan 35 miliar. Dana sharing dari Pemkab Jember sebesar18 persen. Diharapkan tahun ini ada 3.600 sambungan rumah dengan 159.00 jiwa bisa terlayani air bersih.

Tahun 2019, penambahan penyertaan modal sebesar Rp. 10 miliar. Targetnya pembukaan fasilitas penyediaan air bersih di Arjasa dan Panti, perluasan jaringan tersier, pelaksanaan 2.000 MBR, dan menambah mesin untuk Hazora.

Sementara dana dari pusat sebesar Rp. 41 miliar untuk peningkatan Instalasi Pengolahan Air Tegal Besar sebesar Rp 35 miliar dan sambungan rumah baru Rp. 6 miliar. Sharing APBD Jember sebesar 24 persen. Diharapkan 19 ribu sambungan rumah baru yang mencakup 171 ribu jiwa terlayani.

Tahun 2020, penambahan penyertaan modal sebesar Rp. 15 miliar dengan target pembukaan instalasi di Kecamatan Mayang dan Silo, serta 4.000 MBR. Dana APBN Rp 55 miliar untuk Mayang Rp 20 miliar dan Silo Rp 20 miliar. Sharing APBD sebesar 27 persen. Harapannya, 85.500 sambungan baru dengan 22.500 jiwa dapat terlayani.

Penambahan penyertaan modal pada tahun 2021 sebesar Rp 25 miliar. Targetnya, membuka instalasi di Kecamatan Kalisat dan 6.000 MBR. Dana APBN yang diperoleh nantinya sebesar Rp 35 miliar dan hibah sambungan rumah 25 miliar sertaperemajaan jaringan kota Rp. 30 miliar. Sharing APBD 27 persen. Jumlah sambungan rumah baru sebanyak 9.500 dengan 85.500 jiwa terlayani.

Di tahun 2022, pemerintah menambah modal sebsar Rp 30 miliar untuk perluasan jaringan tersier di perkotaan sampai mencapai 100 persen dan program MBR untuk 7.000 sambungan gratis. Bantuan APBN sebesar 91 miliar untuk peningkatan Instalasi Pengolahan Air Tegal Gede sebesar Rp 30 miliar dan hibah sambungan rumah Rp. 21 miliar, serta peremajaan jaringan distribusi utama Rp. 50 miliar. Sharing APBD sebesar 29 persen. Tahun 2022, 19.000 sambungan rumah terpasang dengan cakupan 171.000 jiwa terlayani. Maka total pada tahun 2022 sebanyak 75 ribu sambungan baru atau 672 ribu jiwa terlayani.

“Penyertaan modal ini sangat diperlukan untuk mencapai target-target tersebut,” jelas Wabup dalam pidato penyampaian Nota Pengantar Raperda Penyertaan Modal Pemerintah Kabupaten Jember pada Perusahaan Daerah Air Minum Kabupaten Jember dalam Sidang paripurna DPRD Jember.

“Penetapan Perda yang mengatur secara khusus tentang Penambahan Penyertaan Modal PDAM merupakan langkah awal,” jelas Wabup. (Izza, *f2)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button