Sehari Belajar di Luar Kelas, Berlangsung Meriah

Pada peringatan hari Anak Internasional (HAI) tahun 2019 ini diisi dengan kegiatan Sehari Belajar di Luar Kelas, Kamis, 07 November 2019. Mulai dari anak PAUD, TK, SD, SMP, hingga SMA menggelar kegiatan ini.

Kegiatan ini berlangsung sangat meriah oleh keriangan para siswa dan siswi yang terlibat di dalamnya. Seperti yang terlihat di SMP Negeri 3 Jember.

Kepala Sekolah SMPN 3 Jember Nur Sujayanto, penyelenggaraan kegitan Sehari Belajar di Luar Kelas mengikuti panduan dari Dinas Pendidikan Kabupaten Jember. Dimulai pukul 06.30 hingga berakhir pukul 09.30.

Pada pagi, kegiatan ini diawali dengan 3S (senyum, sapa, dan salaman) antara guru dengan murid yang baru datang ke sekolah.

Dilanjutkan dengan morning info, yaitu apel pagi untuk memberikan informasi kegiatan yang akan dilaksanakan. Menyanyikan lagu kebangsaan dan membaca doa bersama.

Selanjutnya literasi selama 15 menit, sarapan bersama, membersihkan lingkungan dengan memungut sampah daun, senam, memainkan permainan tradisional, dan melakukan kesiapsiagaan bencana.

Setelah berkegiatan, semua murid mengikuti pelajaran seperti biasa di kelas. “Tetapi apabila ada guru-guru yang mendesain pembelajarannya di luar kelas dipersilahkan,” kata Nur Sujayanto.

Pada kegiatan ini, lanjutnya, murid ditekankan kembali untuk disiplin dan hidup sehat. “Belajar hidup sehat, disiplin, dan tertib dengan cara yang menyenangkan,” tutupnya.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) drg. Nur Cahyohadi, MARS menjelaskan, Peringatan Hari Anak Internasional (HAI) tahun 2019 ini dengan melaksanakan kegiatan Sehari Belajar di Luar Kelas.

Ia menjelaskan, jumlah anak-anak di Indonesia sebanyak 2/3 dari jumlah penduduk. Dan, sepertiga dari jumlah itu merupakan pelajar. “Sehingga, kegiatan HAI dilaksanakan dalam bentuk Sehari Belajar di Luar Kelas,” terangnya. Harapannya, selain mendapatkan pengetahuan, mereka juga bisa bergembira.

Lebih jauh, pria yang akrab disapa Cahyo ini menjelaskan target ke depan dari kegiatan ini adalah mewujudkan sekolah yang ramah anak, yang menjadi salah satu indikator untuk kabupaten layak anak.

Kegiatan Sehari Belajar di Luar Kelas ini tidak hanya dilaksanakan oleh SMPN 3 saja. Dalam pantauannya melalui aplikasi pendaftaran keikutsertaan, terdapat sedikitnya 59 sekolah yang berpartisipasi.

Namun, Cahyo yakin lebih banyak lagi sekolah yang berpartisipasi. Sebab, banyak yang menggelar kegiatan serupa tanpa mendaftar melalui aplikasi Pentas Anak yang dibuat oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.

Untuk para orang tua, Cahyo berpesan agar memiliki lebih rasa kasih, sayang, melindungi, dan memenuhi kebutuhan-kebutuhan utama anaknya.

Aloina, siswi kelas VIII, mengaku senang karena kegiatan yang diikutinya itu menambah rasa persatuan dan kesatuan antar-siswa, antar-teman, dan mempererat hubungan baik dengan guru, maupun dengan staf di SMPN 3 Jember.

“Dapat pelajaran, janganlah kita membeda-bedakan antara teman. Kita harus bisa membangun persatuan antar-teman demi memajukan sekolah,” katanya.

Ia juga mengajak untuk tidak melupakan budaya bangsa, seperti permainan tradisional. “Kita harus budayakan itu dengan cara bermain permainan tradisional,” ungkapnya.

“Jangan membedakan antar-teman, jagalah persatuan dan kesatuan teman. Tetap budayakan hormat kepada guru. Jaga sikap kita untuk selalu menghargai dan menghormati,” pesannya. (*f2)

 

Related Articles

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker