Sajikan Ketoprak untuk Menghibur

This slideshow requires JavaScript.

Pertunjukan ketoprak menjadi hiburan yang mampu memberikan kebahagiaan setelah penat dalam bekerja. Ini yang terjadi di Balai Serbaguna Kaliwates, Sabtu malam 29 Desember 2018.

Selain mengungkap sejarah bangsa, utamanya masa kerajaan, ketoprak yang dikemas dalam Ketoprak Nusantara ini menampilkan seni pertunjukan yang menghibur.

“Kegiatan ini sebagai upaya melestarikan seni budaya dan sejarah Nusantara, Indonesia,” kata  Bupati Jember dr. Hj. Faida, MMR. dalam pidato pembukaan acara.

Kebanyakan para pemain ketoprak ini bukan para seniman kawakan, meski ada seniman yang telah malang melintang di dunia pertunjukkan.

Mereka yang memerankan tokoh dalam ketoprak ini adalah bupati, kepala perbankan, rektor, Komandan Kodim, Danbrig 09 Kostrad, serta sejumlah pejabat Pemkab Jember lainnya.

Ini bukan pertunjukan serius, meski pemainnya berusaha serius berperan. Malah, kelucuan yang dimunculkan dalam pertunjukkan ini diharapkan menjadi keunggulan.

This slideshow requires JavaScript.

Dalam pidato sambutannya itu, Bupati berharap tahun depan dapat terselenggara lebih baik dan lebih meriah, dengan melibatkan anak-anak sekolah di Jember.

Ketua Kegiatan Seni Himpuni Sulasto Lasmono menyampaikan rasa syukur bisa berkumpul di Jember dalam rangka melestarikan seni budaya nusantara, yang bertujuan agar tidak ada seni budaya yang terkikis oleh budaya asing.

Perhimpunan Organisasi Alumni Perguruan Tinggi Negeri Indonesia (HIMPUNI) adalah salah satu organisasi non politik dan organisasi non profit.

Ia menyebut ketoprak ini lebih sebagai ketoprak guyonan. Pemain yang memerankan para tokoh dalam ketoprak ini bukan pemain ketoprak asli. Melainkan berasal dari pengusaha, dosen, pejabat pemerintah, dan lainnya.

Pertunjukkan ini diharapkan mengantarkan masyarakat Jember untuk dapat melestarikan seni budaya ketoprak. “Sehingga generasi muda dapat mengetahui dan mencintai seni,” tutupnya. (izza/mutia/*f2)

 

 

No Response

Leave a reply "Sajikan Ketoprak untuk Menghibur"